KONSEPSI RUANG WAKTU   Leave a comment

Oleh Yaziz Hasan

1. Vakum Fisis

Dunia alamiah yang kita tempati, tampak seperti suatu kumpulan luar biasa dari benda-benda dan peristiwa-peristiwa. Kita rasakan peristiwa-peristiwa itu seperti teruntai dalam suatu barisan waktu yang terus-menerus. Tiap peristiwa terlihat sebagai penyebab peristiwa yang lain, dan peristiwa ini, seterusnya, menjadi penyebab peristiwa yang lain lagi. Seringkali dalam bahasa fisika pengamatan-pengamatan dilakukan ini dinyatakan dengan mengatakan bahwa dunia alamiah terkandung atau terkungkung dalam paduan ‘ruang-waktu’. Tujuan tulisan ini adalah untuk meninjau dunia alamiah itu dalam beberapa hal sehingga dapat membantu kita memahami ‘ruang-waktu’. Dengan menerangkan dan mendefinisikan ruang-waktu itu kita akan memahami dan mengerti dunia alamiah secara lebih baik. Sebelum membahasnya lebih lanjut benda-benda dan peristiwa-peristiwa itu, adalah lebih baik merenungkan lebih dahulu ruang-waktu itu sendiri. Konsep ruang-waktu mengandung esensi masalah paling mendasar yang dicarikan jawabannya oleh para fisikawan. Bagi orang awam, vakum akan dipandang sebagai suatu volume ruang yang secara mutlak tak mengandung apapun sama sekali, yaitu tiada partikel, tiada molekul, tiada materi apapun. Tetapi tidak demikian halnya bagi para fisikawan dalam memikirkan ruang vakum. Untuk melukiskan sebagian dari pengertian para fisikawan itu tentang ruang vakum, kita akan melakukan suatu eksperimen imajiner. Beberapa bagian dari eksperimen ini telah dilakukan dan diamati di laboratorium, sehingga meskipun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam eksperimen ini belum dilakukan sebagai satu eksperimen tunggal, pada prinsipnya itu dapat dilakukan. Marilah kita mulai dengan suatu kontainer ideal dengan dinding pemantul paling sempurna dari jenis terbaik yang dapat dibayangkan yang kita anggap sebagai vakum mutlak. Di dalamnya tak ada partikel-partikel ataupun radiasi yang tampak terdeteksi, karena memang sepintas lalu tampak semacam jenis vakum yang terdiri dari tak satupun secara mutlak. Eksperimen dimulai dengan menyorotkan cahaya (radiasi elektromagnetik) ke dalam kontainer vakum melalui suatu lubang kecil pada salah satu dindingnya. Karena jika disorotkan dalam jumlah kecil akan dipantulkan kembali keluar, maka cahaya harus disorotkan lebih banyak lagi secara kontinue kedalam kontainer. Selanjutnya kita menyinari kontainer dengan cahaya yang makin lama makin biru ke dalam lubang. Segera setelahnya kita akan mendapat bahwa warna cahaya yang meluncur menunjukkan bahwa temperatur vakum didalamnya naik. Dengan meningkatnya temperatur cahaya yang meluncur akan menjadi semakin biru. Segera, kita menemukan bahwa suatu vakum dapat memiliki suatu temperatur. Untuk melihat bagaimana panas vakum ini ada maka eksperimen ini dilanjutkan dengan mengirim semakin banyak lagi radiasi ke dalam kontainer pada suatu laju yang lebih cepat dari pada keluar kembali. Pada beberapa titik ruang kontainer eksperimen ini, satu foton cahaya akan bertumbukan dengan foton lain, dan dua elektron akan muncul. Salah satu dari pasangan elektron ini akan bermuatan negatif, dan yang lainnya akan bermuatan positif. Vakum yang hampa adalah tak selamanya hampa! Vakum mengandung dua partikel materi yaitu dua elektron. Dari mana elektron-elektron ini datang? Mereka tidak hadir dalam berkas cahaya, meskipun energi total yang dikandung mereka datang bersamaan dengan cahaya. Elektron adalah partikel yang sangat berbeda dengan foton cahaya. Elektron adalah bagian dari keluarga partikel yang dinamakan fermion. Mereka membawa muatan listrik dan jenis muatan lain yang dinamakan bilangan lepton, dan mereka memiliki massa yang selalu ada meski jika elektron dibuat diam. Foton cahaya adalah sangat lain. Ia adalah boson dan tidak membawa jenis muatan apapun ; dan foton keluarga partikel akan lenyap jika dibuat diam. Kita tidak menuntut untuk mengetahui jawaban lengkap atas asal muasal elektron elektron ini. Kita cenderung untuk memikirkan elektron-elektron itu selalu ada disana dalam semacam kedudukan ‘virtual’ dan dijelmakan dalam keberadaan yang dapat dideteksi melalui tumbukan tumbukan foton cahaya. Vakum dibayangkan sebagai suatu ‘kedudukan’ ruang waktu yang mengandung partikel partikel yang tak terdeteksi, dan karenanya dipikirkan sebagai suatu keadaan yang mengandung dua elektron. Dengan kata lain bahwa jika beberapa jenis aksi dikenakan pada keadaan vakum maka akan tercipta dari vakum itu dua elektron dalam suatu kedudukan partikel. Meskipun kebolehjadianya kecil tapi dari dua elektron ini dapat saja bertumbukan satu sama lain. Salah satunya positif dan satunya negatif. Pasangan elektron ini satu positif dan yang satunya negatif, Dalam beberapa cara luar biasa berbeda satu sama lain secara total dan pada waktu yang sama sangat sama. Jika terjadi tumbukan mereka akan bertransisi kembali ke keadaan vakum. Dua jenis elektron akan musnah, dan dua foton akan muncul tepat di tempat terjadinya tumbukan mereka peristiwa ini dikenal sebagai proses anihilasi materi-antimateri. Kita akan bertanya: kemana mereka pergi? adakah mereka tetap hadir dalam suatu cara yang tak dapat terdeteksi? Marilah kita mempertahankan dua elektron tadi bersaman dengan radiasi yang kita kirim ke kontainer. Anggaplah kedua elektron itu tak bertumbukan untuk suatu waktu yang lama, bersamaan dengan lebih banyak lagi radiasi di pancarkan ke dalam kontainer. Suatu proses dimana lebih banyak tumbukan antara foton berlangsung akan menghasilkan lebih banyak lagi pasangan elektron, dan tumbukan-tumbukan foton dengan elektron akan memanaskan elektron juga menghasilkan lebih banyak pasangan elektron. Pancaran radiasi dipertahankan terus kedalam ruang, untuk mendapatkan keadaan yang semakin panas hingga akhirnya ketika suatu foton bertumbukan dengan suatu elektron suatu pasangan muon positif-negatif di hasilkan. Lagi-lagi suatu yang baru didapatkan di dalam vakum dalam bentuk muon-muon tersebut, dan muon-muon ini berbeda dari pasangan elektron yang terbentuk sebelumnya. Untuk satu hal, muon adalah radioaktif. Jika ruang dipanaskan terus-menerus dengan cara mengirimkan semakin banyak radiasi ke dalam kontainer maka partikel-partikel yang disebut pi meson atau pion akan mulai muncul. Partikel atau hal baru yang lain akan di dapatkan/ di jumpai dalam kontainer dalam bentuk gaya nuklir yang sangat kuat yang mengikat mereka bersama. Pion sangat berbeda dengan muon dan elektron. Dengan pemanasan yang lanjut, akhirnya pasangan proton – anti proton dan pasangan neutron – anti neutron muncul. Kini secara keseluruhan diperoleh material dari mana semua inti atomik terbangun /tersusun. Sekarang kita dapat bertanya: dari mana partikel-partikel itu datang? “Dari keadaan-keadaan virtual di dalam vakum” jawab fisikawan. Selanjutnya kita dapat bertanya : apakah vakum benar benar hampa? Kita dapat menjawab pertanyaan itu jika kita meninjau pemunculan partikel dari suatu vakum observasi maka ia tak hampa. Jadi, jika penampakan pasangan partikel-antipartikel dapat dinamakan sebagai bukti untuk suatu vakum yang dapat terdeteksi; maka kita dapat menyimpulkan bahwa kontainer vakum penuh sesak dengan elektron, muon, proton, dan neutron, juga dengan partikel partikel lain yang tampak ketika pemanasan ruang berlanjut. Jadi kita memiliki alasan bahwa vakum tidak hanya memiliki suatu temperatur tapi juga mengandung semua jenis partikel di alam. Secara pasti tak ada suatu ruang dari ketakadaan secara mutlak! Sebagaimana telah dilihat, dengan penampakan proton dan neutron juga elektron dalam ruang, kita memperoleh material-material penting dengan mana semua unsur-unsur yang diketahui dan senyawa-senyawa (atau materi) yang dijumpai di alam terbangun. Di samping pembangunan unsur-unsur secara kontinu terjadi di dalam kontainer asli kita, di sana juga partikel-partikel akan sering bertumbukan dengan anti partikel dan musnah, menghasilkan foton di tempat itu. Bilamana suatu kesetimbangan antara materi dan radiasi elektromagnetik telah menjadi mantap, semua komponen-komponen penting dengan mana terbangun suatu bagian real dari alam semesta akan hadir. Lebih lanjut, partikel-partikel yang tercipta tadi adalah identik terhadap kawan sejenisnya di manapun di alam semesta. Elektron dan proton dalam kontainer adalah identik terhadap elektron dan proton yang ditemukan di batuan tertua atau bagian terjauh dari bintang-bintang. Kesimpulannya adalah bahwa ruang secara umum mengandung suatu kumpulan yang padat dari semua partikel yang dikenal dan bahwa partikel-partikel ini dapat dideteksi dengan bantuan radiasi elektromagnetik (cahaya). Jadi dapat dikatakan bahwa vakum fisis adalah suatu yang sangat real.

2. Cermin Ruang-waktu

Dalam pembicaraan kita tentang vakum fisis, kita menyebutkan konsep-konsep materi dan anti materi. Adalah baik menyelidiki ini lebih lanjut. Kita telah menyatakan bahwa suatu partikel adalah hanya/satu-satunya lawan dari anti partikelnya, tapi bahwa yang dua adalah sangat sama. Marilah kita meninjau suatu benda yang berada di depan cermin datar dan anggap bahwa kita dapat melihat benda juga bayangannya dalam cermin. Dalam penampakan, benda dan bayangannya adalah sangat sama,tapi dalam keadaan mereka terbalik terhadap satu sama lain dalam cara yang bagian kiri adalah terhadap bagian kanan. Bayangan mengandung cahaya dan distribusi yang sama bahwa benda mengandung cahaya tapi dalam suatu urutan terbalik. Kini misalkan di sana ada suatu benda dengan distribusi muatan listrik di atasnya, dan andaikan cermmin ditanahkan, tembaga mengkilat yang di lapisi. Lagi-lagi ada suatu bayangan optik benda yang terbalik, tapi kini bayangan juga memiliki suatu distribusi muatan sama seperti pada bendanya, terkecuali bahwa distribusi berlawanan dalam tanda listrik. Jika di sana suatu konsentrasi muatan-muatan positif pada bagian atas, di sana akan ada suatu konsentrasi serupa dari muatan-muatan negatif pada bagian atas bayangan. Pada eksperimen ini, benda adalah agak lebih dekat untuk menjadi sama seperti bayangannya, kecuali bahwa ia terbalik (Gb. 2). Dalam kasus pokok, ruang-waktu membangun beberapa macam cermin sempurna – cermin yaang memantulkan dari semua partikel fundamental dan juga membaliknya. Setiap partikel suatu “bayangan/refleksi” dalam cermin ruang-waktu sempurna ini, dan setiap sifat partikel adalah terkandung tepat dalam suatu pengertiaan terbalik dalam bayangannya. Dalam kasus ini, ia membuat sedikit perbedaan yang disebut benda dan yang disebut bayangan mereka secara eksak “sama”, tapi mereka terbalik dalam semua pengertian terhadap satu sama lain. Jadi alam dapat dipikirkan sebagai suatu yang tersusun dari suatu jumlah luar biasa dari partikel dan dalam sejumlah yang sama dari anti partikel. Ketika setiap yang dikandung dalam cermin sempurna yang disebut ruang – waktu, sesuatu boleh jadi berada pada jarak yang jauh dari yang lain, tapi keduanya adalah “dalam” cermin. Apa yang terjadi bilamana suatu benda menjadi dekat dan “bertumbukan” dengan bayangan. Kita dapat balik ke kasus bayangan-bayangan optik untuk suatu analogi. Jika kita mengamati suatu daun di atas dahan pohon dan bayangan daun dalam permukaan kolam tenang di bawah pohon, kita dapat melihat keduanya, daun dan bayangannya. Sekarang andaikan daun jatuh ke arah air. Bayangan dan daun “bertumbukan” ketika daun mencapai permukaan air. Keduanya lenyap ketika daun terbenam dan tenggelam. Pada tempat itu ada suatu lingkaran riak yang mengembang ke arah luar dari kedudukan tumbukan. Ini adalah analogi tapi suatu yang sangat berlainan. Bilamana partikel dan antipartikelnya bergabung dalam suatu tumbukan, mereka keduanya lenyap sempurna, dan beberapa foton radiasi elekromagnetik dihasilkan atau dalam beberapa kasus pion-pion terbentuk, dan ini secara cepat meninggalkan kedudukan tumbukan. Kita boleh bertanya : Dimanakah bayangan khusus dari elektron khusus ini pada ujung pensil saya? Adakah ia memiliki bayangan tunggal bersangkutan khusus? Pemikiran lebih lanjut mengingatkan bahwa semua elektron negatif adalah identik terhadap satu sama lain. Sesuatu elektron positif dapat bertindak sebagai suatu bayangan untuk sesuatu elektron negatif, dan sebaliknya. Jadi, sifat-sifat fisik materi dalam beberapa pengertian terpantulkan dalam ruang – waktu, dan refleksi-refleksi ini adalah antimateri. Kita harus menempatkan ke samping suatu sifat, bagaimanapun, untuk mana ini tidak termasuk : sifat akan kehidupan. Sifat kehidupan dengan jelas tidak terpantul” dalam ruang waktu, dan sementara itu menjadi suatu bukti sejati sifat banyak benda, jadi kehidupan tak dapat dipandang berada “dalam” ruang-waktu dalam pengertian bahwa untuk sifat-sifat fisis. Tak ada bukti untuk “antikehidupan”, kecuali hanya untuk ketakhadiran kehidupan dalam kasus – kasus tertentu.

3. Mengukur Ruang-Waktu

Kita telah mempelajari dalam kajian-kajian kita sebelumnya tentang ilmu-ilmu kealaman untuk memandang alam dalam banyak aspeknya, yang kita beri beragam nama massa, energi, gaya, momentum, muatan listrik, dan lain-lain. Adalah penting untuk diingat, bagaimanapun, bahwa tak satupun kualitas-kualitas ini pernah diukur dalam suatu penginderaan langsung. Kita harus belajar bahwa semua itu dilakukn secara mendasar dalam membuat suatu pengamatan ilmiah untuk mengukur interval-interval ruang dan interval-interval waktu. Semua kuantitas-kuantitas lain diturunkan dari ukuran-ukuran ini. Interval-interval ruang dapat diukur secara langsung dengan beberapa macam tongkat pengukur (misalnya, suatu meter pengukur), atau mereka dapat ditunjukan dengan beberapa macam skala pegas (misalnya,dengan posisi yang berubah dari suatu jarum petunjuk pada suatu skala). Metoda yang lain melakukan sutu pengukuran interval jarak adalah meninjau interval waktu untuk suatu pulsa radiasi elektromagnetik yang dipancarkan dan dipantulkan kembali. Jadi, kita mencatat bahwa di sana ada suatu hubungan/keterkaitan erat antara interval-interval waktu dan interval-interval ruang. Dalam suatu cara analog, jarak dari satu puncak ke puncak yang lain dari suatu gelombang dalam beberapa medium dapat digunakan sebaagai suatu ukuran intervaal-interval waktu (temporal). Sangat sering, akan tetapi, pengukuran suatu interval waktu dilakukan dengan mencatat posisi-posisi suksesif dari jarum-jarum penunjuk suatu jam. Sebagaimana interval-interval waktu dapat berhubungan erat terhadap interval-interval ruang, maka keadaan sebaliknya adalah benar. Pada kenyataanya semua kuantitas-kuantitas lain dari mana dibicarakan dalam fisika adalah diturunkn dari dua macam interval ini. Barangkali kita akan menjadi lebih sadar tentang metoda-metoda kita dalam melakukan pengukuran-pengukuran dasar ini. Marilah kita memandang untuk sejenak pengukuran langsung suatu interval ruang dengan menggunakan tongkat-tongkat pengukur. Suatu meter pengukur ditempatkan sepanjang interval hingga ujung nol dari meter adalah pada satu ujung interval, dan kemudian jumlah centimeter yang menempati interval dicatat. Kemudian centimeter berikutnya pada tongkat dibagi kedalam katakanlah, sepuluh (persepuluhan). Menghitung banyak interval-interval pendek ini, memberi kita desimal berikutnya. Kita tetap melakukan ini, membagi interval berikutnya ke dalam bagian-bagian dan menghitung bagian seluruhnya, mengubah instrumen kita ketika kita berjalan dari suatu meter pengukur ke suatu mikroskop, seterusnya ke suatu interferometer, hingga akhirnya sampai pada batas kemampuan kita untuk membagai interval berikutnya ke dalam bagian-bagian. Jawaban kita adalah suatu jumlah desimal, barangkali, delapan atau sembilan digit di dalamnya. Ketika batas kemampuan kita untuk membagi ruang sisa dan masih memiliki suatu kehinggaan, bilangan desimal rasional untuk suatu jawaban telah dicapai, kita menganggap bahwa, pada prinsipnya, jika kita dapat membagi dengan instrumen-instrumen yang sungguh lebih sensitif kita dapat lanjut untuk membagi interval sisa ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil lagi secara terus-menerus (ad infinitum). Kita anggap bahwa ruang yang kita ukur dengan sejumlah langkah berhingga dapat diukur dengan suatu ketakberhinggaan langkah-langkah hingga sedikit sisa dari interval menyusun (membentuk) suatu “infinitesimal”. Bagaimana kita membuat asumsi ini? Ia segera dibuat ketika pengukuran kita digunakan sebagai harga-harga numerik dalam ungkapan-ungkapan kalkulus diferensial dan integral. Kalkulus infinitesimal dengan sendirinya adalah model matematis untuk asumsi yang baru saja telah kita nyatakan. Ingatlah bahwa dalam kalkulus, ratio interval mendekati suatu limit (batas) ketika suatu interval mendekati nol. Analogi asumsi ini, seterusnya, menunjukkan bahwa ruang waktu dapat dipikirkan sebagai suatu entitas kontinu. Jadi, kita menganggap bahwa secara logis kita boleh memandang sembarang interval ruang waktu, tidak soal betapa kecil (atau infinitesimal) interval itu. Akan tetapi, kita mengingatkan kembali diri kita sendiri bahwa tak ada alasan logik untuk memandang bahwa interval-interval adalah infinitesimal lain dari pada bahwa matematika untuk menjelaskan suatu kontinu seperti itu adalah lebih sederhana dari pada matematika akan jadi (ada) jika kenyataannya di sana ada beberapa interval paling kecil tapi berhingga dari ruang-waktu. Tak ada teori koheren fisika yang telah, hingga kini, dibangun pada suatu struktur non-kontinu dan diskrit untuk ruang waktu. Adalah baik untuk mengigatkan diri sendiri, akan tetapi, bahwasanya hingga kini kita tak memiliki alasan yang memaksa untuk mengaangap ruang-waktu sebagai suatu kontinum lain dari pada keuntungan matemtika. Ada banyak untuk kita untuk mempelajari terhadap struktur ruang-waktu.

4. Materi dan Ruang-Waktu

Kita mengawali tulisan ini dengan membicarakan benda-benda material yang terkandung dalam ruang berdimensi tiga, dan ia boleh jadi bahwa barang kali (kemungkinan besar) kita menggunakan kata-kata yang kurang tepat bila kita mengatakan bahwa materi adalah “terkandung” di dalam ruang. Pernyataan ini, jika kita teliti secara hati-hati, menunjukkan bahwa manifold (paduan) ruang-waktu adalah semata-mata suatu latar belakang pasif ke dalam mana semua benda-benda material entah bagaimana terbenam. Dengan pasti ini adalah cara ruang-waktu diperlakukan dalam fisika klasik dan juga dalam filsafat klasik. Ruang dianggap sebagai suatu kontainer raksasa dari berbagai macam yang menjadikan ruang-waktu untuk benda-benda di alam semesta untuk bergerak di dalamnya dan melakukan pengaruh mutual pada satu sama lain. Akan tetapi, adalah baik untuk ditinjau, di lain pihak, jika dalam beberapa cara keberadan benda-benda material dapat ada karena “geometri” ruang-waktu itu sendiri, dan selanjutnya, bahwa materi boleh jadi hanya satu banyak sifat dari suatu ruang-waktu yang all-encompassing.Ini adalah yang diangkat Albert Einstein pada permulan abad keduapuluh dalam usahanya membangun teori relativitas umum. Ia mempostulatkan bahwa keberadaan gaya-gaya jenis apapun dapat dipandang sebagai manifestasi beberapa kelengkungan tertentu dalam ruang-waktu yang menghasilkan percepatan. Semua gaya, apakah gaya gravitasional, listrik, nuklir, dan lain-lain, adalah, barangkali, hanyalah model menguntungkan untuk suatu situasi umum yang lebih kompleks (rumit) di mana suatu kelengkungan menimbulkan massa. Konsepsi relativitas umum sebagaimana disajikan oleh Einstein diringkas secara baik oleh Erwin Schrodinger :”Aplikasi ideal, tujuan utama, dari suatu teori adalah tak lebih dan tak kurang dari pada ini: Suatu kontinum empat dimensional yang memberkatkan (endowed) dengan suatu struktur geometri intrinsik tertentu, suatu struktur bahwa didasarkan terhadap hukum-hukum geometri secara murni inheren tertentu, adalah menjadi suatu model yang cukup atau gambaran dunia nyata di sekitar kita dalam ruang dan waktu dengan semua ia kandung dan meliputi perilaku totalnya, tayangan semua peristiwa yang berjalan di dalamnya “. Ini, tentu saja suatu gambaran sangat lain dari konsep kontainer sederhana tentang ruang-waktu dengan mana kita memulai pembicaraan kita. Yang mana pandangan hubungan timbal-balik yang ada antara ruang-waktu dan materi adalah benar, jika salah satunya, adalah salah satu problem yang paling mendasar yang dihadapi fisika moderen. Ia tetap warisan untuk generasi fisikawan masa depan untuk memecahkannya. Dalam tulisan ini, kita hanya dapat membantu ilmuwan-ilmuwan masa depan itu untuk melakukan permulaan atasnya.

5. Ikhtisar

Kita telah lihat, dalam suatu pengertian paling mendasar dalam fisika suatu vakum dalam ruang-waktu adalah bukan suatu konsep kehampaan tapi mengandung sejumlah besar semua partikel yang diketahui. Cara di mana partikel-partikel ini terdeteksi melibatkan penggunaan sinyal cahaya berenergi tinggi. Juga benar bahwa tak ada alasan kuat untuk menganggap bahwa ruang-waktu dapat dibagi ke dalam interval yang kian mengecil secara tak tertentu. Ruang-waktu boleh jadi suatu kontinum, atau boleh jadi ia diskrit, dalam mana ia terdiri dari sel-sel tak dapat dibagi dalam cara apapun. Dalam interaksinya, ruang-waktu dalam suatu cara fundamental sebagai suatu cermin sempurna yang memberikan suatu bayangan sempurna dan terbalik secara sempurna untuk tiap partikel di alam semesta. Ia dapat juga benar bahwa ruang-waktu itu sendiri adalah salah satu suatu kontainer pasif untuk dunia fisis atau ia sendiri kedudukan (tempat) semua fenomena fisis dan melalui geometri intrinsiknya sendiri.

Posted Oktober 6, 2010 by saintifika indonesia in Uncategorized

ABDUS SALAM: Orang Besar Sains Dari Dunia Ketiga dan Ilmuwan Muslim Abad Keduapuluh   Leave a comment

Oleh Yaziz Hasan

1
PROFIL SEORANG GENIUS:
SENSASI NASIONAL SI ANAK AJAIB
______________________________________________

Tengah hari musim panas yang terik 1940, seorang anak lelaki 14 tahun mengendarai sepeda memasuki Jhang, sebuah kota kecil di kawasan Pro-pinsi Punjab , India Inggris . Di kepalanya dia mengenakan surban un- tuk menyembunyikan rambutnya yang nyaris gundul karena kesalahan tukang cukur. Namun, itu tidaklah mempengaruhi dirinya yang sedang gembira dengan berita besarnya hari itu.
Meskipun saat itu udara sangat panas, dengan temperatur empat puluhan derajat celcius, tapi orang orang telah berbaris di kedua sisi ja-lan untuk menyalami dan mengelu elukan si anak ajaib. Anak lelaki itu adalah Abdus Salam. Dia baru saja membuat nilai tertinggi di seluruh propinsi dalam ujian matrikulasi Universitas Punjab, memecahkan re-kor rekor sebelumnya. Hasil itu menjadi suatu sensasi nasional di mana tak seorang pun di Jhang, sebuah kota kecil dan terpencil di negeri India Inggris, yang pernah memimpikan bahwa seseorang dari kota mereka dapat mencapai prestasi sehebat itu.
Mulai saat itu, Mohammad Abdus Salam menjadi milik umum dan tidak pernah terlihat lagi, hingga akhirnya, pada 1979, dianugerahi penghargaan yang paling dirindukan dan tertinggi di dalam sains: Hadiah Nobel.
Abdus Salam kini telah melewati usia tujuh puluh tahun, dengan tampang filosof bijaksana masa lalu; jenggotnya yang keabu abuan dan kacamata tebalnya merupakan segi yang paling menonjol dari wajahnya. Dia sesekali mengenangkan masa kecilnya dan masa masa ketika dia sebagai seorang lelaki muda, dengan menceritakan beberapa kisah kisahnya yang menarik. Misalnya, ketika masih sangat muda, saat dia menyantap makan siangnya di rumah sambil membaca sebuah buku. Dia mengangkat kepalanya dan mendapatkan bahwa makan siangnya telah lenyap. Dia sangat asyik dengan bacaannya sehingga tanpa diketahuinya seekor ayam kesayangan, yang dibiarkan dalam rumah, telah memakan semua irisan daging dalam piringnya lalu pergi. Hanya ketika dia akhirnya berpaling ke piringnya yang telah kosong dia baru menyadari bahwa hasil ayam berulah telah meninggalkannya tanpa makanan siang apapun!
Kisah lain tentang kesungguh sungguhannya untuk belajar tergambar dalam cerita lain masa kecilnya. Karena suatu infeksi, dia menderita sakit mata akut yang menyebabkan matanya menjadi merah dan bengkak. Dokter menasehatinya untuk meneteskan beberapa tetes obat ke dalam matanya sebelum pergi tidur tiap malam, dan beristirahat membaca, terutama pada waktu malam.
Namun apa yang dilakukan Salam adalah mengambil obat dan meneteskan ke dalam matanya lalu pergi tidur. Dan ketika semua orang dalam rumah tertidur, dia akan bangun tengah malam, menyalakan lampu minyaknya tak ada listrik di kota kecilnya pada waktu itu dan membaca bukunya untuk sebentar; melanggar nasehat dokter.
Sebagai anak sekolahan Salam tidak terlalu tertarik dengan permainan, meski kadang kadang dia ikut bermain sepak bola di tanah lapang sekedar melakukan beberapa latihan. Tetapi, dia sulit mendapatkan bola karena anak anak lain jauh lebih tua dan lebih besar dari dirinya. Dia hanya berlari sepanjang waktu ke sana ke mari untuk bersenang senang dengan menjaga jarak dari kawan kawan sepermainannya yang lebih tua. Tidak ada adu kekuatan otot atau adu keterampilan bermain di antara mereka.
Kejadian menarik lainnya dari masa mahasiswanya berkaitan dengan tahun 1940 an saat dalam perjalanannya dari Bombay ke Cambridge, Inggris, guna melanjutkan studi.
Perang Dunia Kedua baru saja berakhir. Dalam perjalanan ke Inggris, Salam menginap semalam di sebuah hotel di Bombay. Jam baru berdentang menunjukkan tengah malam, ketika ada ketukan di pintu kamarnya. Tepat membuka pintu, empat tentara Inggris segera menangkapnya, dengan mengatakan bahwa dia adalah seseorang yang lari dari kesatuannya dan untuk itu mereka menahannya. Untunglah, dia memiliki surat surat penerimaannya ke Cambridge dan segera memperlihatkan itu untuk meyakinkan mereka dari ketidak bersalahannya.
Gaya hidupnya sejak masa kanak kanaknya selalu sederhana, sebagaimana lazimnya seorang terpelajar. Hidup sederhana tapi berpikir tinggi telah menjadi norma bagi orang besar dari Pakistan ini; tidaklah mengherankan bahwa dia tidak mempunyai kegemaran kegemaran lain sehingga melindungi perburuan ilmiahnya.
Salam kurang lebih dapat digambarkan dalam kata kata : “Seorang genius gila kerja”. Dengan jadwal kerja 12 hingga 16 jam sehari yang telah dipertahankannya sejak masa masa sekolahnya, dia telah menghasilkan sejumlah karya kolosal dengan kualitas tingkat tinggi.
Di samping cinta pertamanya Fisika kencintaan yang telah membuatnya terkenal, Salam juga memiliki cita cita besar yang lain: Promosi sains dan riset ilmiah di Dunia Ketiga dengan menyediakan kesempatan bagi ilmuwan ilmuwan dari belahan dunia ini untuk berinteraksi dengan ilmuwan ilmuwan dari sisi dunia lain, dengan tujuan memberi kamajuan pengetahuan dan riset mereka.
Untuk menuju ke tujuan itu dia telah melakukan sejumlah pekerjaan luar biasa. Dia telah mendirikan institusi bertaraf internasional pertama di sebuah kota kecil dan cantik Italia, di semenajung Adriatik, Trieste, yang membantu ilmuwan ilmuwan dari negara negara sedang berkembang memperoleh interaksi tingkat tinggi dengan ilmuwan ilmuwan lain dan melakukan riset riset tingkat tinggi. Salam juga sangat menaruh perhatian dengan masalah masalah kemiskinan dan buruknya sikap ilmiah di negara negara miskin Dunia Ketiga yang merupakan dua pertiga bagian penduduk dunia. Dia berpendapat bahwa jika Sains dan Teknologi dapat dipromosikan di negera negara kurang maju ini, maka kemiskinan mereka dapat dienyahkan. Karena itu, dia berusaha keras untuk mempersempit kesenjangan di dalam sains dan teknologi di antara dunia maju dan Dunia Ketiga.

Professor Salam ketika berkunjung di Lembaga Gabungan
Riset Nuklir di Dubna, Rusia

Salam yang tampak lebih muda tanpa jenggot sedang memberikan presentasi di Pusat Fisika Teori Internasional (ICTP), Trieste

Salam pada usia 14 ketika melewati Ujian Matrikulasi

2
MASA KECIL:
PENGGEMBLENGAN DISIPLIN

Melongok kembali ke dalam terowongan waktu, ada beberapa rekaman sejarah dari manusia yang mengagumkan ini, yang perlu diceritakan guna memperkaya jiwa jiwa muda. Sebuah cerita untuk mengilhami para remaja dan kaum muda di dunia berkembang.
Pada 29 Januari 1926, seorang bayi laki laki lahir dari Hajera Begum di sebuah desa kecil di Sahiwal, Jhang, tidak jauh dari Lahore, surga surga masa lalu istana istana dan taman taman Moghul (India). Ketika tumbuh menjadi besar anak itu menjelma menjadi seorang ajaib, mencapai puncaknya ketika dia memenangkan Hadiah Nobel dalam Fisika pada usia 53 tahun.
Memang, hanya ada beberapa orang dari Dunia Ketiga yang telah memenangkan penghargaan Nobel dalam Sains. Bagaimanapun juga, dia merupakan satu satunya Nobel Laureate (Pemenang Nobel) yang dihasilkan Pakistan, bahkan satu satunya Nobel Laureate dalam sains dari dunia Islam. Dia merupakan yang terkemuka di antara pahlawan pahlawan sains dari dunia sedang berkembang.
Orang tua Salam, Choudry Mohammad Hussain dan Hajera Begum, hidup di kota kecil Jhang. Mereka adalah keturunan pangeran pangeran dari marga India kuno, dikenal sebagai orang orang Rajput. Orang orang Rajput, di kerajaan kerajaan kecil mereka, terkenal dengan keberanian dan nilai nilai luhur mereka.
Keluarga itu tidaklah kaya tapi memiliki tradisi tradisi yang kaya dengan ilmu pengetahuan, pendidikan agama dan kesalehan. Lingkungan yang demikian itulah yang membentuk karakter si anak muda. Salam seorang ilmuwan besar, sekaligus seorang manusia religius. Keinginan cita cita religiusnya, pada kenyataannya, memberinya suatu dorongan terhadap pencarian yang mendalam di dalam sains.
Sebagaimana tradisi di desa desa dan kota kota kecil Pakistan, seorang anak kecil biasanya diajar membaca dan menulis di rumah sebelum masuk sekolah. Peran guru pertama dilaksanakan oleh ibunya. Pelajaran disiplin pertama, yang mewarnai kehidupan Salam, diberikan oleh ayah dan ibunya. Terutama, ayahnya seorang yang sangat disiplin dan mempunyai impian untuk melihat putranya menjadi orang besar. Dia tanpa kenal lelah berusaha keras ke arah impian itu.
Anak ini beruntung tumbuh dalam lingkungan keluarga, yang memiliki tradisi panjang tentang kesalehan dan belajar. Ayahnya seorang pegawai kecil dalam masyarakat petani sepanjang anak sungai dari Sungai Indus yang besar yang memberi nama India. Tiap hari, ketika si anak pulang dari sekolah, ayahnya akan menanyainya secara dekat tentang apa yang telah dipelajarinya. Dan jika dibutuhkan bimbingan lain, paman dari pihak ibunya, seorang bekas mubaligh muslim di Afrika Barat, akan membantunya.
Ibu Salam memberinya cinta dan kenyamanan yang diperlukan seorang anak di rumah. Meskipun Mohammad Hussain, sang ayah, hanyalah seorang pegawai rendah pemerintah, tapi ambisinya bahwa anaknya haruslah menjadi seorang pegawai pemerintah sipil yang tinggi. Inggris ketika itu masih memerintah anak benua India2 dan orang yang berhasil masuk Pegawai Sipil India pada hari hari itu, dianggap mencapai puncak kekuasaan dan prestasi. Tidaklah mengherankan, Mohammad Hussain juga menginginkan Salam untuk bersaing dan masuk pegawai yang prestisius itu.
Namun sering kali nasib memainkan cara yang lain dengan rencana manusia dan ini seperti yang terjadi pada Salam. Nasib tidak membolehkan dia untuk menjadi Pegawai Sipil, suatu kebetulan nasib yang berbalik menjadi suatu berkah bagi dunia sains dan bahkan suatu berkah terbesar bagi negara negara berkembang di Dunia Ketiga. Namun bagaimana cerita ini akan terlihat kelak.
Salam masuk sekolah pada usia enam setengah tahun dan diterima di kelas empat. Dia menjadi nomor satu dalam ujian ujian. Dari awal, dia dikenal dengan daya ingat dan ketajaman inteleknya yang luar biasa. Di kelas empat, dia dapat menyelesaikan dengan cepat terhadap banyak soal soal hitungan karena dia telah menghafal tabel perkalian hingga empat puluh. Dia memperoleh beberapa penghargaan di kelas itu.
Bahkan pada usia semuda itu, Salam telah membaca banyak buku yang tidak ditentukan dalam sekolah dan ini sangat membantu memperluas visinya. Di bawah bimbingan ayahnya, dia menumbuhkan kebiasaan untuk mempersiapkan diri sebelum pelajaran pelajaran diberikan di kelas, dan melihatnya kembali segera setelahnya. Sebagai akibat dari kebiasaan ini, dia tidak hanya dapat menguasai apa yang telah diajarkan, tapi juga bahan bahan lebih mudah tinggal dalam ingatan.
Segi penting lain dari pendidikan masa kecilnya adalah membaca dan mengaji kitab suci umat Islam, Kitab Suci Al Qur’an, juga terjemahannya. Bagi keluarga yang mendalami agama sangat mendalam, hal itu merupakan suatu bagian pendidikan untuk membuat seorang anak dapat membaca Al Qur’an, yang dilakukan pada usia dini. Dan karena Al Qur’an dalam bahasa Arab, Salam muda terpanggil untuk mengambil bahasa Arab sebagai salah satu subyek subyek pilihan ketika di kelas Matrikulasi sekolah menengah. Dia sering membaca Al Qur’an dalam setiap waktu luangnya dan mengerti benar makna ayat ayat Kitab Suci itu karena studi awalnya dalam bahasa Arab sebagai subyek di sekolahnya dan kelak di tingkat kolese.
Ketika pendidikan Salam berlanjut, tradisi tradisi Islam diperkaya dalam jiwanya dengan studi studi ilmu ilmu Barat. Dia membaca literatur literatur berbahasa Inggeris seperti halnya Al Qurán.
Kitab Suci Al-Qur(an memiliki pengaruh menonjol pada Salam. Sebagian besar nilai nilai akhlak dan budi pekertinya telah di bentuk dalam pengajiannya tentang Al Qur’an. Bahkan dalam sains, beberapa pemikiran pemikiran sentralnya dan ketentramannya dalam proses berpikir adalah dikondisikan oleh konsep konsep yang diberikan oleh Al Qur’an.
Nigel Calder, seorang penulis sains berkata tentang dirinya: “Bagi seorang ahli mistik Muslim, Allah dicari dalam keindahan abadi. Dan bagi Salam, keindahan datang melalui penemuan pola pola sederhana, halus, dan baru dalam dunia alamiah. Segala sesuatu yang akan membingungkan berita berita tersebut tampak oleh dia sebagai sesuatu yang buruk, hampir memberinya suatu perubahan mendadak secara fisik dan mengharuskan dia untuk membersihkannya, seperti seseorang harus menghilangkan lumpur dari sebuah tempat suci.”
Pada usia 12, 1938, Salam telah melalui tingkat ke 8, dengan tingkat terbaik di seluruh distrik. Ketika dia berusia 14, dia melewati Matrikulasinya dengan menjadi yang pertama di seluruh propinsi dan seperti sudah disebutkan, memecahkan semua rekor rekor Universitas sebelumnya. Dia memperoleh 765 dari total 850, suatu gambaran yang mengagumkan. Dia tidak pernah mendapatkan posisi kedua dalam setiap ujian setelah itu, selalu menempati tingkat pertama.

3
MASUK KOLESE:
INGIN MENJADI ORANG BESAR

Setelah menempuh Matrikulasinya di Jhang, dia diterima di kelas menengah kolese, dan menjadi pertama di Universitas Punjab, yang menyelenggarakan ujian untuk seluruh propinsi, pada 1942. Dia telah memperbaiki persentase nilai nilai Matrikulasi nya. Pada ujian menengah, dia memperoleh nilai 555 dari 600. Kali ini persentase jumlah berada pada 92,5 %, sementara dalam matrikulasi adalah 90 %.
Karena tak ada institusi di Jhang yang mengajarkan setelah tingkat menengah pendidikan kolese, Salam harus meninggalkan kota kecilnya itu untuk jenjang pendidikan lebih tinggi. Ayahnya yang bercita cita agar Salam menjadi orang besar, mengirimnya ke Lahore, kota kuno yang besar, bersejarah, dan ibukota propinsi Punjab. Di Lahore, Inggris telah mendirikan salah satu kolese terbaik di anak benua India, dinamakan Kolese Negeri, Lahore. Lembaga ini menghasilkan pentolan pentolan untuk jabatan jabatan tinggi Pegawai Sipil India dan untuk jabatan jabatan administratif tinggi lain di pemerintahan, dan juga kaum elit di bidang pendidikan. Salam diterima di Kolese Negeri, Lahore, untuk studi tingkat akademinya (Sarjana Muda). Dia meninggalkan bahasa Arab, yang merupakan salah satu subyek subyek pilihannya hingga waktu itu, dan memilih dua kuliah dalam Matematika dan satu dalam Inggris. Dia menjadi yang pertama di Universitas dalam ujian B.A., yang ditempuhnya pada 1944. Sekali lagi semua rekor rekor universitas terdahulu terpecahkan. Dia meraih 451 nilai dari 500, persentase dalam jumlah adalah 90,2 %.
Akhirnya, dia mengambil M.A.nya (Master of Arts) dari Lahore pada 1946, lagi lagi mencapai tempat pertama di universitas dengan total 573 dari 600, yang mencapai 95,5 %.
Salam juga mengembangkan cita rasa sastra, mungkin karena kebiasaan kebiasaannya membaca secara luas dalam bahasa Inggris dan bahasa ibunya, bahasa Urdu. Di Kolese Negeri, Lahore, dia menjadi editor majalah kolese prestisius, Ravi3. Karena kemampuan kemampuannya yang menonjol, dia juga dipilih sebagai Presiden Perhimpunan Mahasiswa.
Selama tahun tahun Salam menjadi mahasiswa pada Kolese Negeri, Lahore, datang suatu titik belok yang akan membawa Salam menjadi salah satu dari fisikawan fisikawan puncak dunia ketimbang menjadi seorang administrator eselon atas di negerinya, terhadap mana dia bercita cita tinggi, menurut keinginan ayahnya.
Pada 1939, Perang Dunia Kedua pecah dan Inggris adalah salah satu negera utama yang terlibat. Anak benua India sedang di bawah Pemerintahan Inggris waktu itu, sehingga ujian Pegawai Sipil India ditangguhkan pada 1940 karena tekanan tekanan keadaan perang. Ketika Salam menamatkan B.A. nya pada 1944, dan menempati urutan teratas daftar kandidat kandidat, dia seharusnya telah mulai mempersiapkan diri untuk ujian Pegawai Sipil, sebagai kebiasaan untuk mahasiswa mahasiswa cemerlang. Ini tidak dapat dilakukannya ketika tak ada ujian yang dijadwalkan untuk diselenggarakan dalam waktu dekat. Karenanya dia harus memikirkan kemungkinan kemungkinan dan pilihan pilihan lain.
Pilihan akhir yang dibuatnya adalah matematika, subyek yang dipilihnya untuk M.A. di Lahore. Sains menjadi karier yang disenangi dan dipilihnya ketika ujian Pegawai Sipil sedang ditangguhkan. Mungkin sebagai pertanda keberuntungan akan terjadi, ketika Salam melewati ujian M.A.nya pada 1946, ujian Pegawai Sipil kembali ditangguhkan satu tahun lagi, yaitu 1947.

Peta pakistan

Peta india

4
CAMBRIDGE :
LANGIT ADALAH BATAS

Salam lalu berpikir untuk ke Cambridge, Inggris. Universitas Cambridge adalah salah satu tempat paling favorit untuk belajar sains dan dia ingin pergi ke yang terbaik. Nasib mujur menghinggapinya dengan suatu cara yang agak unik, bagi orang seperti Salam yang tidak memiliki apapun untuk dapat ke Cambridge dan belajar ke sana atas biaya sendiri.
Seorang tuan tanah besar dan politisi senior dari Propinsi Punjab, yang kelak menjadi Menteri Utama, telah mengumpulkan sejumlah besar uang untuk usaha perang guna membantu Inggris. Tetapi, perang berakhir pada tahun 1945, dan ketika dia menjadi Menteri Utama Propinsi pada 1946, dia tidak tahu apa yang dapat diperbuat dengan dana yang dikumpulkan itu. Seseorang menasehati dia untuk mendirikan beasiswa bagi anak anak petani kecil untuk belajar di luar negeri dan dia setuju.
Ayah Salam seorang petani kecil yang hanya memiliki sebidang tanah kecil. Salam karena itu memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa itu. Dia dengan mudah mendapatkan beasiswa itu berkat prestasi akademiknya yang brilian.
Peta Inggris
Singkatnya, Salam berlayar menuju Inggris pada 1946 belum ada pelayanan penerbangan udara antara India dan Inggris dan bergabung ke Kolese St. John, Universitas Cambridge.
Di Inggis dia mendapatkan suatu dunia yang berbeda, dunia yang tidak akrab, secara sosial dan budaya, juga atmosfer kompetitifnya yang jauh lebih keras dari pada di tanah airnya. Makin baik standar standar pendidikan di barat, makin menghasilkan mahasiswa mahasiswa yang lebih baik dan akibatnya kompetisi berjalan sangat keras. Tidak terkecuali di Cambridge, tempat orang orang dari negeri negeri lain yang terpisah jauh dari Kerajaan Inggris sedang belajar. Namun karena tergerak oleh tantangan tantangan besar di Cambridge, Salam bertekad untuk berada di depan pesaing pesaingnya yang lain. Dia mulai membenamkan diri dalam jadwal belajar 16 jam sehari untuk menghadang tantangan tantangan di depan.
Salam semakin memperkuat tekadnya ketika Cambridge dan lingkungannya mulai menawan dirinya. Keindahan tatanan dan suasana alamiah taman taman bunga Kolese St. John mempesona dirinya, memberikan sesuatu kekuatan bagi jiwanya untuk menggali dan menemukan. Dianugerahi kelebihan intelek ditambah dengan studi studinya yang intensif, dia memperoleh Triposnya (B.A. Honours) dalam waktu dua tahun kuliah yang biasanya ditempuh tiga tahun dan menjadi seorang Wrangler. Wrangler ialah julukan yang digunakan di Cambridge bagi seorang matematikawan yang lulus kelas pertama.
Sementara itu pada 1947, anak benua India telah merdeka dari pemerintahan Inggris. Dua negara merdeka (Pakistan dan India( lahir pada waktu bersamaan. Ibu pertiwi Salam adalah Pakistan. Tapi dia tak dapat pulang ke tanah airnya pada saat kemerdekaan itu, dan hanya mengikuti peristiwa peristiwa besar melalui surat kabar surat kabar dan radio, meskipun dia sangat ingin untuk berada bersama rakyatnya. Perjalanan tidaklah mudah pada 1947 itu ketika tidak ada penerbangan udara komersial yang menghubungkan benua benua seperti sekarang ini, dan ada kepedihan kepedihan kelahiran yang mengerikan ketika Pakistan dan India muncul di peta dunia. Jutaan orang berpindah melintasi perbatasan masing masing dan sejumlah orang terbunuh dalam kerusuhan komunal yang terjadi menyusul pemisahan. Salam dinasehatkan untuk tetap tinggal di Cambridge guna melengkapi studi studinya dan ini diturutinya. Kala itu merupakan periode yang mengganggu dan agak tak membahagiakan Salam. Meskipun demikian, dia tidak pernah mengabaikan pekerjaannya dan tetap belajar. Bahkan ternyata, karier riset briliannya bermula dari sini.
Setelah mengerjakan B.A. Honours nya dalam Matematika, dia lalu mengambil kuliah lanjutan dalam fisika karena ingin menjadi fisikawan teoretik4. Dia lagi lagi menjadi yang pertama dan demikian dalam 1949 memiliki yang pertama ganda dalam matematika dan fisika dari Cambridge. Dia menemukan waktu untuk pulang sesaat ke Pakistan, melangsungkan pernikahan, kemudian segera kembali ke Cambridge untuk mengejar karier riset dalam Fisika. Dia telah membuang cita citanya untuk menjadi Pegawai Sipil dan tak dapat dibujuk lagi untuk kembali memilih selain riset ilmiah sebagai kariernya. Sekarang keranjingan Salam terhadap sains dan perburuan ilmiahnya tidak dapat ditukar tambah dengan yang lain.
Salam kembali ke Cambridge, kali ini untuk mengerjakan riset dan thesis Ph.D nya. Mulanya dia pergi ke laboratorium Cavendish yang terkenal untuk eksperimen, tapi dia mendapatkan bahwa dirinya tidak memiliki kesabaran untuk mengerjakan pekerjaan eksperimental. Segera dia berpindah ke pekerjaan teoretik dalam fisika yang melibatkan matematika tingkat tinggi. Ini lebih cocok dengan temperamennya.

5
MASALAH, TIDAK ADA MASALAH!:
MENCARI REMAH TERSISA

Dia mempunyai masalah : masalah apa yang seharusnya menjadi subyek riset untuk Ph.D nya ?
Bidang yang dipilihnya adalah apa yang dikenal sebagai elektrodinamika kuantum dan ketika pergi ke supervisornya, dia diberitahu bahwa sebagian besar masalah dalam bidang itu telah di selesaikan. Walau demikian, supervisornya masih menasehati Salam untuk pergi menjumpai P.T. Mathews5, seorang mahasiswa peneliti guna mendapatkan jika “di sana ada remah remah yang tertinggal”.
Mathews rencana berlibur selama 3 bulan, tapi masih memiliki satu masalah yang belum terpecahkan. Dia memberikan masalah itu kepada Salam dengan syarat bahwa dia sanggup mengerjakannya, atau masalah itu akan diambil kembali oleh dia jika tetap tak terselesaikan setelah 3 bulan.
Meski soal itu agak sulit dan rumit dengan menghilangkan infinitas infinitas dalam teori meson, Salam mendapatkan penyelesaiannya di dalam rekor waktu 3 bulan. Dalam periode total 5 bulan dia telah menyelesaikan makalah riset yang akan memberinya gelar Ph.D itu pada 1950. Walau demikian, dia belum dapat diwisuda dengan gelar Ph.D hingga 1952 karena aturan di Cambridge yang menyaratkan bahwa gelar akan diberikan sedikitnya 3 tahun setelah penerimaan di kelas Ph.D.
Riset utamanya yang pertama, dikerjakan di Cambridge, melengkapi operasi pembersihan vital untuk membuang hal-hal yang membingungkan dalam fisika. Dalam teori sebelumnya, tak ada satupun teori yang dapat menghalangi elektron memiliki massa tak berhingga dan medan listrik tak berhingga. Dengan wawasan yang tajam, fisikawan fisikawan Julian Schwinger, Richard Feynman, dan Freeman Dyson menunjukkan cara bagaimana kesulitan tersebut dapat diatasi, namun pembuktian matematisnya masih kurang lengkap. Maka, Salamlah yang mengerjakannya.
Risetnya yang paling pertama tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam fisika teoretik. Secara kebetulan, ini membuatnya dikenal secara internasional di kalangan masyarakat fisika. Wajar bahwa dia segera dianugerahi Penghargaan Smith oleh Universitas Cambridge untuk kontribusi pra doktoral paling menonjol dalam fisika, pada 1950, dua tahun sebelum dia berhak menyandang gelar Ph.D nya. Riset untuk thesis Ph.D nya itu demikian menonjol membuat dia diundang ke Institut Studi-studi Lanjutan Princeton, Amerika Serikat, untuk bekerja selama setahun. Kala itu Einstein juga bekerja di Princeton dan Salam menyaksikan dari jarak dekat ketika Einstein bekerja terhadap teori unifikasinya. Tapi Einstein gagal dalam usaha kerasnya tersebut.

Abdus Salam sebagai seorang ilmuwan muda

6
KEMBALI KE PAKISTAN:
KESEPIAN INTELEKTUAL

Setelah menyelesaikan thesis Ph.D nya, hanya menunggu diwisuda untuk memperoleh gelar, Salam berniat pulang ke Pakistan untuk mengabdi kepada tanah airnya sebagai seorang guru dan peneliti. Dia dapat secara resmi mengajukan thesisnya dari sana pada akhir periode tiga tahun untuk mendapatkan Ph.D nya. Jadi, dia kembali ke Pakistan pada 1951 dan bergabung ke almamaternya Kolese Negeri, Lahore, sebagai Professor dan Ketua Jurusan Matematika.
Tapi, Salam kini telah menjadi jenis manusia yang berbeda dengan mereka yang pernah ditemuinya sewaktu menjadi mahasiswa. Dia telah mulai bekerja pada ujung fisika paling depan semasa di Cambridge, dan seleranya untuk riset mendalam guna mengetahui hampir tanpa batas. Tak ada tradisi tradisi riset di Kolese Negeri, Lahore, dan mengajar diperlakukan sebagai kewajiban utama guru guru. Kepala Kolese, pertama kali bertemu Salam, memberitahu dia dalam begitu banyak kata kata bahwa riset adalah urutan paling bawah dalam daftar prioritas pada skema skema program program di Kolese. Sebagai gantinya, dia menawari Salam tiga pilihan untuk jam jam luangnya setelah tugas tugas mengajarnya. Dia dapat memilih menjadi bendaharawan kepala atau menjadi kepala pengawas asrama mahasiswa, atau dapat memilih manjadi presiden klub sepak bola kolese. Salam memilih yang terakhir, satu satunya pilihan menarik yang tersedia, meski dengan perasaan pilu karena dia merasa secara intelektual sangat kesepian dan frustrasi. Dia tak dapat berinteraksi dengan fisikawan fisikawan pada subyek subyek ujung fisika paling depan, suatu keinginan yang selalu bergejolak dalam hatinya, dan ada iklim yang sulit untuk riset di Kolese atau bahkan di seluruh negeri.

Professor Salam sedang berbicara dengan kepala Badan Tenaga Atom Internasional (kiri) pada seminar internasional pada 1962. Dia baru berusia 36.

Professor Salam dengan Perdana Menteri Cina,
Chou En Lai (kedua dari kiri), di Pameran Shanghai pada 1965

7
KE CAMBRIDGE, LAGI:
MENUJU KEMASYHURAN

Isolasi intelektual di Lahore membuatnya frustrasi pada tingkat ekstrim dan dia harus memilih antara fisika, yang sekarang telah menjadi cinta pertamanya, atau tanah airnya tempat dia dilahirkan. Salam akhirnya mengatasi sentimen sentimennya dan dengan berat hati meninggalkan negerinya, kembali ke Cambridge untuk memilih fisika.
Dia memang merasa sebagai suatu kewajiban untuk kembali dan bekerja di antara mereka dan mengajar rakyatnya. Namun, perkembangan menjadi tidak menguntungkan, meskipun Salam tidak mudah menyerah. Dia menghabiskan tiga tahun yang sulit di sana sebelum frustrasi profesional membawanya pulang ke Inggris. Dengan perasaan berat, dia terpaksa mengikuti arus “hijrahnya orang orang berilmu ke luar negeri” yang merampok Asia dengan banyak bakat yang begitu sangat diperlukan. Tapi dia memutuskan untuk mengerjakan semua yang dia dapat lakukan guna menyelamatkan anak anak muda yang lain dari “pilihan kejam” antara tanah air dan profesi.
Salam kembali ke Cambridge pada 1954 untuk menggantikan Nicholas Kemmer, yang berpindah ke Edinburgh untuk menduduki kursi Max Born. Kemmer adalah supervisor Salam ketika mengerjakan PhD-nya di Cambridge. Setelah di Cambridge, Salam lalu melakukan banyak riset-riset bersama Paul Mathews pada berbagai teori, seperti teori renormalisasi dan teori medan.
Pada Januari 1957, atas kebaikan Hans Bethe, fisikawan teoretik Amerika Serikat kelahiran Jerman dan penemu teori fusi nuklir di Matahari, Salam ditawari jabatan professor di Kolese Imperial London. Mathews, yang sebelumnya di Birmingham, segera bergabung dengannya di London.
Segera setelah itu Salam lalu menjadi warga dunia yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk mempromosikan kemajuan sains dan teknologi bagi Dunia Ketiga. Juga Salam masih terikat dengan tanah airnya dan selalu mewakili Pakistan dalam pertemuan-pertemuan internasional. Berkali-kali dia menjadi anggota delegasi Pakistan.
Mata dadu melemparkan Salam pada arah menuju kemasyhuran, meskipun memerlukan 25 tahun yang lain sebelum dia dianugerahi penghargaan yang paling diidamkan Hadiah Nobel Fisika.
Menoleh ke belakang, terlihat sejumlah kolosal pekerjaan yang dihasilkan dalam karier risetnya dari masa paling mudanya. Orang harus melihat sekilas melalui 16 volume berjilid keras yang tersusun di Perpustakaan Pusat Fisika Teori Internasional (ICTP) di Trieste, Italia, untuk dapat merasakan apa yang telah dicapainya.
Ada 248 makalah riset ditambah 20 makalah ulasan dalam kedudukan yang paling tinggi, kebanyakan diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional terbaik yang dikenal di dunia.

Salam dalam pakaian biasa yang dia sering pakai di luar rumah atau kantor

8
TRIESTE: BERSATUNYA DUA DUNIA

Karena pengalaman selama tiga tahun isolasi intelektual berada di tanah airnya sendiri, maka Abdus Salam berkeinginan membangun suatu Pusat sebagai tempat di mana orang orang dari semua negara; terutama dari negara-negara sedang berkembang, dapat bekerja bersama sama dengan orang berjiwa menonjol dalam fisika. Dia mengusulkan pendirian Pusat itu kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada 1960, dan dia sendiri ditunjuk sebagai direkturnya yang pertama pada 1964. Negara negara maju, seperti Perancis, Inggris, Uni Soviet6, dan Amerika Serikat, mulanya menyambut dingin gagasan itu, tapi mereka tak dapat melawan dukungan antusias dari negara negara sedang berkembang yang berdiri di belakang Salam. Pemerintah Italia memberikan andil yang lebih besar dengan memberi bantuan uang kepada pusat untuk empat tahun pertama, menyandang dana sementara, dan menyediakan suatu bangunan baru yang bagus di kawasan pantai Miramare.
Kemajuan yang memantapkan pusat pada tahap ilmiah dan membuatnya sebagai magnet bagi fisikawan fisikawan dunia merupakan usaha Salam bersama sama dengan Delbourgo dan Strathdee, ketika membawa gagasan simetri uniter7 ke depan. Pekerjaan itu diumumkan beberapa bulan setelah pusat diresmikan pada Oktober 1964.
Pusat, yang diimpikan Salam sebagai departemen pertama dari Universitas Perserikatan Bangsa Bangsa menyediakan suatu tempat pertemuan bagi teoretisi terkemuka dari Timur dan Barat.
Yang paling dekat di hati Salam adalah peran pusat dalam mengakhiri kesendirian orang orang yang bekerja secara akademis di negara negara terkebelakang. Jangan ada lagi seorang teoretisi berpotensi menderita isolasi seperti yang dirasakan sendiri oleh Salam ketika kembali di Lahore. Dari Afrika, Asia dan Amerika Latin, professor professor dan mahasiswa-mahasiswa datang untuk beberapa minggu atau beberapa bulan di Trieste di mana mereka dapat “menyetrum diri” pada arus gelora fisika, atau pada sampel gagasan gagasan terbaru, dan, yang paling penting lagi, bertemu secara informal dengan pemimpin pemimpin dunia dalam subyek itu.
Musim dingin di Trieste adalah waktu bagi banyak fisikawan datang dari Belahan Bumi Selatan selama libur musim panas Universitas mereka.
Dia mendirikan Pusat itu dari tiada sama sekali: kini merupakan salah satu institusi internasional yang paling berhasil dan dihormati dari zaman kita. Para ilmuwan dari negara negara berkembang datang ke Trieste untuk mendapatkan berita berita dan perkembangan terbaru ilmu pengetahuan, untuk belajar teknik terbaru, dan untuk bertemu rekan rekan mereka baik dari negara maju maupun dari negara berkembang. Mereka datang untuk menghadiri kuliah lanjutan, atau untuk bekerja secara tenang di perpustakaan, untuk berdebat hebat dengan laki laki muda sangat cemerlang dari Indonesia, atau untuk memperoleh pemahaman dan wawasan dari Professor tua sangat bijaksana dari Swedia.
Mulanya, Pusat Trieste adalah untuk meninggikan sains murni, menetapkan standar mutu fisika untuk Dunia Ketiga pada tingkat yang paling maju. Tapi, pengalaman Salam sendiri, baik dalam memimpin Pusat maupun sebagai partisipan kebijaksanaan sains, mengajarkannya untuk memperlebar tujuan tujuan sains terhadap negara negara yang sedang berjuang melakukan pembangunan sosial dan ekonomi. Setelah beberapa tahun, maka program keanggotaan, kuliah kuliah lanjutan, seminar seminar, lokakarya lokakarya, dan konferensi konferensi di Trieste kemudian diperluas untuk membantu perkembangan dan mengkordinasi riset dalam semua bidang sains yang dapat diterapkan. Salam selalu berbicara tentang tugas khusus dari ilmuwan ilmuwan terlatih dalam proses pengembangan ini dan untuk keperluan institusi ilmiah nasional dan internasional yang akan membuat peran itu menarik dan produktif. Dia telah memanfaatkan kharisma pribadinya, dan prestise Hadiah Nobelnya dalam kampanye seluruh dunia untuk memantapkan infrastruktur esensial, yang dapat memberi bantuan dan nasehat kepada bangsa bangsa kecil dan miskin dalam usaha usaha mereka menuju pengembangan diri.
Ini bermula pada 1960 ketika Professor Salam sebagai anggota delegasi Pakistan pada Konferensi Umum Badan Tenaga Atom Internasional di Wina. Sebagai delegasi, dia mengemukakan idea tentang pusat internasional untuk fisika teori: “Saya sungguh naif. Mungkin saya tidak akan berani melakukannya sekarang. Orang orang menerimanya setengah kelakar dan banyak delegasi abstain pada pemungutan suara untuk mendapatkan persetujuan studi pendahuluan. Saya menemukan kenyataan bahwa gagasan itu hanya menarik perhatian negara negara miskin. Apa yang saya ingin lakukan adalah memberi yang miskin suatu tempat di mana mereka tidak akan lagi harus memintai seseorang”.
Pada 1962, Konferensi Umum IAEA akhirnya menyetujui pendirian suatu Pusat. “Itu merupakan hari yang paling mendebarkan dalam hidupku,” Professor Salam berkata. “Saya jarang merokok, tapi saya harus merokok lima puluh batang hari itu dan saya menelan satu kilo buah anggur. Pada akhir debat, enam puluh tangan terangkat menyetujui dan kamipun menang.”
Bagaimana usaha untuk mewujudkan Pusat ini tergambar dalam penuturan Salam pada peringatan seperempat abad berdirinya pusat itu. (Sekarang saya akan menjelaskan secara singkat bagaimana Pusat ini dimulai yang sejak itu merupakan bagian dari kehidupan Fisika saya. Keberhasilan sederhana saya dalam mendirikan Pusat ini hadir dari keberadaan saya sebagai fisikawan yang memiliki landasan, juga warna kulit saya ini. Jika saya bukan seorang fisikawan yang baik dan tidak terpaksa harus meninggalkan negeri saya, tak seorangpun akan mendengarkan saya.
Gagasan Pusat muncul karena saya akan senang bila orang orang seperti saya sendiri, ketika bekerja di Pakistan, dapat datang ke tempat yang menarik di Eropa atau Amerika dan kemudian kembali ke tanah air mereka setelah menghabiskan tiga bulan libur mereka di Pusat bertemu rekan rekan sejawat mereka.
Saya membuka pembicaraan terhadap gagasan tentang Pusat pada 1960 di Konferensi Umum Badan Tenaga Atom Internasional ketika saya ditunjuk sebagai delegasi dari Pakistan. Saya mengusulkan pendirian suatu pusat yang akan melayani fisikawan fisikawan dari negara negara sedang berkembang. Negara negara yang bergabung dengan saya dalam mengajukan resolusi adalah: Afghanistan, Republik Federal Jerman8, Iran, Irak, Jepang, Filipina, Portugal, Thailand dan Turki. Resolusi berhasil disetujui tapi secara jelas tak ada niat untuk memuluskan masalah itu bergerak lebih lanjut.
Secara kebetulan saya menjadi delegasi Pakistan lagi ke Konferensi Umum IAEA pada 1961, 1962 dan 1963.
Pada 1962, misalnya, debat dimulai pada waktu pagi jam 10.00. Saya ingin menjelaskan skenarionya. Saya menempatkan satu kilo buah anggur di depan saya untuk memberi saya kekuatan. Kami telah berkeliling ke semua delegasi negara negara berkembang yang telah menjanjikan dukungan. Tembakan pertama dinyalakan oleh teman saya, Dr. Harry Smythe dari Princeton, Duta Besar Amerika Serikat untuk IAEA, yang mengemukakan bahwa bukan suatu gagasan bijaksana untuk membangun suatu Pusat baru bagi Fisika pada waktu itu. Delegasi delegasi dari Cekoslowakia9, Hungaria, Polandia dan Rumania sependapat dengan delegasi dari Uni Soviet yang berkata sama. Juga ada keberatan keberatan dari Belgia, Canada, Perancis, Belanda, Inggeris dan negara negara industri lain (kecuali negara negara Nordik dan Italia). Delegasi Jerman berkata bahwa dia telah menanda tangani resolusi pertama pada 1960 tapi dia telah menerima peringatan keras dari orang orang atas. Dia menginginkan kami berhasil dan berkata bahwa dia secara pribadi yakin bahwa Pusat akan didirikan dan akan berfungsi baik tapi dia tak dapat mendukung pendiriannya pada waktu itu. Delegasi Australia malah lebih jauh berkata, (Fisika Teoretik adalah Rolls Royce Sains, apa yang diperlukan negara negara berkembang adalah kereta kuda(.
Sesudah itu, pendukung pendukung kami mulai berbicara. Sungguh membesarkan hati mendengarkan negara negara miskin seperti Afghanistan, seperti Brazil, seperti Filipina dan seperti Arab Saudi, yang mendukung gagasan suatu Pusat Teoretik. Kami memperoleh 60 suara setuju dan 20 menentang. Resolusi berhasil dilewati. Pusat telah menjelma sejauh IAEA menaruh perhatian. Akan tetapi, fakta bahwa meski kami telah mengamankan mayoritas dalam Konferensi Umum tapi tidaklah membantu kami, karena Badan Gubernur memperlakukan kami seperti bangsawan namun dengan jumlah $ 55.000 untuk sepanjang tahun operasi (untuk suatu Pusat Internasional!). Dengan jelas mereka menginginkan kami untuk gagal.
Pada saat itu, Pemerintah Italia, dengan bantuan Professor Budini, datang berkompetisi untuk mendapatkan lokasi Pusat. Italia menawarkan $ 300.000 setahun tambah bangunan elegan ini. Tawaran diterima dengan sangat senang hati. Kami datang ke sini dan kami sangat senang karena kota ini dan Universitas Trieste telah memperlakukan kami secara cantik. Kami datang ke sini pada 1964.(
Setiap tahun, ribuan orang orang muda cemerlang dunia dalam sains dipapari di ICTP, institusi PBB yang agak unik pada pantai semenanjung Adriatik, Italia sedikit di luar Trieste. Kebanyakan ilmuwan ilmuwan ini datang dari negara negara sedang berkembang dan, di bawah lingkungan biasa, mereka mungkin menjadi calon calon yang akan berhijrah ke luar negeri. Ini dengan jelas mengapa pusat Trieste dalam operasinya mendapat dukungan gabungan dari dua badan PBB, IAEA dan UNESCO, dan Pemerintah Italia. Sebagai jalan keluar dari isolasi intelektual yang memaksa ilmuwan ilmuwan muda untuk beremigrasi, dia menawarkan latihan kepada mereka, suatu kesempatan untuk melakukan riset pada interval interval regular dan, kebanyakan dari semua, suatu tempat untuk berpikir, berbicara dan bekerja.
Dari pusat ilmiah ini di mana kapur tulis, papan tulis dan meja meja yang merupakan peralatan yang terlihat, hadir lebih dari ratusan makalah dan kertas kerja setiap tahun dalam bidang bidang dasar partikel elementer, fisika energi tinggi, teori medan, fisika nuklir, fisika zat padat dan fisika plasma, dan bidang-bidang ilmu lain terkait fisika dan matematika.
Pusat berfungsi sebagai rantai timur dan barat juga dunia maju dan dunia sedang berkembang. Lokakarya lokakarya riset telah membawa secara bersama sama orang orang hebat di Amerika Serikat dan Rusia untuk bekerja pada banyak topik fisika kontemporer.

Pusat Fisika Teori Internasional, kreasi monumental Professor Salam

Peta Italia

Professor Salam menerima gelar kehormatan Doktor Sains (D. Sc) dari Universitas Muslim Aligarh, Aligarh, India, Januari 1981.

Abdus Salam dan pemenang Nobel fisika P. A. M. Dirac ketika minum teh di Cambridge.

Professor Salam memberi kuliah di Laboratorim Cavendish, Cambridge, Kuliah Scott (1965). Pada barisan terdepan adalah para pemenang Nobel (Nobel Laureate), Sir George Thomson, Sir John Cockcroft, Sir Nevill Mott, dan P. A. M. Dirac.

9
KEHIDUPAN FISIKA SALAM:
KERJA KERAS

Bagi Salam, fisika semacam doá kebaktian. Dia juga memperlakukan fisika sebagai kesenangan besar. Dia menangani masalah bagai seekor anjing dengan tulangnya, namun begitu dia tetap santai. Dia menuangkan gagasan gagasannya dengan aliran yang lancar dalam pembicaraan pembicaraan dengan rekan rekannya.
Intensitas perasaan dan humornya yang berjalan dalam peneoriannya dilukiskan sekali ketika dia sakit. “Maaf,” dia memberitahu seorang rekan, “saya tak dapat mengerjakan fisika sekarang karena saya tak dapat berteriak kembali padamu”. Umumnya, Salam berbicara tenang, berpikir dalam, dan fasih dengan suara serak yang diperkeras oleh tawa. Dia selalu bersikap positif terhadap gagasan gagasan. “Beberapa teoretisi adalah nihilis,” dia mengeluh. “Mereka sangat pintar menunjukkan mana gagasan gagasan salah, tapi mereka tak menawarkan apapun sebagai gantinya. Saya lebih senang membangun.” Dia selalu berpikir secara terus-menerus tentang pola pola alam dan sajian matematis mereka, mencari keteraturan dan keindahan. “Simetri rusak menghancurkan hati anda.” katanya. Dia memulai harinya pada pukul 5.00 pagi. Seperti orang bijak dalam peribahasa, dia pergi tidur lebih awal, juga.
Ya, itu merupakan cerita anak Punjabi berpendidikan yang menjadi fisikawan terkenal. Tapi ada Salam yang lain: manusia dunia dalam pengertian yang paling modern, seorang manusia yang menaruh perhatian terhadap politik dan organisasi sains, dan terhadap masalah masalah kemiskinan dan keterbelakangan di tanah airnya dan di dua pertiga dunia.
Salam mengerti moral umum. “Kesempatan kesempatan adalah begitu sporadis di dunia ketiga bahwa orang yang secara mutlak berada di puncak boleh jadi tidak dapat memperoleh kesempatan itu.” Adalah perlu pengorbanan mengambil sains sebagai profesi; “dibayar sedikit, sangat sedikit dihargai. Anda harus termotivasi tinggi jika anda mengambilnya; dia tidak membawa pengaruh atau status dalam masyarakat yang mengutamakan status.”
Apakah Salam memikirkan bahwa dia mendapatkan timbangannya berat ke kanan? “Baik kadang kadang saya merasa sangat bodoh. Saya melakukan apa yang perlu dicapai yang saya inginkan, tapi seringkali kurang dari itu.” Salam adalah orang dengan energi luar biasa, dan antusiasme luar biasa tapi sayang dia seorang manusia tanpa waktu, merentang melintasi dua dunia dan dua masalah. Itu merupakan kekurangan bagi dunia bahwa dia tak dapat memiliki dua kehidupan.
Pada dinding kantor direktur di Trieste, bergantung suatu inskripsi doá Persia abad ke 16: “Dia memohon: “Oh Tuhan, lakukan keajaiban!” Kekuatan Salam adalah dia percaya pada keajaiban yang mungkin akan memberi seseorang jalan keluar dan membantunya pada jalan itu. Keajaiban yang dimulai dengan kerja keras.

Inskripsi doa Persia abad keenam belas di kantornya mengingatkan Abdus Salam pada daya mukjizat yang menyaratkan seseorang memulainya dengan kerja keras

Professor Salam (kedua dari kiri) pada sidang Pleno Komite Penasehat Sains dan Teknologi (ACAST Advisory Committe on Science and Technology) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat.

10
TEORI UNIFIKASI TERSOHOR:
MEWUJUDKAN IMPIAN EINSTEIN

Yang menempatkan dia sebagai seorang pemimpin fisika di tingkat dunia adalah teori yang dikenal dengan Teori Unifikasi konsep penyatuan empat gaya gaya fundamental yang membangun dan mengatur alam semesta ini.
Para ahli fisika telah mengetahui selama beberapa dasawarsa bahwa hamparan alam semesta tiada batas ini adalah dikendalikan oleh empat gaya gaya fundamental; tapi gaya gaya ini tampak sungguh berlainan, sungguh berbeda satu sama lain. Empat gaya gaya ini, yang oleh para ahli fisika disebut sebagai interaksi interaksi, adalah : gravitasi, gaya elektromagnetik, gaya nuklir kuat dan gaya nuklir lemah.
Gravitasi adalah gaya yang oleh orang awam sekalipun dapat memahaminya. Bahkan anak anak sekolahpun telah menyadarinya. Gaya gravitasilah yang menjaga bumi tetap berputar mengelilingi matahari. Juga kenyataan bahwa sembilan planet tata surya kita terlihat berada dalam perjalanan tiada henti mengelilingi dan mengelilingi matahari karena gaya tarik gravitasional bintang padat yang kita namakan Matahari. Tampak seolah olah planet planet terikat oleh sebuah tali ke matahari dan bergerak mengelilingi dan mengelilingi, seperti sebuah batu yang terikat sebuah tali dengan seorang anak kecil memutarnya melingkar, sebuah pemandangan yang sering terlihat di halaman sekolah.
Demikian pula, karena tarikan gravitasional bumi, Bulan juga selalu dalam orbit mengelilingi Bumi.
Semua benda benda langit berada dalam gerak tetap karena beberapa gaya gaya gravitasional bekerja kepada mereka.
Banyak orang juga telah mengetahui secara sambil lalu gaya kedua yang dikenal sebagai gaya elektromagnetik.
Cahaya, sinar X, gelombang radio dan TV semuanya merupakan manifestasi gaya elektromagnetik. Tidak ada contoh kapan seorang manusia tidak bertemu dengan gaya ini baik dalam bentuk tertentu, maupun dalam beberapa bentuk yang lain. Gaya elektromagnetik merupakan konsekuensi interaksi interaksi di luar inti atom, sebagaimana halnya gaya gravitasional.
Gaya gaya ketiga dan keempat tidak umum diketahui orang atau anak anak tanpa mereka terlebih dahulu belajar sedikit fisika. Dua gaya ini beroperasi di dalam atom tepatnya, di dalam inti atom. Tidak seperti gaya gravitasi dan elektromagnetik yang terlihat tergelar pada kanvas besar dalam kehidupan di sekitar kita sepanjang waktu, gaya nuklir kuat dan gaya nuklir lemah adalah selalu tersembunyi di dalam atom dan hanya sesekali terlihat melalui beberapa manifestasi mereka.
Misalnya, gaya nuklir kuat yang merekatkan inti inti atom memanifestasi ketika atom atom berfisi dalam reaktor nuklir atau bom atom. Manusia di lain pihak tidak selalu menyadarinya. Ia adalah gaya yang menjaga inti atom selalu bersama sama. Dan tanpa atom barcerai berai, manusia tidak akan mengetahuinya bahwa ia ada.
Demikian pula halnya, gaya nuklir lemah adalah instrumental dalam menciptakan radioaktivitas, yaitu radiasi spontan yang datang dengan sendirinya dari atom tertentu. Gaya kuat dan gaya lemah radioaktivitaslah yang berperan merubah corak dan sifat atom atom.
Pusat Fisika Teori Internasional (ICTP) di Trieste, Italia, tempat sebagian besar pekerjaan pada teori unifikasi tersohor dilakukan
Seperti dapat dilihat dari kupasan ini, empat gaya gaya ini secara jelas terlihat begitu berbeda antara satu dengan yang lain, tapi Professor Salam dan beberapa fisikawan lain melalui naluri dan intuisi mereka memikirkannya lain. Barangkali perasaan keagamaan yang begitu dalam, kepercayaan kepada satu Tuhan, mengilhami dirinya untuk mencari kesatuan dalam bentuk yang paling pokok dari hal hal dan benda benda di alam semesta ini.
Untuk waktu lama dia telah mencapai kesimpulan bahwa empat gaya gaya fundamental alam semesta dalam bentuk akhir mereka, adalah satu dan sama meski mereka terlihat begitu berbeda.
Bagaimana pembuktiannya? Dia tidak memiliki bukti di awal tahun enam puluhan tapi dia mulai membangun model model matematika yang didasarkan pada skema unifikasi yang koheren dan elegan. Ada banyak akibat wajar, banyak konsekuensi hadir dari hasil kerja matematika yang dalam. Petunjuk petunjuk yang datang sebagai akibat akibat wajar tersebut dapat dibuktikan pada eksperimen eksperiman dengan mesin mesin penumbuk atom bertenaga besar, yang disebut akselerator. Dalam akselerator akselerator ini partikel partikel atomik seperti proton dan elektron dipercepat ke kecepatan tinggi hingga mencapai kecepatan menghampiri kecepatan cahaya. Bila mana partikel-partikel menembak ini mengenai sebuah target atau bertumbukan satu sama lain, maka beberapa bentuk akhir atau dasar benda benda partikel akan tertayang.
Model penyatuan gaya-gaya interaksi ini, yang diawali dengan penyatuan gaya-gaya interaksi lemah dan elektromagnetik yang dilakukan Salam dan beberapa fisikawan lain, merupakan usaha untuk menyatukan kesemua gaya-gaya interaksi di alam semesta menjadi satu bentuk gaya interaksi tunggal yang umum. Usaha-usaha ke arah itu telah dilakukan dengan berhasil oleh Isaac Newton, yang menyatukan gaya terestrial (Bumi) dan gaya selestial (langit) dalam bentuk gaya gravitasi, dan oleh James Clerk Maxwell, yang menyatukan gaya listrik dan gaya magnet menjadi gaya elektromagnetik. Kemudian Einstein memiliki impian lain untuk menyatukan gaya gravitasi dan gaya elektromagnetik setelah berhasil memadukan konsep ruang dan waktu menjadi satu bentuk gaya tunggal lain. Namun impian Einstein ini gagal diwujudkannya. Impian Einstein untuk memadukan gaya-gaya telah berhasil diwujudkan walau secara sebagian oleh Salam dan dua fisikawan Amerika, Steven Weinberg dan Sheldon Glashow, melalui model penyatuan gaya di atas.

Albert Einstein, pencetus teori relativitas yang termasyhur, mengimpikan perlunya penyatuan gaya-gaya fundamental. Einstein gagal dalam usaha itu, namun Salam berhasil mewujudkannya sebagian.

11
HADIAH NOBEL:
SAINS WARISAN BERSAMA
UMAT MANUSIA

Pada 1970 an, beberapa konsekuensi yang harus muncul dari model model matematis unifikasi Professor Salam mulai tersingkap dalam akselerator akselerator. Dengan demikian, skema unifikasinya untuk gaya elektromagnetik dan gaya lemah kemudian mendapatkan pembuktian kuat.
Teorinya untuk apa yang disebut dengan teori elektroweak (elektro lemah) langsung menerima pengakuan luas di seluruh dunia, dan karena itu dia akhirnya dianugerahi Hadiah Nobel10 dalam fisika pada 1979 dibagi dengan dua ilmuwan Amerika, Sheldon Glashow dan Steven Weinberg yang juga bergelut dalam teori ini.
Sebuah pengukuhan resmi segera dilekatkan pada teorinya setelah tiga pertikel partikel berat baru, W+, W , dan Z0, seperti yang diramalkan oleh teorinya tersebut berhasil dideteksi dalam mesin penumbuk atom raksasa di CERN, Jenewa, oleh kelompok peneliti yang dipimpin oleh fisikawan eksperimental Italia, Carlo Rubia.
Sebagai hasil kerjanya, kini hanya ada tiga gaya gaya fundamental yang mengendalikan alam semesta ini dan bukan 4! Buku buku teks harus ditulis ulang.
Dalam pidato penerimaan Hadiah Nobelnya di Bangkuet Nobel di hadapan Raja Swedia, Professor Salam menekankan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan adalah sumbangan seluruh umat manusia dan pentingnya semua untuk berperan serta dalam pengembangannya. Salam antara lain berkata, (Penciptaan Fisika adalah warisan bersama seluruh umat manusia. Timur dan Barat, Utara dan Selatan telah berpartisipasi sama di dalamnya. Dalam Kitab Suci umat Islam, Allah berfirman:
(Kamu sekali kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah(11.
Ini akibatnya adalah, sebagai keyakinan semua fisikawan; semakin dalam kita melihat, semakin besar kekaguman kita, semakin terpesona kita.
Saya mengatakan ini, tidak hanya untuk mengingatkan mereka yang berada di sini malam ini, tapi juga untuk mereka di Dunia Ketiga, yang merasa bahwa mereka telah kalah dalam mengejar ilmu pengetahuan, karena kekurangan kesempatan dan sumber daya.
Alfred Nobel telah menetapkan bahwa tiada perbedaan ras atau warna kulit yang akan menentukan untuk menerima kedermawanannya. Pada kesempatan ini, izinkan saya mengatakan ini kepada mereka, yang Tuhan telah memberikan Rahmat Nya. Marilah kita berjuang untuk menyediakan kesempatan sama bagi semua sehingga mereka dapat terlibat dalam penciptaan Fisika dan sains untuk kesejahteraan seluruh umat manusia. Ini dengan pasti akan menjadi jiwa Alfred Nobel dan gagasan gagasan yang mengaliri hidupnya.

Professor Abdus Salam, dalam pakaian nasional Pakistan, menerima
Hadiah Nobel Fisika dari Yang Mulia Raja Carl Gustaf XVI dari Swedia (1979)
Prof. Abdus Salam (tengah) dengan Prof. Sheldon Glashow (kiri) dan Prof. Steven Weinberg (kanan), mereka membagi bersama Hadiah Nobel bidang Fisika 1979

Professor Abdus Salam memeluk Professor Carlo Rubia dari Italia, yang menemukan partikel berat dalam mesin penumbuk atom di Pusat Riset Nuklir Eropa (CERN), Jenewa, Swiss, dengan demikian memperkuat teori Salam.
Prof. Rubia mendapatkan Hadiah Nobel atas penemuan ini.

Seperti halnya teleskop bagi para astronom, maka akselerator adalah untuk para fisikawan partikel dengannya mereka dapat mengintip drama permulaan alam semesta.

12
MENYAKSIKAN DRAMA PENCIPTAAN: LEDAKAN BESAR

Hal yang paling menakjubkan bahwa ternyata teori teori Salam juga merupakan jendela untuk melihat drama yang dimainkan pada waktu alam semesta ini tercipta pertama kali, kira kira 15 milyar tahun yang lalu. Fisika partikel, di mana dia menjadi seorang pemimpin, berbicara tentang partikel partikel sub atomik di dalam atom. Dan malah sekarang bersatu dengan kosmologi sains tentang kosmos yang melihat alam semesta secara keseluruhan.
Teori Salam mampu menjelaskan bahwa pada peristiwa penciptaan alam semesta, semua keempat gaya fundamental itu adalah sesungguhnya sama dan satu belaka. Peristiwa penciptaan itu dikenal dengan peristiwa Big Bang atau Ledakan Besar, karena kosmologi memiliki banyak bukti bahwa alam semesta bermula dari suatu ledakan besar dan sebuah bola api dengan temperatur dan energi yang hampir tak hingga. Tapi kemudian di dalam detik detik pemisahan ketika level temperatur dan energi menurun, keempat gaya satu demi satu menjadi berpisah ke dalam apa yang menjadi bentuk mereka yang sekarang, sehingga terlihat berbeda satu sama lain, bahkan sungguh sungguh berbeda.
Hanya beberapa lakon dalam drama penciptaan itu, berlangsung sesaat (dalam waktu sepermilyar detik saja), yang dapat ditampilkan dalam akselerator akselerator hari ini, dan itu sudah cukup memberikan bukti bagi teori unifikasi gaya gaya, yang di lain pihak hanyalah merupakan suatu model matematis semata.

Professor Abdus Salam dalam pembicaraan dengan Chou En Lai, Perdana Menteri Cina, di Akademi Ilmu Pengetahuan Cina pada 1972

Perdana Menteri Italia, Giulio Andreotti, selama suatu kunjungan ke Pusat Fisika Teori Internasional pada 1989.

Pandangan pada Hall Perkuliahan Utama ICTP

Alam semesta kita yang tercipta 15 milyar tahun yang lalu.
Salam mencoba bergelut menyingkap rahasia.

13
KEYAKINAN ISLAM SALAM:
DO’A AYAH

Salam merupakan garis keturunan pangeran-pangeran muda Rajput yang beralih ke Islam kira-kira tahun 1200. Nenek moyangnya adalah terdidik dan ahli-ahli pengobatan: tapi mereka miskin. Didikan Islam Salam menjadikannya lebih Islam, menurut kitab suci Al-Qurán, secara relatif dia telah tiba ke penemuan spiritual dari agamanya. “Islam bagiku adalah hal yang sangat pribadi,” Salam berkata, ” Setiap umat manusia memerlukan agama, perasaan agama yang lebih dalam ini adalah salah satu hal yang mendesak dari umat manusia.” Tapi Salam tidak membiarkan mereka yang di luar kandang menuju api neraka abadi. “Saya menginginkan engkau menjadi Muslim, dan membagi perasaan-perasaan yang saya miliki, tapi saya tidak akan mencabut pedang kepadamu jika engkau tidak melakukannya!”
Salam tidak percaya bahwa ada konflik antara sainsnya dan agamanya. Dalam fisika, dia telah banyak terlibat dengan teori kesimetrian; dan “bahwa itu mungkin datang dari warisan Islamku untuk itu adalah cara kami memandang alam semesta yang diciptakan Allah, dengan idea-idea kecantikan dan kesimetrian dan keharmonian, dengan keteraturan dan tanpa kekacauan. Al-Qurán menempatkan begitu banyak pengakuan pada hukum-hukum alam. Jadi Islam memainkan suatu peran besar dalam pandangan saya tentang sains; kita sedang mencoba menemukan apa yang dipikirkan Tuhan; tentu saja kita gagal secara sangat menyedihkan dalam sebagian besar waktu, tapi kadang-kadang ada kepuasan besar dalam mencari sedikit kebenaran,” katanya. Salam juga menekankan bahwa dari 750-1200M sains hampir secara total Islam, dan bahwa, ” Saya hanya mewarisi tradisi itu bangkit.”
“Ayahku tidak mengambil pekerjaan akademis sebagai profesi, tapi dia sangat berkeinginan keras agar saya harus berhasil di situ. Dia mempengaruhi saya sangat kuat dalam hal tersebut.” Pekerjaan terbaik di Pakistan adalah jabatan pegawai negeri sipil; tapi Salam mengambil gelar matematika di Lahore, memenangkan beasiswa unik ke Cambridge, dan sementara di sana ” terhanyut ke dalam fisika.”
“Tidak ada pertanyaan, saya sangat beruntung. Jika saya tidak diberi beasiswa oleh (kemudian) pemerintah India, maka sangat mustahil secara finansial bagi saya untuk datang ke Cambridge.” Nasib Salam mendapatkan beasiswa baginya merupakan “suatu mukjizat”. Selama Perang Dunia Kedua, banyak politisi India ingin membantu usaha perang Inggris. Salah seorang dari mereka mengumpulkan dana kira-kira 15.000 poundsterling; tapi perang berakhir, dan dia harus memutuskan apa yang harus dilakukan dengan uang itu. Dia kemudian melembagakan lima beasiswa untuk pendidikan luar negeri.
Salam dan empat yang lain kemudian terpilih. Salam telah mengambil kesempatan baik untuk melamar ke Cambridge secara simultan; dan “pada hari yang sama saya mendapatkan beasiswa, 3 September 1946, saya juga mendapatkan kawat yang menyatakan bahwa lowongan yang tak diduga-duga telah datang dari Kolese St. John —penerimaan biasanya dilakukan jauh lebih awal—dan dapatkah saya datang Oktober itu?” Dengan demikian Salam berangkat ke Cambridge, tapi empat rekannya yang lain yang ditawari tempat tahun berikutnya, tidak pernah memperolehnya. Politisi dermawan itu meninggal tahun itu; penggantinya membatalkan program beasiswa itu. “Pada akhir semua usaha untuk mengumpulkan Dana Perang, untuk membeli amunisi, berakhir dalam satu hal: membawa saya menuju Cambridge!” Salam tertawa. “Terserah orang mau menyebutnya sebagai suatu kebetulan belaka; tapi ayah saya tidak percaya ini. Dia yang telah menginginkan dan berdoá untuk ini melihatnya saya kira, benar sebagai suatu jawaban atas doá doánya.”

Abdus Salam dalam pakaian tradisional Pakistan dari nenek moyangnya

Ayah Professor Salam, Chondry Mohammad Hussain

Professor Abdus Salam bertemu dengan Bapak Suci Paus Paulus Yohannes II

Abdus Salam menerima sebuah penghargaan di Spanyol pada 1983

14
KEBANGKITAN KEMBALI SAINS
DI DUNIA ISLAM:
MENOLEH KE BARAT

Sejak kecil, ketika dia menonton ahli obat di Jhang meramu serbat aromatik dari buku kuno Ibnu Sina, dokter dan ahli filsafat Persia, Salam telah memperoleh minat kebanggaan pada kemegahan sains dan sastra Islam. Dia suka mengingat hari hari ketika Baghdad dan Toledo Moor (Arab Spanyol), waktu itu, menjadi pusat pusat utama menuntut ilmu di dunia. Bahkan sekarang, visinya tentang masa depan Pakistan tidak terkekang oleh kepuasan kepuasan kebutuhan material. “Sekali sebuah bangsa mulai memikirkan hal hal yang lebih tinggi,” dia berkata, “orang orang terdidik harus mengambil suatu peran dalam masyarakat itu.”
Dalam memelihara tradisi Islam yang kuat, “Amal bermula di rumah”, tiada orang muda Pakistan yang meminta bantuan atau bimbingan dari Salam yang ditelantarkan. Begitu pula mahasiswa mahasiswa Baratnya juga selalu memperoleh bantuan dan dukungannya.
Salam merupakan orang tak pernah lelah mengupayakan kemajuan sains dan pentingnya partisipasi yang sama dari semua, termasuk dari kalangan negara-negara Islam. Salam bahkan berharap bahwa semoga fase terakhir dari usaha-usaha penyatuan gaya-gaya fundamental akan lahir dari generasi muda muslim. Keinginannya yang besar agar kebangkitan sains kembali bersinar di dunia Islam selain dunia ketiga dinyatakannya dengan mengingatkan kepada kita beberapa era ketika sains benar-benar bersinar di Tanah Islam. Dalam simposium di Bahrain, Salam antara lain mengemukakan: Kenyataan bahwa kita sedang mencari suatu bentuk kemanunggalan di antara gaya gaya alam yang tampak terpisah pisah, adalah bagian dari keyakinan kita sebagai fisikawan dan saya sebagai Muslim.
Untuk mengetahui bahwa sains adalah warisan bersama umat manusia, dan bahwa sejarah penemuan ilmu pengetahuan, juga sejarah seluruh kebudayaan, telah berjalan melalui siklus siklus, saya ingat dalam kuliah Nobel saya suatu episode sejarah, ketika, tujuh ratus enam puluh tahun lalu, seorang Skotlandia meninggalkan lembah tanah kelahirannya menuju selatan ke Toledo di Spanyol. Namanya adalah Michael, tujuannya ke sana adalah untuk hidup dan bekerja di salah satu Universitas Arab di Toledo dan Cordoba. Di Cordoba, satu generasi sebelumnya, seorang Yahudi terdidik terbesar abad pertengahan, Musa bin Maimun, telah duduk berguru di bawah kaki Guru guru Arabnya. Michael mencapai Toledo pada 1217 M. Setelah di Toledo, Michael membentuk proyek ambisius untuk memperkenalkan karya Aristoteles ke Eropa Latin, menerjemahkannya tidak dari Yunani asli, yang tidak diketahuinya, tapi dari terjemahan Arab yang kemudian diajarkan di Spanyol. Dari Toledo, Michael berpindah ke Sisilia, ke Istana Kaisar Frederick II. Ketika mengunjungi sekolah kedokteran di Salerno, yang diresmikan oleh Frederick pada 1231, Michael bertemu dokter Denmark, Hendrik Harpestraeng kelak menjadi dokter istana Raja Eric IV Waldermarson. Hendrik si orang Denmark telah datang ke Salerno untuk menyusun penelitiannya disimpan dalam tujuh volume di Perpustakaan Nasional Stockholm tentang darah dan pembedahan. Sumber sumber Hendrik adalah kanun kanun kedokteran ahli klinis terbesar Islam, Al Razi dan Ibnu Sina, yang hanya Michael si Skotlandia yang dapat menerjemahkan untuknya.
Sekolah sekolah Toledo dan Salerno menandai permulaan penciptaan Sains di dunia Barat. Pada sekolah sekolah ini sebuah lilin dinyalakan dari sebuah lilin yang telah menyala terang di tanah tanah Islam.
Terhadap siklus penciptaan ilmiah ini, barangkali saya dapat lebih kuantitatif. George Sarton, dalam lima volume monumentalnya Sejarah Sains, memilih membagi ceritanya tentang pencapaian dalam Sains ke dalam zaman zaman, tiap zaman berlangsung setengah abad. Dengan tiap setengah abad dia hubungkan dengan satu tokoh sentral. Jadi, 450 400 S.M., Sarton menyebut zaman Plato; ini diikuti oleh setengah abad Aristoteles, Euclid, Archimedes, dan seterusnya. Dari 600 M hingga 700 M adalah abad Cina dari Hsuan Tsang dan I Ching dan kemudian 750 M hingga 1100 M 350 tahun secara terus menerus adalah merupakan rangkaian tak terputus dari zaman Jabir, Al Khwarizmi, Al Razi, Masudi, Wafa, Al Biruni dan Ibnu Sina, Ibn al Haitham dan Omar Khayyam Arab,Turki, Afghan dan Persia orang orang yang masuk kebudayaan dan persemakmuran Islam. Mereka adalah ahli kimia, ahli aljabar, ahli klinis, ahli geografi, ahli matematik, ahli fisika dan ahli astronomi. Setelah 1100 M, dalam cerita sains George Sarton, muncul nama orang Barat pertama; Gerard dari Cremona, Roger Bacon tapi penghargaan itu masih harus dibagi untuk dua ratus lima puluh tahun yang lain dengan nama nama Ibnu Rusdhy, Nasiruddin, Tusi dan Ibnu Nafis orang yang pertama mengantisipasi teori peredaran darah Harvey.
Akan tetapi, setelah 1350 dunia Islam mengalami kemunduran kecuali untuk waktu kilatan sekejap dari kecemerlangan ilmiah, seperti di Istana Ulugh Beg cucu Emir Timur di Samarkand pada 1437 M, dengan Emir Ulugh Beg sendiri berpartisipasi bersama sama dengan astronom astronomnya dalam debat debat ilmiah dan berbagi dalam perangsangan penemuan. Dan akhirnya ada suatu kompilasi Zij (Tabel-tabel) dari Muhammad Shahi di Istana Kekaisaran Moghul Delhi pada 1720, yang mengoreksi tabel tabel Eropa terbaik tentang hari sebanyak enam menit busur.
Untuk menandai level pencapaian ini dan untuk mengetahui keaslian dan kaliber sains di dunia Islam, saya akan mengambil subyek saya sendiri, fisika, sebagai contoh. Berlawanan dengan pandangan orang-orang Yunani, Ibnu Sina (980 – 1037) telah menganggap cahaya sebagai pancaran dari sumber-sumber partikel yang berpendar yang menjalar pada kecepatan berhingga; dia telah memahami sifat panas dan gaya dan gerak. Rekan sezamannya, salah seorang fisikawan terbesar sepanjang zaman, Ibnu al-Haitham (965 – 1039), yang mulai bekerja di dekat Basrah dan kemudian berpindah ke Mesir, memberikan kontribusi eksperimental berderajat tinggi dalam optik dan menyatakan bahwa sinar cahaya, dalam melewati medium, mengambil lintasan yang lebih mudah dan (lebih cepat(. Dalam hal ini dia telah mengantisipasi prinsip waktu terkecil Fermat pada beberapa abad sebelumnya. Dia mengemukakan hukum inersia, kelak menjadi hukum Newton pertama tentang gerak, dan menjelaskan proses refraksi dalam pengertian mekanis, dengan memandang gerak (partikel cahaya( ketika mereka melewati permukaan pemisah dua media, sesuai dengan hukum persegi empat gaya (suatu pendekatan yang kelak ditemukan kembali dan dikupas oleh Newton).
Al-Khazini dari Merv, Turkmenistan, pada abad kedua belas, telah mengerjakan teori gravitasi universal yang terarah menuju pusat Bumi; dia juga bertanggung jawab terhadap anggapan bahwa udara memiliki berat dan kerjanya yang asli pada kapilaritas. Qutbuddin al-Shirazi (1236 – 1311) dan muridnya Kamaluddin memberikan suatu penjelasan yang pertama tentang pelangi, menyatakan bahwa kecepatan cahaya merupakan ratio kebalikan terhadap kerapatan optik medium, ketimbang bahan, dan bahwa lensa-lensa hyperboloidal menghindarkan aberasi sferik.
Dalam mengkaji pekerjaan ini, mari kita tidak melupakan bahwa kebanyakan orang-orang ini hanyalah fisikawan lembur. Mereka adalah universalis dokter, astronom, leksikografer, ahli puisi dan bahkan ahli agama sekaligus.
Dalam cerita ini saya belum menyebut al-Biruni (973 – 1048) yang bekerja di Afghanistan, merupakan seorang eksperimenter besar seperti rekan sezamannya Ibnu Al-Haitham. Dia sama moderennya dan sama pendapatnya dengan Galileo, enam abad kemudian, dengan mana dia membagi penemuan secara terpisah (dengan mendahului) apa yang disebut invariansi Galileo hukum-hukum alam membeberkan pernyataan bahwa hukum fisika yang sama berlaku di Bumi dan di bintang-bintang yang mengorbit di langit.
Saya telah menyebut beberapa ide-ide besar baru dalam fisika yang dihasilkan oleh ilmuwan muslim. Namun seperti semua sains, bagian terbesar kerja ilmiah di dalam Islam adalah bukan suatu rekaman dari apa yang dilakukan orang-orang mashur universal ini; tapi merupakan data yang sungguh-sungguh dan terakumulasi lambat, dilengkapi dengan tinjauan, eksposisi, dan komentar kritis terhadap kerja rekan-rekan sejawatnya.
Apa syarat-syarat yang membawa orang-orang Muslim mengembangkan sains pada tingkatnya yang mendemam dalam abad ke delapan, sembilan, sepuluh dan sebelas? Apa alasan atas keunggulan mereka? Orang mungkin berpendapat ada tiga: pertama dan terutama, orang Muslim mengikuti perintah yang berulang-ulang dari Kitab Suci Qur(an dan Sunnah Nabi untuk mendalami ilmu. Alasan kedua, yang berhubungan dengan pertama, adalah status yang sesuai dalam Islam terhadap manusia berpengetahuan dan berilmu, dan ketiga, karakter internasional Islam. Persemakmuran Islam itu sendiri melintasi bangsa dan warna kulit.
Tapi kontribusi kontribusi ini sekalipun demikian, tradisi ilmiah utama tidak selamanya hidup dan tegar; lama, jauh sebelum ia berbelok di dalam batin dan menjadi tulang. Dan ini membawa kita pada abad ini ketika siklus dimulai oleh Michael si Skotlandia berputar menjadi lingkaran penuh, dan kita di dunia Islam dan Arab yang kemudian memutarnya dan menoleh ke arah Barat untuk menstimulasi penciptaan ilmu.

Ilmuwan dari seluruh penjuru dunia menggunakan perpustakaan ICTP

15
CITA CITA LAIN: PROMOSI SAINS
DI DUNIA KETIGA

Cinta pertama Professor Salam ialah fisika; tapi dia juga memiliki cita cita lain barangkali sama kuatnya dengan fisika. Yaitu, cita cita untuk mempromosikan sains dan teknologi di negara negara miskin dan kurang maju dari Dunia Ketiga. Dia memulai suatu missi menuju tujuan itu lebih tiga dasa warsa yang lalu.
Buah pertama dari usaha keras ini adalah didirikannya Pusat Fisika Teori Internasional (ICTP Internasional Centre for Theoretical Physics) di kota cantik Trieste di Italia. Professor Salam telah menjadi Direktur ICTP sejak pendiriannya pada 1964. ICTP sekarang adalah suatu institusi termasyhur di mana ribuan ilmuwan dari negara negara berkembang (juga dari negara negara maju) datang setiap tahun untuk belajar dan berinteraksi pada level tingkat tinggi.
Itu merupakan suatu forum internasional sangat efektif, barang kali hanya satu satunya dari jenisnya, di mana kontak kontak ilmiah di antara ilmuwan ilmuwan dari demikian banyak negara berlangsung secara kontinyu. Ini terutama akan membantu perkembangan dan pertumbuhan studi studi lebih maju dan riset lanjutan di negara negara sedang berkembang, ketika ilmuwan ilmuwan di negara negara ini memiliki sangat sedikit kesempatan untuk belajar atau berinteraksi dengan peneliti peneliti terbaik lain di negeri mereka sendiri.
Sering mereka datang ke Trieste, dan di ICTP mereka melakukan riset atau menulis sebuah makalah pada bidang ilmiah mereka. Ilmuwan ilmuwan muda menerima pelatihan dalam riset, atau menyelesaikan riset di Trieste dengan ilmuwan ilmuwan kaliber tinggi yang selalu siap bekerjasama atau membimbing. ICTP adalah sebuah institusi multi disiplin di mana tidak hanya spektrum besar fisika teori yang menjadi fokusnya, tapi juga bidang bidang seperti matematika, fisika terapan, fisika zat hidup, penginderaan jauh, untuk menyebut beberapa di antaranya.
Sepanjang perguliran tahun kuliah kuliah pelatihan tingkat tinggi, semiloka-semiloka, konferensi konferensi dan pertemuan pertemuan topikal berlangsung di ICTP. Pusat juga diperlengkapi peralatan-peralatan elektronik dan mikrokomputer mikrokomputer juga terminal terminal komputer. Ia memiliki salah satu perpustakaan terbaik dalam berbagai disiplin bidang ilmu fisika dan metematika. Perpustakaannya memiliki sejumlah 30.000 buku dan 600 jurnal untuk dimanfaatkan ilmuwan ilmuwan yang mengunjungi Pusat.
Bagaimana hebatnya skema ICTP, dapat dilihat dari kenyataan bahwa rata rata hampir 5.000 ilmuwan pertahun mengunjungi institusi ini untuk beberapa lama, antara satu sampai dua belas bulan, atau untuk berpartisipasi dalam aktivitas aktivitas yang diselenggarakan Pusat.
Dengan demikian, ICTP telah mencapai suatu peran besar dalam memberikan pelatihan tambahan kepada kader kader ilmuwan bagi negara negara sedang berkembang dan dalam meningkatkan kemampuan riset mereka. Ini berdampak pada menurunnya arus “hijrahnya ke luar negeri orang orang berbakat” dari dunia sedang berkembang. Banyak ilmuwan di negara negara sedang berkembang, yang harus bermigrasi ke negara negara maju, sekarang lebih suka untuk tinggal di tanah airnya sendiri karena fasilitas fasilitas yang disediakan oleh ICTP.
Semua ini sangat membantu dalam mempromosikan sains di neraga negara sedang berkembang dari Asia, Afrika dan Amerika Latin.
Di Kompleks ICTP, Trieste, Professor Salam yang tak kenal lelah telah mendirikan institusi institusi lain yang menjadi pelengkap tujuan tujuan untuk mana ICTP didirikan. Ada institusi yang disebut Akademi Ilmu Pengetahuan Dunia Ketiga (TWAS Third World Academy of Sciences). Akademi ini diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Javier Perez de Cuellar, pada 1985, dan merupakan forum internasional pertama yang menyatukan wanita dan laki laki sains yang menonjol dari Dunia Ketiga dengan suatu kesamaan pandangan untuk mempromosikan sains dan teknologi di negara negara sedang membangun. Badan ilmuwan ilmuwan terkemuka ini melakukan usaha usaha keras dalam berbagai cara untuk membantu perkembangan ilmuwan ilmuwan berpotesi dari Dunia Ketiga dan menghadirkan keunggulan pada kerja mereka.
Akademi selalu mencari untuk menemukan dan mempromosikan riset ilmiah kaliber tinggi yang sedang dilakukan oleh para ilmuwan di negara negara berkembang, sehingga membantu mereka dalam membangun kontak kontak mutual dan dengan demikian memperkuat potensi ilmiah mereka untuk pembangunan negara negara miskin.
Dengan tujuan dan pandangan yang sama, Akademi juga memberikan penghargaan kepada ilmuwa ilmuwan Dunia Ketiga dan hadiah hadiah kepada ilmuwan ilmuwan muda berprestasi.
Akademi mendukung proyek proyek riset di negara negara Dunia Ketiga, menyediakan suku cadang suku cadang bagi peralatan di laboratorium laboratorium mereka, menyediakan buku buku dan jurnal jurnal yang diperlukan oleh ilmuwan ilmuwan di negara negara sedang berkembang, memberi mereka dukungan dana untuk melakukan riset dan pelatihan di laboratorium laboratorium Italia.
Dukungan bagi keuangan Akademi datang dari Pemerintah Italia, Badan Pembangunan Internasional Canada (CIDA) dan banyak organisasi organisasi lain dari seluruh dunia.
Organisasi lain yang tercipta pada 1988 di Trieste, melalui usaha usaha Professor Salam, adalah dikenal sebagai Jaringan Kerja Organisasi Ilmiah Dunia Ketiga (TWNSO Third World Network of Scientific Organizations). Ia merupakan suatu organisasi yang menyatukan badan badan yang terkait dengan studi ilmu pengetahuan, seperti Akademi Akademi Ilmu Pengetahuan, dari negara negara sedang berkembang.
Pentas ini dapat menerapkan beberapa tekanan tekanan politis pada pemerintah masing masing negara berkembang untuk mendukung perkembangan sains dan teknologi di negara mereka. Ia juga dapat bertindak sebagai suatu grup perunding dengan bangsa bangsa berindustri kuat dalam memberi usaha usaha perlindungan bagi kepentingan kepentingan negera negara miskin terhadap sains dan teknologi sebagai sebuah instrumen pembangunan di Dunia Ketiga.

Professor Salam dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Javier Perez de Cuellar (1985)

16
BEKERJA UNTUK PERDAMAIAN:
HAMBA YANG MAHA DAMAI

Salam bermakna ‘damai’ dan sesuai dengan namanya, Professor Salam, terlepas dari usaha usaha besarnya untuk mempromosikan Sains dan Teknologi di dunia sedang berkembang, juga telah berjuang keras untuk melarang perang dan mempromosikan perdamaian di dunia ini. Melalui kuliah kuliah dan tulisan tulisannya dan dukungannya terhadap banyak organisasi yang berjuang untuk perdamaian, dia telah memperkuat usaha usaha pentingnya mewujudkan perdamaian dunia. Dia telah diberi empat penghargaan internasional untuk kontribusi terhadap usaha usaha perdamaian dan promosi kerja sama ilmiah internasional.
Tema lain yang telah didukungnya dengan penuh semangat selama bertahun tahun adalah masalah lingkungan. Jika lingkungan alam di bumi terganggu melalui polusi manusia, ekologi planet ini akan kehilangan keseimbangan dan keramahannya dan generasi mendatang tidak akan lagi menemukan suatu planet tempat hidup yang sehat dan nyaman.
Hutan hutan secara perlahan lahan dirusak dengan ditebangnya pohon pohon secara tidak pandang bulu; batu bara dan bahan bakar fossil lain sedang dibakar secara gencar, menimbulkan kepulan kepulan karbon dioksida yang terbuang ke atmosfer. Ini menghasilkan apa yang disebut dengan efek rumah kaca, menyebabkan naiknya temperatur bumi sebagai akibat pemanasan global.
Professor Salam juga sedang berjuang melawan polusi lingkungan dan retensi bumi sebagai bumi yang nyaman.

Professor Abdus Salam dengan Julius Nyerere, mantan Presiden Tanzania (kiri), ketika dia berkunjung ke ICTP pada 1989.

17
BERBAGAI PENGHARGAAN DAN
KEHORMATAN:
PENGAKUAN USAHA KERAS

Sebagai pengakuan atas kerjanya sebagai seorang fisikawan dan perjuangannya terhadap kepentingan negara negara sedang berkembang, Professor Salam telah dianugerahi oleh berbagai negara dan badan badan internasional pada berbagai kesempatan. Penghargaan penghargaan itu telah merupakan suatu daftar panjang dengan beberapa di antara yang berikut patut disebutkan:
Tiga puluh universitas di berbagai negara telah menganugerahinya suatu gelar Doktor Sains (D.SC.) kehormatan, penghargaan akademis tertinggi yang dapat mereka berikan kepada seseorang. Ini meliputi Universitas Cambridge, Edinburgh, Bristol, Glasgow dan Universitas London, semuanya di Britania Raya. Di Amerika Serikat, Universitas New York telah memberikan penghargaan sama kepadanya.
Di negeranya sendiri, Pakistan, Universitas Islamabad telah menganugerahinya suatu D.SC. kepadanya, dan begitu pula Universitas Punjab, Lahore, universitas tertua di Pakistan.
Dari India, negara tetangga, dia telah diberi penghargaan serupa oleh tiga universitas, dari Amerika Latin oleh enam universitas. Universitas Gotenborg, Swedia, Universitas Trieste, Italia, Universitas Sains dan Teknologi, Hefei, Cina, tiga universitas di Afrika dan yang lain juga telah menganugerahinya dengan D.SC. kehormatan.
Beberapa penghargaan penghargaan utama lain, selain Hadiah Nobel, untuk kontribusinya terhadap fisika adalah: Hadiah Hopkins dari Universitas Cambridge untuk kontribusinya yang paling menonjol bagi fisika selama 1957 1958, Hadiah Adam (Universitas Cambridge) 1958; Penghargaan Medali Maxwell dari Physical Society, London, 1961; Medali Hughes dari Perhimpunan Kerajaan, London ; Medali Memorial J.Robert Oppenheimer oleh Universitas Miami, Amerika Serikat; Medali dan Hadiah Guthrie dari Institut Fisika, London; Medali Emas Sir Devaprasad Sarvadhikary dari Universitas Calcutta, India; Medali Matteuci dari Accademia Nazionale di XL, Roma, Italia; Medali John Torrence Tate dari Institut Fisika Amerika, Amerika Serikat; Medali kerajaan dari masyarakat Kerajaan London; Medali Einstein, UNESCO, Paris; Penghargaan Shri R.D. Birla oleh Perhimpunan Fisika India; Medali Josef Stefan dari Intitut Josef Stefan, Ljubljana, Slovenia; Medali Emas untuk kontribusi kontribusi paling menonjol dalam fisika dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cekoslowakia, Praha; Medali Emas Lomonosov dari Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet, dan Penghargaan dan Medali Edinburgh pertama dari Britania Raya.
Dia diberi kehormatan gelar bangsawan oleh Ratu Inggris pada Agustus 1989, dengan ditunjuk sebagai Komandan Kesatria Kehormatan Bintang Kerajaan Britania Raya.
Professor Salam juga anggota dari akademi akademi dan perhimpunan perhimpunan dari banyak negara di dunia.
Professor Salam adalah salah satu “orang bijaksana” yang dipercaya oleh Perserikatan Bangsa Bangsa bagi pemanduan aplikasi sains dan teknologi pada perang global terhadap kemiskinan. Meskipun demikian pengakuan seperti itu hanya mengatakan sedikit tentang orang ini, atau tentang perannya dalam dunia fisika.
Hanya menghubungkan! Itulah tema yang berjalan menembus hidup dan kerja Abdus Salam. Dia telah mengikuti ajaran Islam dan dia telah mengabdikan hidupnya untuk prinsip kemanunggalan kemanunggalan Alam dan kemanunggalan Umat manusia. Sebagai seorang ahli filosof alam dia telah melihat bahwa berbagai interaksi partikel elementer harus tidak lebih dari pada aspek aspek berbeda dari suatu gaya tunggal utama. Sebagai seorang politisi dan pemimpin moral dia telah mendemonstrasikan bahwa berbagai interaksi bangsa dan budaya adalah bukanlah rintangan bagi persaudaraan Manusia dalam sains.
Dalam lingkaran filosofi, alam dan sosial, Abdus Salam berjuang secara terus menerus untuk “menghubungkan”. Sepanjang jalan itu dia telah mencapai seperti suatu unifikasi Alam, realisasi ideal persaudaraan umat manusia, bahwa merupakan penghargaan yang sangat wajar yang kita harus lakukan untuknya.

Professor Abdus Salam dengan Pembantu Rektor Edinburgh, Eleanor McLaughin, pada kesempatan penganugerahan Medali Edinburgh pada 1989.

18
KINI SEBUAH LEGENDA:
MANUSIA DENGAN DUA JIWA

Sebagai legenda dalam sepanjang hayatnya, Salam menghadirkan kekaguman sebagai manusia cakap saat ini seperti yang dilakukannya di hari hari masa mudanya, dan, secara mengejutkan, dia adalah seorang manusia dari dua dunia. Jiwanya adalah Barat, menghunjam kuat dalam pemikiran ilmiahnya dan selalu terkait erat dengan fisika pada bidang batas sangat terdepan, tapi hatinya adalah tetap Timur yang penuh cinta kasih dan simpati untuk orang orang dari negerinya dan untuk Dunia Ketiga secara umum.
Dia telah bekerja keras tanpa kenal lelah untuk promosi sains dan perdamaian yang dapat membuat cemburu anak anak muda dan sebagai Professor Fisika Teori yangmencari dan mencari terus penemuan-penemuan.
Dia adalah memang tidak kurang dari pada sebuah keajaiban.

BIO DATA

I. ABDUS SALAM Tanggal Lahir : 29 Januari 1926
Tempat Lahir : Jhang, Pakistan
Kebangsaan : Pakistan

II. Karier Pendidikan

Kolese Negeri, Jhang dan M.A. (Universitas Panjab)
Lahore (1938 1946)
Kolese St. John, Universitas B.A. Honours pertama Ganda
Cambridge (1946 1949) Matematika (Wrangler) dan
Fisika.
Laboratorium Cavendish, Ph.D. dalam Fisika Teoretik
(1952) Dianugerahi Hadiah Smith oleh Universitas Cambridge untuk kontribusi paling menonjol pra doktoral dalam fisika (1950)

III. Jabatan jabatan

Professor, Kolese Negeri, Lahore (1951-1954)
Ketua Jurusan Matematika, Universitas (1951-1954)
Panjab, Lahore
Dosen Universitas Cambridge, (1954-1956)
Cambridge, Inggris
Professor Fisika Teori, Kolese Imperial (1957- )
London, Universitas London

Pendiri dan Direktur Pusat Fisika Teori (1964- )
Internasional (ICTP), Trieste, Italia
Anggota Terpilih, Kolese St. John, Cambridge (1951-1956)
Anggota Institut Studi Lanjutan, Princeton, (1951)
Amerika Serikat
Anggota Kehormatan Terpilih Seumur Hidup, (1971)
Kolese St. John, Cambridge, Inggris

IV. Penugasan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Sekretaris Ilmiah, Konferensi Jenewa pada (1955 dan
Penggunaan Damai Energi Atom 1963)
Anggota Terpilih Badan Gubernur, IAEA, Wina (1962-1963)
Anggota, Komite Penasehat Sains dan Teknologi (1964-1973)
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Ketua Terpilih, Komite Penasehat Sains dan (1971-1972)
Teknologi Perserikatan Bangsa-Bangsa
Anggota, Komite Panel dan Yayasan Perserikatan (1970-1973)
Bangsa-Bangsa untuk Universitas PBB
Anggota, Komite Penasehat Universitas PBB (1981-1983)
Anggota, Dewan, Universitas Perdamaian, (1981-1986)
Costa Rica
Ketua Terpilih, Panel Penasehat UNESCO untuk (1981)
Sains, Teknologi dan Masyarakat

V. Penugasan Lain

Anggota, Dewan Ilmiah, Institut Riset (1970)
Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI)
Wakil Ketua Terpilih, Uni Fisika Murni dan (1972-1978)
Terapan Internasional (IUPAP)
Presiden Pertama Terpilih Akademi Ilmu (1983- )
Pengetahuan Dunia Ketiga

VI. Penghargaan atas Kontribusi pada Fisika

Hadiah Hopkins (Universitas Cambridge) untuk (1958)
kontribusi paling menonjol dalam fisika selama
1957-1958
Hadiah Adams, Universitas Cambridge, (1958)
Penerima Pertama Medali dan Penghargaan
Maxwell, (Perhimpunan Fisika, London)
Medali Hughes (Perhimpunan Kerajaan, London) (1961)
Medali Memorial dan Hadiah J. Robert (1964)
Openheimer, Universitas Miami
Medali Emas Sir Devaprasad Sarvadhikary (1971)
(Universitas Calcutta)
Medali Matteuci (Accademia Nazionale di XL, (1977)
Roma)
Medali John Torrence Tate (Lembaga Fisika (1978)
Amerika)
Medali Kerajaan (Perhimpunan Kerajaan, (1978)
London)
Hadiah Nobel Fisika (Yayasan Nobel) (1979)
Medali Einstein (UNESCO, Paris) (1979)
Penghargaan Shri R. D. Birla (Perhimpunan (1979)
Fisika India)
Medali Josef Stefan (Institut Josef Stefan, (1980)
Ljubljana)
Medali Emas untuk kontribusi paling menonjol (1981)
dalam fisika (Akademi Ilmu Pengetahuan
Cekoslowakia, Praha)
Medali Emas Lomonosov (Akademi Ilmu (1983)
Pengetahuan Uni Republik Sosialis Soviet)

VII. Penghargaan atas Kontribusi menuju Perdamaian dan Promosi Kerjasama Ilmiah Internasional

Medali dan Penghargaan Atom untuk (1968)
Perdamaian (Yayasan Atom untuk Perdamaian)
Medali Perdamaian (Universitas Charles, Praha) (1981)
PremioUmberto Biancamano (Italia) (1986)
Perhargaan Perdamaian Internasional Dayuni (1986)
(Bangladesh)

VIII. Akademi dan Perhimpunan

Terpilih, Anggota, Akademi Ilmu Pengetahuan (1954)
Pakistan (Islamabad)
Terpilih, Anggota, Perhimpunan Kerajaan, (1959)
London
Terpilih, Anggota, Akademi Ilmu Pengetahuan (1979)
Kerajaan Swedia (Stockholm)
Terpilih, Anggota Asing, Akademi Seni dan (1971)
Sains Amerika (Boston)
Terpilih, Anggota Asing, Akademi Ilmu (1971)
Pengetahuan USSR (Moskow)
Terpilih, Anggota Asing Luar Biasa, Akademi (1974)
Ilmu Pengetahuan Nasional Amerika Serikat
(Washington)
Terpilih, Anggota Asing, Accademia Nazionale (1979)
dei Lincei (Roma)
Terpilih, Anggota Asing, Accademia Tiberina (1979)
(Roma)
Terpilih, Anggota Asing, Akademi Irak (1979)
(Baghdad)
Terpilih, Anggota Kehormatan, Institut Riset (1979)
Fundamental Tata (Bombay)
Terpilih, Anggota Kehormatan, Perhimpunan (1979)
Fisika Korea (Seoul)
Terpilih, Anggota Asing, Akademi Kerajaan (1980)
Marono (Rabat)
Terpilih, Anggota Asing, Accademia Nazionale (1980)
delle Scienze (dei XL), (Roma)
Terpilih Anggota, Akademi Ilmu Pengetahuan, (1980)
Seni dan Humaniora Eropa (Paris)
Terpilih Anggotra Luar Biasa, Institut Josef (1980)
Stefan (Ljubljana)
Terpilih, Anggota Asing, Akademi Ilmu (1980)
Pengetahuan Nasional India (New Delhi)
Terpilih, Anggota, Akademi Ilmu Pengetahuan (1980)
Bangladesh (Dhaka)
Terpilih, Anggota, Akademi Pontifikal Ilmu (1981)
Pengetahuan (Vatican City)

Terpilih, Anggota, Akademi Ilmu Pengetahuan (1981)
Portugal (Lisbon)
Anggota Pendiri, Akademi Ilmu Pengetahuan (1983)
Dunia Ketiga (Trieste)
Anggota Pendiri, Akademi Sains dan Seni (1983)
Yugoslavia (Zagreb)
Terpilih, Anggota Kehormatan, Akademi Seni (1984)
dan Sains Ghana
Terpilih, Anggota Kehormatan, Akademi Ilmu (1985)
Pengetahuan Polandia
Terpilih, Anggota, Academia de Ciencias (1986)
Medicas, Fisicas y Naturales de Guatemala
(Guetemala)
Terpilih, Anggota Kehormatan Seumur Hidup, (1986)
Perhimpunan Fisika London

IX. Bintang

Bintang Nishan-e- Imtiaz (Pakistan) (1979)
Bintang Andres Bello (Venezuela) (1980)
Bintang Istiqlal (Yordania) (1980)
Cavaliere di Gran Croce dell(Ordine al Merito (1980)
della Repubblica Italiana (Italia)
Bintang Komandan Kesatria Kehormatan (1989)
Kerajaan Britania Raya (Inggris)

X. Doktor Sains (D. Sc) Honoris Causa:

Universitas Panjab, Lahore, Pakistan (1957)
Universitas Edinburgh, Edinburgh, Inggris (1979)
Universitas Trieste, Trieste, Italia (1979)
Universitas Islamabad, Islamabad, Pakistan (1979)
Universitas Nacional de Ingenieria, Lima, Peru (1980)
Universitas San Marcos, Lima, Peru (1980)
Universitas Nasional San Antonio Abad, Cuzco, (1980)
Peru
Universitas Simon Bolivar, Caracas, Venezuela (1980)
Universitas Wroclow, Wroclow, Polandia (1980)
Universitas Istanbul, Istanbul, Turki (1980)
Universitas Guru Nanak Dev, Amritsar, India (1981)
Universitas Muslim Aligarh, India (1981)
Universitas Hindu, Banaras, India (1981)
Universitas Chittagong, Bangladesh (1981)
Universitas Bristol, Bristol, Inggris (1981)
Universitas Maiduguri, Maiduguri, Nigeria (1981)
Universitas Filipina, Quezon City, Filipina (1982)
Universitas Khartoum, Khartoum, Sudan (1983)
Universidad Complutense de Madrid, Spanyol (1983)
The City College, The City University of New (1984)
York, New York, Amerika Serikat
Universitas Nairobi, Nairobi, Kenya (1984)
Universidad Nacional de Cuyo, Cuyo, Argentina (1985)
Universidad Nacional de La Plata, La Plata, (1985)
Argentina
Universitas Cambridge, Cambridge, Inggris (1985)
Universitas Goteborg, Goteborg, Swedia (1985)
Universitas Kliment Ohridski Sofia, Sofia, (1986)
Bulgaria
Universitas Glasgow, Glasgow, Skotlandia (1986)
Universitas Sains dan Teknologi, Heifei, Cina (1986)
Universitas Kota, London, Inggris (1986)

XI. Kontribusi Ilmiah

Riset pada fisika partikel elementer: Kontribusi utama:
1. Teori neutrino dua komponen dan prediksi kerusakan paritas tak terelakkan dalam interaksi lemah.
2. Unifikasi gauge (tera) interaksi lemah dan elektromagnetik Gaya terpadu disebut gaya (Elektroweak( Nama yang diberikan Salam; meramalkan keberadaan arus-arus netral lemah dan partikel W dan Z sebelum penemuan eksperimentalnya.
3. Sifat-sifat simetri partikel elementer; simetri uniter.
4. Renormalisasi teori meson.
5. Teori gravitasi dan peranannya dalam fisika partikel; dua teori tensor gravitasi dan fisika interaksi kuat.
6. Unifikasi elektroweak dengan gaya nuklir kuat, unifikasi (elektro-nuklir) raya (GUT).
7. Prediksi yang berkaitan dengan peluruhan proton.
8. Teori supersimetri, khususnya formulasi super-ruang dan formalisme super medan.

Posted Oktober 6, 2010 by saintifika indonesia in Uncategorized

KLONING: Teknologi Rekayasa Kehidupan   Leave a comment

MENGGEMPARKAN DUNIA
___________________________________

Hari itu 5 Juli 1996. Sebagaimana domba yang lazimnya melahirkan di pagi hari, tak ada keistimewaan tampak terjadi. Proses kelahiran berlangsung normal. Hanya terlihat para penunggu mengikuti dengan seksama dan sedikit tegang. Seekor domba betina lucu lahir. Ia diberi nama Dolly, serupa dengan penggalan nama penyanyi country Inggris, Dolly Parton. Namun, perhatian istimewa segera hadir sesaat pengumuman secara resmi dilakukan tujuh bulan kemudian di Institut Roslin, Skotlandia, 24 Pebruari 1997. Dua hari kemudian diulas di majalah ilmu pengetahuan bergensi, Nature, 26 Pebruari 1997. Keistimewaannya muncul dari kenyataan bahwa Dolly hadir dari proses yang melibatkan banyak campur tangan manusia. Ia lahir dari teknologi kloning.
Keberhasilan kloning dari sel domba dewasa itu menjadi contoh paling dramatis penemuan ilmu pengetahuan yang segera menjadi isu publik. Berbagai reaksi yang pro dan kontra segera berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Selama beberapa waktu berbagai komentator, para ilmuwan dan agamawan, dokter dan ahli hukum, penyiar radio dan penulis editorial, sibuk menanggapi berita tersebut. Beberapa di antaranya berupaya meredakan ketakutan ketakutan yang muncul, sementara yang lain segera memunculkan alarm peringatan tentang prospek pengklonan manusia dan kemungkinan penyalah-gunaannya.
Terobosan keilmuan ini segera mengundang reaksi dari setiap masyarakat agamawan di seluruh dunia. Suster Jeanne Goyette dari Pusat Katolik kampus College Avenue, percaya bahwa berita ini merupakan suatu langkah awal dalam pemajuan sumber daya manusia, jika pengetahuan tersebut digunakan dengan cara yang benar.
“Mungkin ada beberapa manfaat dalam mengkloning mamalia, seperti untuk pengembangan dalam kedokteran,” katanya. Meskipun adanya kemungkinan penggunaan secara genetis mamalia yang diklon dan untuk mengobati penyakit manusia, dia berharap ini akan tetap menjadi tujuan para ilmuwan dalam menggunakan teknologi tersebut.
“Mereka harus sangat berhati-hati dalam bidang ini,” lanjutnya. “Harus ada kode etik, dan tujuan-tujuannya harus dinyatakan secara jelas.”
Goyette juga menekankan bahwa tak ada manfaat secara genetis dalam mereproduksi manusia. “Gereja Katolik selalu berpegang sangat kuat pada kehidupan manusia.” “Bahwa kloning akan menjadi penghancur integritas manusia. Kehidupan terlalu berharga untuk diutak-atik.”
John Didier, seorang dosen paroh-waktu dalam bahasa-bahasa dan budaya Asia Timur, tidak begitu optimis tentang kemajuan ilmiah tersebut.
“Dari perspektif seorang Kristen, saya menyamakan ini dengan manusia-manusia yang ingin mencoba memainkan peran Tuhan,” Didier berkata. Dia lebih senang melihat isu ini dari perspektif seorang penganut Tao. Dalam Taoisme populer, terobosan ini dapat dilihat sebagai pengendalian alam.
Menurutnya, dalam strata intelektual Taoisme, kloning setiap binatang akan berintereferensi dengan sifat alamiah kehidupan, dan itu baik secara moral maupun etika tak dapat ditolerir.
“Itu hanyalah kebodohan semata,” kata Didier. “Saya tidak melihat adanya manfaat yang mungkin dari teknologi ini.”
Beberapa pribadi acuh-tak-acuh dengan bidang ini. Casey Corcoran , seorang penganut Budha Zen dan seorang mahasiswa baru Rutgers College, menanggapi bahwa kloning amat menarik, namun dia tidak menemukan kegunaannya.
“Saya melihat ini sebagai sebuah penciptaan kehidupan, tak soal bagaimana ia dicapai, namun saya tidak melihat adanya suatu tujuan,” kata Corcoran.
Dalam Budha Zen, kata Corcoran tak ada ego atau dualitas, jadi semuanya adalah Satu, alam itu sendiri. Kloning binatang, dari pandangan ini, merupakan bagian dari yang Satu, katanya.
“Jika anda akan berbicara tentang etika kloning, saya pikir anda harus melangkah ke belakang dan melihat kembali pembuahan dalam cawan petri (in vitro fertilization), dan kemudian baru membicarakan semua isu-isu ini,” kata Corcoran. “Orang-orang khawatir bahwa ini tidak alamiah, meski manusia telah menggeluti banyak eksperimen-eksperimen yang tidak alamiah selama berabad-abad. Sebelum anda dapat membicarakan kloning secara layak, anda hendaknya berpaling ke belakang dan benar-benar mendefinisikan apa itu alamiah.”
Hamad Ahmad Chebli, Imam Masyarakat Islam Jersey Pusat, meyakini kemungkinan pengklonan manusia merupakan suatu penghujatan terhadap Tuhan.
“Islam tidak menganjurkan kloning sama sekali,” ujar Chebli. “Kehidupan adalah ciptaan Allah; tak ada perlunya bagi ummat manusia bermain-main dengan jenis ilmu pengetahuan ini.”
Sementara pandangan di kabinet Mesir terbagi atas riset kloning ini bahwa para petinggi keagamaan tidak dapat menerimanya sementara Menteri Kesehatan mengatakan bahwa itu merupakan suatu isu ilmiah yang tidak ada sangkut-pautnya dengan Islam.
“Eksperimen kloning pada manusia adalah haram dan ditolak oleh masyarakat, agama dan moralitas,” kata Menteri Urusan Agama Mahmud Hamdi Zakzouk pada pertemuan kongres politik Partai Demokratik Nasional yang berkuasa.
Tapi Menteri Kesehatan Ismail Sallam mengatakan pada kongres bahwa kloning merupakan suatu prosedur ilmiah murni yang tidak merusak penciptaan. “Kita sedang menggunakan sel-sel hidup yang Allah ciptakan dan bahwa itu telah diatur oleh hukum-hukum ketuhanan untuk kehidupan,” katanya sebagaimana dikutip.
Subyek kontroversial kloning manusia menjadi kepala-kepala berita setelah ilmuwan-ilmuwan Skotlandia mengumumkan kepada dunia tentang kehadiran Dolly, seekor domba yang diklon dari domba dewasa.
Presiden Clinton segera melarang pendanaan federal terhadap riset kloning manusia dan meminta ilmuwan-ilmuwan swasta secara sukarela untuk memperkuat suatu penundaan sementara hingga penasehat pemerintah memberi laporan tentang masalah ini.
Italia juga melarang eksperimen dan Jerman menyerukan suatu pelarangan global pada pengklonan manusia. Sementara, ilmuwan-ilmuwan Denmark, yang bekerja seperti rekan-rekannya di Australia dan Skotlandia pada kloning sel hidup, mengatakan mereka segera menghentikan eksperimen-eksperimen pada sapi sambil menunggu debat penuh pada isu itu.
Seorang ulama Islam pada lembaga Islam Al-Azhar yang terkenal menyerukan pengakhiran segera riset kloning dengan mengatakan bahwa hal itu tidak memenuhi kaidah-kaidah Islam yaitu manfaatnya lebih sedikit dari mudharatnya.
Pemuka tertinggi Islam Mesir, Mufti Besar Nasir Farid Wassil, mengatakan bahwa kloning manusia merupakan pekerjaan setan namun dapat diterima hanya jika digunakan untuk menyediakan organ-organ yang sehat bagi orang-orang yang memerlukan transplantasi.
Berbicara pada simposium tentang kloning yang diselenggarakan suatu ikatan dokter, beliau mengatakan para ilmuwan seharusnya memusatkan perhatiannya pada cara-cara bagaimana mengatasi isu-isu yang tengah menghimpit seperti kemiskinan dan kemelaratan ketimbang pada riset kloning dan menghimbau para legislator untuk menekan kuat mereka yang mempraktekkannya.
“Ada petunjuk-petunjuk dalam kitab-kitab suci keagamaan bahwa ini merupakan pekerjaan setan, bahwa dia berada di balik semua perbuatan terkutuk dan kloning bertujuan mengubah makhluk ciptaan Allah dan tatanan masyarakat,” Wassil memberitahu peserta simposium.
“Isu ini adalah haram namun tidak jika itu berurusan dengan aspek-apsek yang dapat membantu kemanusiaan, seperti dalam mengkloning organ-organ seperti hati atau ginjal untuk memecahkan sebuah masalah….dan tidak malah memperburuk kesehatan seseorang.”
Wassil yang lembaganya bertanggung-jawab pada masalah-masalah agama mengatakan: “Mengapa para ilmuwan sibuk dengan kloning sementara masih ada proses terjadinya gurun, kemiskinan dan isu-isu lain yang masih perlu perhatian kita? Kita tidak memerlukan ini.”
“Yang berwenang harus melarang riset dalam bidang ini dan mengenakan hukuman keras bagi mereka yang melakukannya begitu akan menyeret ke arah penyelewengan pada tingkat mana hanya Allah yang tahu,” lanjut beliau.
Kemungkinan ini telah membuat beberapa orang mengupayakan hak cipta kode genetika mereka karena dihantui reproduksi manusia. Banyak orang percaya dengan berhasilnya kloning monyet, para ilmuwan yang mengklon binatang makin dekat dengan spesies kita sendiri.

2
AWALNYA DARI KODOK
______________________________

Minat manusia terhadap lingkungannya tumbuh seiring dengan tuntuan kebutuhannya yang meningkat dan dorongan naluriah untuk tetap bertahan serta untuk mendapatkan kehidupan yang serba mudah dan nyaman. Keinginan manusia yang lain adalah bagaimana mengendalikan, mempengaruhi dan memanipulasi alam.
Dalam perkembangan peradabannya manusia telah menerapkan banyak kemampuan dan teknologinya, mulai dari yang sederhana sampai yang paling modern. Salah satunya adalah bioteknologi sebagai teknologi yang terkait langsung dengan manusia itu sendiri.
Dasar-dasar bioteknologi sesungguhnya telah hadir secara sederhana sejak ribuan tahun lalu seperti dalam bentuk pembuatan yoghurt dari susu dan minuman dengan memanfaatkan proses fermentasi. Sekitar 800 SM penduduk pegunungan Alpen Utara telah mengetahui cara pembuatan roti masam. Sementara bangsa Mesir sejak 450 SM telah mengenal pemberian asam pada adonan yang pada 100 SM telah diketahui secara luas di seluruh bagian dunia lain.
Kegiatan melakukan proses perkawinan silang pada tanaman dan hewan peliharaan guna mendapatkan galur yang lebih unggul juga memicu percepatan kemajuan bioteknologi, sebagaimana telah diletakkan secara metodik-sistematik sebagai dasar-dasar ilmu hereditas oleh Gregorius Mendel, seorang pendeta di Bern, Swiss. Penyelidikan F. Miescher dari Swiss pada skala mikro pada 1869 segera menunjukkan bahwa DNA (deoxyribonucleic acid—asam deoksiribonukleat) sebagai bagian penting komponen utama kromosom.
Selanjutnya dari hasil penelitian M. MacCarty, O. Avery dan C. M. Macleod yang diumumkan pada 1944, memperkuat petunjuk bahwa DNA merupakan material genetika. Hasil ini kelak dipertegas oleh H. Ris dan Mirsky yang juga menemukan bahwa DNA adalah material genetika yang sangat berperan mengatur kelanjutan sifat sifat keturunan suatu individu. Demikian pula dua ilmuwan lainnya yaitu N. Zinder dan J. Lederberg juga berhasil membuktikan bahwa pemakan bakteri moderat dapat bertindak sebagai pembawa gen antara sel bakteri.
Terobosan terpenting yang menandai awal era bioteknologi modern dicapai melalui biologi molekular dengan ditemukannya struktur rantai ganda DNA ( double helical structure) oleh J. D. Watson dan F. H. C. Crick pada 1953. Penemuan ini segera mempermudah pemahaman kita tentang material genetika. Beberapa penemuan penting lainnya juga dicapai sepanjang 1960 an, seperti penemuan ekstrak sel E. coli galur-B sebagai pengurai DNA oleh W. Arber dan S. Linn pada 1960 serta penemuan kode genetika oleh Crick pada 1961.
Memasuki era 1970 an, penerapan bioteknologi makin meluas. Pada era ini ditemukan teknik baru yang memungkinkan DNA suatu organisme dapat di__tong menggunakan enzim-enzim restriksi, yang kemudian dapat disambung pada vektor-vektor bakterial dan lalu diumpankan ke penerima bakterial. Dengan teknik ini hampir semua segmen DNA setiap organisma dapat diisolasi dan diproduksi dengan kultur bakteria. Teknik inilah yang merujuk pada apa yang disebut pengklonan gen atau teknologi rekombinan DNA. Penemuan teknologi rekombinan DNA atau rekayasa genetika pada 1973 tersebut yang secara positif dapat diaplikasikan merupakan bagian penting bagi pengembangan bioteknologi modern, seperti penggunaan teknik hibridoma yang berlanjut dengan dibuatnya antibodi tunggal atau antibodi monoklonal untuk tujuan kedokteran dan kesehatan dalam mengungkap rahasia dan menangkal berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri bakteri langka.
Bioteknologi menjadi cara pendekatan dari para ahli reproduksi dan embriologi. Misalnya, pada 1950 pertama kali berhasil dilakukan pembekuan sperma sapi yang disimpan pada suhu 79 C dan kemudian dipakai untuk teknik inseminasi buatan.
Tonggak awal teknik kloning dibangun pada 1952 ketika R. Briggs dan T. King berhasil membuat pertama kali katak kloning yang diklon menggunakan sel-sel kecebong. Sepuluh tahun kemudian J. Gurdon mengumumkan keberhasilannya mengklon katak dari sel berudu yang lebih tua.
Louise Brown asal Inggris diumumkan ke seluruh dunia pada 1983 sebagai bayi tabung pertama yang dihasilkan melalui teknik pembuahan dalam cawan petri. Pada 1985 para ilmuwan dari Laboratorium Ralph Brinters melaporkan telah berhasil membuat babi sebagai hewan transgenik pertama yang mampu memproduksi hormon pertumbuhan manusia (HGH—human growth hormone). Selanjutnya, berbagai penemuan baru muncul sejalan dengan semakin rumitnya teknik yang ditemukan.
Teknologi transgenik dapat mengumpankan satu gen atau beberapa gen dari satu DNA individu ke dalam DNA individu lain—meskipun gen-gen itu datang dari spesies-spesies yang sama sekali berbeda. Juga dimungkinkan untuk mengganti sekumpulan lengkap gen-gen atau genom (genome). Inilah yang disebut teknologi transfer nuklir atau teknik pemindahan inti DNA. Nukleus atau inti sel, dengan genome di dalamnya, diambil dari sel telur yang dibuahi, kadang-kadang di antara tahap-tahap ketika dia masih berupa suatu zigot (zygote), yaitu ketika ia masih berupa satu sel telur terbuahi, dan sebelum ia mulai menjalani pertumbuhan embrioniknya, yaitu ketika ia membelah dalam banyak sel dan mulai mendiferensiasi. Nukleus ini lalu ditransfer dan disisipkan ke dalam sel telur yang tak dibuahi, atau gamet (gamete), dari individu spesies sama, setelah genom gamet dibuka atau dihilang.
Tranfer nuklir ini menghasilkan suatu zigot baru, DNA nuklirnya (tapi bukan DNA mitokondrialnya) identik dengan zigot asli. Namun, individu baru ini secara teknis bukanlah suatu kloning karena bukan suatu duplikasi genetik dari individu lain; genom donor tidak diduplikasi namun hanya ditransfer atau dipindahkan dari sel telur ke sel telur lain. Sel telur donor tidak lagi berkembang dan lalu mati.
Ada beberapa tipe teknik kloning, diantaranya adalah kloning molekuler, kloning seluler, pengembaran embrio, dan transfer somatik nuklir.
Dalam kloning molekuler, potongan-potongan DNA yang mengandung gen-gen diduplikasi dalam suatu bakteri penerima. Teknik ini digunakan secara luas dalam terapi gen, pengembangan obat-obatan, vaksin, dan pengujian genetika.
Pada kloning seluler, dilakukan pengkopian sebuah sel yang menghasilkan garis-garis sel dari sel-sel identik untuk riset kedokteran.
Pengembaran embrio, sebuah embrio dipecah menjadi dua menghasilkan kembar. Teknik ini digunakan dalam pembiakan sapi. Penggunaanya yang mungkin dalam IVF, untuk memperbesar kemungkinan berhasil dengan memperbanyak jumlah embrio, secara medis dan etika adalah kontroversial, dan umumnya tidak digunakan untuk tujuan tersebut pada saat ini, meskipun telah disetujui oleh panel riset embrio Amerika.
Transfer somatik nuklir, mengambil nukleus sebuah sel dari satu individu dan menempatkannya pada sel telur individu lain, dari mana nukleusnya telah dibuka. Ini merupakan tipe kloning yang menghasilkan si domba Dolly. Nukleus boleh datang dari sel embrio, fetus, atau dewasa. Sel-sel yang menyediakan nukleus dapat berasal dari individu yang hidup, dari sel-sel yang dipertahankan tetap hidup dalam suatu pengkulturan laboratorium (garis-garis sel yang tak mati), atau dari jaringan yang dibekukan. Sel telur (dengan nukleus dibuka) dapat berasal dari individu yang akan mengandung dan melahirkannya, atau dari donor yang terpisah. Sel yang menghasilkan Dolly datang dari induk domba yang telah mati yang jaringannya telah dibekukan beberapa sebelumnya.
Sel telur (meski tanpa nukleus) menyediakan mitokondria, mesin-mesin energi kecil yang membawa 1-2 persen informasi genetika kita.
Sumber-sumber yang tidak mungkin untuk kloning hingga saat ini pada transfer somatik nuklir meliputi: potongan-potongan DNA terisolasi yaitu bukan seluruh sel, misalnya DNA dari serangga yang terawetkan dalam batu ambar, darah dinosaurus untuk mengklon dinosaurus seperti dalam film Jurassic Park; sel-sel yang tidak dibekukan menurut kondisi-kondisi laboratorium yang ketat; sel-sel dari kadaver; dan material-material nonbiologis seperti fossil tulang dinosaurus.
Sesungguhnya ada dua metoda kloning, transfer somatik nuklir dan fusi nuklir. Dalam transfer somatik nuklir, sebuah nukleus diimplantasi dalam sebuah sel telur yang dikosongkan. Dalam fusi nuklir yang menghasilkan Dolly, sebuah sel donor ditempatkan dekat suatu sel telur yang dikosongkan. Sel-sel kemudian difusi dengan arus listrik, yang memualai (memicu) pertumbuhan embrio. Dalam transfer somatik nuklir, hanya mitokondria dari sel telur yang menjadi bagian embrio. Dalam fusi nuklir, mitokondria baik dari sel donor maupun yang dari sel telur menjadi bagian embrio.
Transfer somatik nuklir dapat dipakai untuk menghindari penyakit-penyakit mitokondrial dengan menempatkan sebuah nukleus dari satu sel telur ke dalam sebuah sel telur yang dikosongkan dari wanita lain dengan mitokondria bebas-penyakit. Ini bukan kloning. Itu hanya penciptaan sel telur bebas penyakit. Sperma diperlukan untuk menciptakan embrio.
Akhirnya, pada 1997 dunia dikejutkan oleh laporan hasil penelitian Ian Wilmut beserta rekan-rekannya dari Institute Roslin di Edinburgh, Inggris, yang menyatakan berhasil mengklon domba dari sel epitel ambing (sel payudara) seekor domba lainnya.Wilmut pertama mengambil sel epitel ambing seekor domba jenis Finn Dorset berumur enam tahun yang sedang hamil. Kemudian sel ambing itu dikultur dalam cawan petri dengan sumber makanan yang terbatas. Karena kelaparan sel itu berhenti berkembang atau mematikan aktivitas gennya.Sementara itu mereka juga mengambil sel telur yang belum dibuahi dari seekor domba betina jenis Blackface. Inti sel telur yang bisa membelah menjadi domba dewasa setelah dibuahi itu kemudian diambil, sekarang sel telur itu kosong, hanya berisi organela dan plasma sel saja.
Selanjutnya dua sel itu didekatkan satu dengan yang lainnya. Kejutan aliran listrik membuat kedua sel itu bergabung seperti dua gelembung sabun. Kejutan aliran listrik kedua meniru energi alami yang muncul ketika telur dibuahi oleh sperma, sehingga sel telur dengan inti baru itu merasa telah dibuahi. Kejutan aliran listrik itu telah mengubah sel telur dengan inti baru itu seakan akan menjadi sel embrio. Kurang lebih enam hari kemudian, sel embrio bohongan itu disuntikkan ke dalam rahim seekor domba betina Blackface lainnya yang kemudian mengandung. Setelah mengandung selama 148 hari induk domba titipan ini melahirkan Dolly, seekor domba lucu seberat 6,6 kilogram yang secara genetis persis dengan domba jenis Finn Dorset pemilik inti sel ambing.

Apa sebenarnya klon? Mengapa diperdebatkan secara luas?

Jika individu A disebut klonnya individu B, artinya informasi genetik individu A sama persis dengan individu B dan informasi genetik individu A itu berasal dari individu B. Atau dua individu yang sama informasi genetiknya tetapi mungkin berbeda umurnya. Jadi kloning adalah menghasilkan suatu organisma secara aseksual (pembiakan tanpa perkawinan/ pembuahan) dari suatu induk tunggal. Jika ilmuwan sudah berhasil mengembangkan sel dewasa domba menjadi domba dewasa, berarti teknik yang sama bisa juga diterapkan pada manusia.
Menurut Wilmut jika memang penelitian dilanjutkan pada manusia hanya dalam waktu dua tahun teknik yang mereka kembangkan bisa diterapkan untuk membuat klon manusia dari sel tubuh manusia, bukan dari sel embrio. Artinya mungkin saja seorang meminta anaknya yang karena meninggal dalam kecelakaan lalu lintas, diklon dari sel rambut atau sel kulitnya, atau sel darahnya, atau sel bagian tubuh lainnya. Setelah sel itu disiapkan, intinya dimasukkan dalam sel telur seorang wanita entah siapa yang memang menjual sel telurnya, dan dititipkan kepada wanita titipan. Mungkin juga seorang yang menderita penyakit ginjal dan sedang menunggu ajalnya, meminta diklon dari sel tubuhnya, dan bisa dilahirkan kembali, dengan kondisi yang sama dengan sebelumnya. Atau, ingin melahirkan anak yang membawa gen seorang genius seperti gen penerima Nobel, ditambah gen ahli lukis, gen ahli musik, gen olahragawan tekenal peneriman medali Olympiade, dan masih ditambah gen yang membuatnya tampak cantik atau ganteng. Lahirlah manusia super.
Segala fantasi itu bukannya tidak mungkin terjadi jika melihat kemajuan ilmu pengetahuan sekarang dan kegigihan para ilmuwan. Para ahli sekarang sudah memiliki cara bagaimana mentransfer satu jenis gen yang menyandi sifat tertentu pada tanaman dan pada binatang. Misalnya, para peneliti swasta dari Monsanto berhasil memasukkan gen asing tahan herbisida (bahan yang mematikan rumput, tetapi tidak mematikan tanaman), sehingga tanaman kedelai hasil rekayasa ini tahan terhadap herbisida itu. Dan tanaman itu sekarang sudah bisa dibeli. Bisa diperkirakan dalam jangka waktu tidak lama lagi akan semakin banyak binatang dan tanaman transgenik yang dihasilkan. Dengan rekayasa genetika tidak dapat dibayangkan seperti apa nantinya binatang dan tumbuhan lahir di muka bumi. Human Genome Project dan Human Genom Diversity Project yang dipelopori Amerika Serikat yang bertujuan mempelajari genom manusia dan variasi genom manusia, membuka peluang lebih besar mengotak atik manusia.
Menyusul berita keberhasilan mengklon domba, beberapa ratus orang telah mengirimkan surat, terutama wanita menyatakan minatnya diklon oleh Dr Ian Wilmut, ahli rekayasa genetika yang menciptakan Dolly. Survei surat kabar Business News yang berbasis di Shanghai, China memperlihatkan lebih dari 50 persen penduduk kota itu menyambut baik usaha usaha mengklon anak manusia. Hasil pengumpulan pendapat 247 orang yang diterbitkan dalam edisi Senin 10 Maret mengungkapkan, 51 persen yakin klon manusia akan mungkin dilakukan pada abad 21 dan 54 persen menyebutkan akan memperlakukan manusia klon itu sebagai layaknya manusia normal.

Secara teoretis ini akan membuka kemungkinan melakukan kloning dengan sel manusia. Sangat mirip dengan novel fiksi sains yang kemudian difilmkan dengan judul “Boys From Brazil” yang mengisahkan seorang dokter Nazi yang lari dari Jerman dengan membawa sel tubuh Hitler, lalu dibikin kloningnya di Brazil menjadi Hitler Hitler baru yang semuanya merupakan duplikat Hitler asli.
Dengan sistem kloning maka semua sifat dari pemilik sel yang asli akan dimiliki oleh mahluk yang baru tersebut. Kecuali mungkin pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh orang tuanya, yang merupakan unsur luar.
Termasuk perilaku dan akhlaknya. Tetapi hal hal yang bersifat mendasar dan berasal dari “gen” semula, akan persis dimiliki oleh mahluk baru tersebut.
Dengan teknologi kloning juga terbuka kemungkinan untuk menghasilkan organisme (tumbuhan, hewan, manusia) baru dengan sifat sifat unggul. Misalnya dihasilkan sapi yang mampu memproduksi berpuluh ribu liter susu setahun, atau tumbuhan yang tahan hama tetapi memiliki hasil panen yang tinggi. Kalau manusia, mungkin manusia “super” yang kuat dan terbebas dari penyakit penyakit keturunan.
Keberhasilan ini akan menimbulkan tantangan dari segi moral, baik moral sebagai bangsa maupun sebagai manusia secara individual. Mungkin juga akan menimbulkan perbincangan yang keras di antara bangsa bangsa di dunia. Tentu di antara mereka ada yang ketakutan kalau kalau ada negara yang akan memproduksi manusia manusia super yang unggul dalam fisik dan otak, sehingga akan menjajah negara lain.
Seperti tersirat dari surat al Alaq, yang menyatakan bahwa Tuhan akan mengajari manusia ilmu ilmu yang belum manusia ketahui. Juga tersirat dari ayat Kursi yang menyatakan bahwa “manusia tidak akan menguasai ilmu tanpa ijin Allah”. jadi kalau ilmu itu dapat ditemukan atau dikembangkan, berarti Allah telah mengijinkan. Tanpa ijin Allah, tidak mungkin tehnologi baru dapat diketahui manusia. yang perlu diberikan arahan oleh agama adalah pemanfaatan dan penggunaan ilmu dan tehnologi tersebut, agar tidak ditujukan untuk penghancuran ummat manusia, baik secara fisik maupun ahlaknya. Bukan pula untuk menghancurkan dunia ini beserta isinya.
“Senjata nuklir jauh lebih berbahaya dari kemajuan ini,” kata Dr. Ian Wilmut ketika memaparkan dasar dasar ilmiah di balik kelahiran domba kloning: Dolly. Februari lalu, saintis Roslin Institute di Skotlandia, telah mengejutkan dunia dengan Dolly nya. Dolly merupakan hasil klon dari sel epitel ambing domba lain. Peristiwa itu tercatat sebagai sukses kloning pertama untuk mamalia. Tetapi, kemajuan itu pun tak kurang memicu pro kontra akibat adanya kekhawatiran teknik serupa diberlakukan bagi manusia. Perdebatan kian hangat ketika sukses itu disusul oleh kemajuan berikutnya: lahirnya Polly. Polly adalah domba hasil kloning yang di dalamnya antara lain disisipkan gen manusia untuk menghasilkan protein khas manusia. Belakangan Polly konon dpat menghasilkan protein untuk anti hemofili. Meski AS telah memperketat riset kloning dan rekayasa genetika pada manusia, kemajuan riset terus saja berlangsung. Antara lain ditandai dengan lahirnya bayi Emma Ott serta penumbuhan kultur sel dan jaringan hewan untuk ‘pabrik organ’. Keberhasilan membuat kultur sel dan atau kultur jaringan untuk membuat organ manusia lebih jauh bakal membuka babak baru revolusi biologi. Sukses itu telah menjebol dogma lama bahwa kultur sel dan atau jaringan hanya berlaku pada tanaman. Meski ada potensi kontraversinya, kemajuan ini dapat memberi harapan bagi mereka yang selama ini menderita cacat atau disfungsi organ organ tertentu karena adanya kecelakaan, penyakit atau cacat bawaan.
Revolusi DNA yang pintunya terbuka sejak 1953 juga masih belum selesai. Bahkan perkembangan mutakhir dalam transgenik, kloning, ‘desain’ pabrik organ baru dianggap sebagai jalan pertama menuju revolusi biologi yang sebenarnya.
Revolusi DNA, kata John Maddox, tak hanya membuka mata kita pada hakekat mesin biokimia, tetapi mengajak kita untuk melihat peluang bahwa mesin yang sama dapat dimodifikasi untuk menghasilkan obat atau diup grade untuk terapi genetik yang mustajab.
Kemajuan kemajuan mutakhir dalam biologi molekuler akan memungkinkan terapi gen menjadi kenyataan. Dari terapi gen telah muncul harapan lahirnya obat dan atau tindakan medis untuk mengatasi penyakit seperti Alzheimer, aneka skeloris dan kanker. Jalan itu akan semakin terbuka setelah peta Genom Manusia lengkap memetakan sekitar 80.000 gen manusia.

PERDEBATAN TENTANG KLONING
_______________________________________

Pengklonan Dolly, dan tak lama kemudian pengklonan monyet di Oregon, telah menyebabkan Presiden Clinton menyatakan bahwa dia tidak akan mengizinkan reproduksi genetik manusia.
Atas permintaan Presiden Clinton, Komisi Penasehat Bioetika Nasional Amerika (NBAC) segera melakukan dengar pendapat dan mempersiapkan laporan terhadap isu isu agama, etika, dan hukum tentang kloning. Sambil menolak permintaan larangan permanen terhadap praktek kloning, Komisi merekomendasikan suatu penundaan (moratorium) terhadap usaha usaha pengklonan manusia, dan menekankan pentingnya dengar pendapat umum lebih lanjut terhadap bidang ini.
Para anggota Komisi menyadari betul kegelisahan publik yang meluas, bahkan reaksi mendadak, terhadap kloning manusia. Barangkali mengingat bayang bayang Dolly si betina yang digambarkan di sampul sampul depan majalah majalah berita dunia, mereka melihat bahwa dampak pengembangan pengembangan yang terbaru ini terhadap psikologi umum sungguh luar biasa. Karena itu, mereka merasakan bahwa salah satu tugas tugas mereka adalah bagaimana mengartikulasikan, secara penuh dan sesimpatik mungkin, rentang kepedulian bahwa prospek kloning manusia telah datang.
Namun, tampak jelas bahwa beberapa kepedulian ini, setidaknya, didasarkan pada keyakinan yang salah tentang pengaruh genetik dan sifat individu individu yang akan dihasilkan melalui kloning. Misalnya, tinjau tentang ketakutan bahwa suatu hasil kloning bukanlah suatu individu tetapi hanya salinan persis belaka dari seseorang yang lain, seperti banyak digambarkan dalam fiksi sains. Sebagaimana para ilmuwan telah menunjukkan, suatu hasil kloning pada kenyataannya tidak menjadi salinan identik, tapi lebih menyerupai suatu kembar identik yang terlambat atau yang hadir kemudian. Dan seperti halnya kembar kembar identik adalah juga dua atau lebih orang yang terpisah, baik secara biologis, psikologis, moral dan hukum, meskipun tidak secara genetik, sehingga, juga, suatu hasil kloning juga akan menjadi suatu pribadi pribadi terpisah dari kembar tidak sezamannya (seangkatannya). Berpikir selain itu bararti memeluk suatu kepercayaan dalam determinisme genetik, suatu pandangan bahwa gen gen menentukan segalanya tentang kita, dan bahwa faktor faktor lingkungan atau peristiwa peristiwa acak dalam perkembangan manusia adalah tidak penting.
Konsensus ilmiah yang melimpah adalah bahwa determinisme genetik adalah salah. Dalam rangka memahami cara cara di mana gen gen beroperasi, para biologiwan juga telah mengetahui cara cara yang sangat banyak di mana lingkungan mempengaruhi ekspresi (penampakan) mereka. Kontribusi genetik terhadap ciri fisik paling sederhana, seperti tinggi dan warna rambut, secara signifikan dimediasi oleh faktor faktor lingkungan (dan mungkin sekali oleh peristiwa peristiwa acak juga). Dan kontribusi genetik terhadap ciri fisik kita nilai secara dalam, dari intelegensia hingga keterharuan, adalah diakui oleh para peneliti genetik yang paling antusias sekalipun terbatas dan tak langsung.
Adalah sulit untuk menilai tingkat mana ketidaksukaan (kejijikan) terhadap kloning secara umum terletak pada kepercayaan dalam determinisme genetik. Dengan mengharap memperhitungkan kenyataan bahwa orang secara naluriah takut (tidak sampai hati) dari kloning manusia, James Q. Wilson menulis, “Ada suatu sentimen alamiah yang dihantui oleh gambaran mental bayi bayi identik yang diproduksi di dalam pabrik pabrik biologi.” Yang memunculkan pertanyaan: sekali/setelah orang mempelajari bahwa gambaran ini adalah semata mata fiksi sains, apakah serangan bahwa kloning yang hadir pada sentimen alamiah berkurang atau bahkan hilang sama sekali? Jean Bethke Elshtain mengutip skenario mimpi buruk laki laki dan wanita di jalan, yang membayangkan suatu masa depan yang dihuni oleh tentara tentara Hitler, pengikut pengikut fanatik yang kejam dan zalim yang tetap mereproduksi diri mereka sendiri hingga mereka menyelesaikan apa yang gagal dilakukan oleh Hitler: memusnahkan kita. Apa yang terjadi, meskipun, terhadap kasih sayang dan teror yang timbul oleh topik kloning ketika skenario skenario seperti itu adalah pencabutan semua kredibilitas?
Richard Lewontin berdalih bahwa katakutan para pengecam, sedikitnya, atau mereka yang mengkhawatirkan bahwa pertimbangan keahlian dalam merumuskan kebijakan publik, telah mencair setelah daterminisme genetik di tolak. Dia mengecam laporan NBAC atas perasaan hormat yang berlebihan kepada penentang kloning manusia dan menyerukan pendidikan publik yang luas terhadap isu isu ilmiah. Komisi dalam kenyataan telah membuat rekomendasi yang sama, namun Lewontin melihatnya tidak mengesankan namun meskipun suatu kampanye pendidikan publik telah berhasil dalam menghilangkan konsepsi konsepsi yang salah yang sangat agregious tentang pengaruh genitika, yang tidak akan menuntaskan masalah tersebut. Orang boleh terus mengungkapkan kepedulian kepedulian mereka tentang kepentingan kepentingan sosial dan moral terhadap proses kloning dan tentang motivasi motivasi yang timbul bagi penciptaan anak anak dalam cara ini.

4
KEPENTINGAN DAN HAK
____________________________

Salah satu soal etika tentang kloning manusia meliputi resiko dan ketidakpastian yang berkaitan dengan keadaan akhir teknologi kloning. Teknologi ini belum di ujikan terhadap subyek manusia dan para ilmuwan belum dapat menyingkirkan kemungkinan terjadinya mutasi atau kerusakan biologis yang lain. Karenanya, laporan NBAC menyimpulkan bahwa “pada saat ini, secara moral tidak dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat ataupun pihak swasta, apakah itu dalam riset atau kepentingan klinik, untuk mengupayakan penciptaan anak menggunakan kloning transfer nuklir sel somatik”. Usaha usaha demikian sebagaimana dikatakan akan merupakan suatu resiko yang tidak dapat diterima terhadap calon bayi dan atau anak pontensial. Isu isu tentang etika menempati bagian terpenting dalam debat kloning, namun tidak meliputi kegagalan kegagalan yang mungkin dari teknologi kloning, namun agaknya pada konsekuensi konsekuensi keberhasilannya. Dengan menganggap para ilmuwan mampu mengklon manusia tanpa mendatangkan resiko resiko yang disebutkan di atas, keprihatinan keprihatinan yang mungkin hadir adalah tentang kesejahteraan dan masa depan hasil kloning tersebut.
Beberapa penentang kloning manusia percaya bahwa individu individu demikian akan dipersalahkan dalam cara cara signifikan secara moral. Beberapa kesalahan kesalahan ini meliputi penolakan terhadap apa yang dikatakan oleh Joel Feinberg dengan apa yang disebut “hak atas masa depan yang terbuka.” Misalnya, seorang anak mungkin secara tetap akan selalu dibandingkan terhadap orang dewasa dari mana dia di klon, dan karenanya akan membebani si anak dengan harapan harapan yang opresif (menyesakkan napas). Bahkan yang lebih buruk lagi, para orang tua mungkin sesungguhnya membatasi kesempatan kesempatan bagi si anak untuk tumbuh dan berkembang: seorang anak yang diklon dari seorang pemain bola basket misalnya, mungkin menolak suatu kesempatan pendidikan yang tidak sejalan dengan karir bola basket. Akhirnya, terlepas dari sikap orang tuanya, anak tersebut dapat terbebani oleh pikiran bahwa dia hanyalah seorang copy atau salinan dan bukanlah seorang yang “asli”. Rasa harga diri atau individualitas atau martabat si anak, demikian beberapa berargumentasi, akan sulit untuk bertahan.
Bagaimana kita seharusnya menanggapi kepedulian kepedulian ini? Di lain pihak, keberadaan hak terhadap masa depan yang terbuka telah memiliki penampakan (daya tarik) intuitif yang sangat kuat. Kita dikacaukan (direcoki) oleh para orang tua yang secara radikal membatsi kemungkinan kemungkinan bagi anak mereka yang tumbuh dan berkembang. Jelas, kita akan mengutuk seorang ayah kloning atas penghancuran terhadap seorang anak dengan harapan harapan yang memberatkan, sama seperti halnya kita mengutuk para orang tua yang fundametalis sama sekali mengisolasi anak anak mereka dari dunia modern, atau para orang tua dari orang orang kembar yang membani pakaian pakaian yang sesuai dan nama nama yang bersajak. Namun ini tidak dapat cukup untuk mempertahankan keberatan terhadap kloning itu sendiri. Tanpa (kecuali) adanya klaim bahwa orang tua kloning tidak dapat menolong selain opresif, kita akan mempunyai alasan untuk mengatakan mereka telah salah terhadap anak mereka hanya karena dosa dosa mereka yang berentetan dan tak dapat dihindari menjadi orang tua buruk tidak karena mereka telah memilih untuk menciptakan anak pertama kali.
Kita juga harus mengingat bahwa anak anak sering lahir ditengah tengah semua jenis harapan dan pengharapan; suatu gagasan bahwa atau cita cita bahwa ada suatu korban khusus yang berkaitan dengan pikiran “ada seorang yang secara genetika sama seperti saya” adalah secara penting spekulaitf. Tambahan pula, dengan adanya kepalsuan determinisme genitika, setiap kesimpulan yang mungkin ditarik seorang anak dari pengamatan orang dari mana dia di klon akan menjadi sangat tidak pasti. Pengetahuannya tentang masa depannya hanya akan berbeda dalam tingkatan dari apa yang banyak anak anak telah mengetahuinya setelah mereka mulai belajar bagian bagian sejarah medis keluarga mereka. Beberapa diantara kita mengetahui bahwa kita akan botak atau terhadap penyakit apa yang mungkin kita dapat kuat. Untuk dapat yakin individu hasil klon dapat mengetahui banyak tentang apa yang akan terjadi dengan mereka. Namun karena pengetahui kita tentang pengaruh lingkungan pada perkembangan belum lengkap betul, si hasil klon dengan pasti akan berada dalam beberapa kejutan.
Akhirnya, kita meskipun jika kita menyakini bahwa hasil klon kemungkinan besar akan menderita beban beban tertentu, itu tidak akan cukup untuk menunjukkan bahwa adalah salah kalau menciptakan mereka. Anak anak dari keluarga yang miskin dapat diharapkan untuk menderita beban beban dan kesulitan keselutian tertentu namun kita dengan demikian tidak, dapat menyimpulkan bahwa anak anak demikian seharusnya tidak boleh lahir. Meskipun kesulitan hidup anak anak miskin dapat mengalami kasih sayang orang tua dan banyak mainan yang menyenangkan : tekanan kemiskinan bagaimanapun menyakitkannya adalah tidak menentukan. Umumnya, tak ada kehidupan seseorang adalah bebas seluruhnya dari beberapa beban dan kesulitan hidup. Demi konsiderasi konsiderasi ini untuk memiliki bobot yang menentukan, kita harus mampu mengatakan bahwa kehidupan tidaklah menawarkan suatu keuntungan keuntungan atau manfaat manfaat yang mengimbangi (sebagai imbalan). Kepedulian kepedulian yang diungkapkan tentang kesejahteraan manusia kloning tidak muncul untuk membenarkan pengkajian yang suram seperti itu. Sebagaian besar dari anak anak itu dapat diharapkan untuk memiliki kahidupan yang serba nyaman; banyak kesejahatan kejahatan yang dibayangkan adalah tidak buruk ketimbang yang dihadapi oleh anak anak yang dihasilkan oleh peralatan yang lebih konvensional. Jika ada bebarapa keberatan mendalam tentang kloning agaknya ditemukan (dijumpai) dengan meninjau implikasi implikasi proses kloning itu sendiri atau alasan alasan yang dapat diterima untuk mengambil manfaat darinya.

5
KEPEDULIAN TENTANG PROSES
_____________________________________

Kloning manusia secara konseptual terletak antara dua teknologi lain. Pada satu ujung kita mempunyai teknologi reproduktif bantu, seperti penyuburan dalam cawanpetri (In Vitro Fertilization), yang mempunyai tujuan primer untuk memungkinkan para pasangan menghasilkan anak dengan siapa mereka mempunyai hubungan biologis (keterkaitan biologis). Di ujung lain kita mempunyai teknologi yang baru muncul rekayasa genitika secara spesifik teknologi transplantasi gen yang tujuan primernya adalah untuk menghasilkan anak yang mempunyai ciri ciri fisik tertentu. Banyak pendukung kloning melihatnya sebagai bagian dari teknologi yang pertama : kloning adalah hanyalah cara lain menyediakan seorang pasangan dengan suatu seorang anak biologis yang mereka mungkin di lain pihak tak dapat diperoleh. Karena tujuan ini dan teknologi teknologi lain ini dapat diterima, kloning seharusnya juga dapat diterima.
Dilain pihak, banyak penentang kloning melihatnya sebagai bagian dari teknologi yang kedua : Meskipun kloning adalah suatu transplantasi dari inti keseluruhannya dan bukan gen gen spesifik, meskipun demikian dia merupakan suatu usaha untuk menghasilkan seorang anak sifat sifat fisik tertentu. Perasaan was was yang mendalam yang kita punyai tentang manipulasi genetika dari para keturunan (anak cucu) seharusnya berlaku juga pada kloning.
Perdebatan tidak dapat menyelesaikan, bagaimanapun, secara sederhana dengn menentukan teknologi mana untuk mengasimilasi kloning. Misalnya, beberapa penentang kloning manusia melihatnya sebagai kelanjutan teknologi reproduktif; tapi karena mereka menemukan teknologi teknologi tersebut tak dapat disetujui juga, asimilasi tidak menunjukkan penerimaan. Dari pada berargumentasi tentant pengelompokan kloning dengan salah satu teknologi atau yang lain, saya ingin menyarankan bahwa kita dapat memahami benar pentingnya proses kloning dengan membandingkannya dengan teknologi teknologi lain ini, dan dengan demikian memperluas pendebatan.
Guna melihat apa yang dapat dipelajari dari pendekatan komparatuf tersebut, mari kita memandang suatu argumen sentral yang telah dilakukan menentang kloning bahwa ia merusak (mengacaukan) struktur keluarga dengan membuat identitas dan garis si dewasa dengan si anak yang di klon darinya dapat dijelaskan sebagai hubungan antara orang tua dengan turunannya (anaknya). Memang beberapa komentator telah menyebut kolning sebagai “reproduksi aseksral”, yang dengan jelas menyatakan bahwa kloning adalah salah satu cara menghasilkan keturunan keturunan kloning, dalam pandangan ini, hanya mempunyai satu orang tua biologis saja. Di lain pihak, dari titik pandang genetika, si kloning adalah seorang saudara kandung, sehingga pengklonan lebih tepat dikatakan sebagai “kembaran yang terlambat” ketimbang sebagai reproduksi asksral. Si kloning, dalam pandangan ini, mempunyai dua orang tua biologis, tidak satu mereka berorang tua sama dengan orang orang dari mana individu tersebut diklon.
Kloning dengan demikian menimbulkan kedwi artian. Apakah Si kloning seorang anak atau saudara kandung. Apakah dia mempunyai satu orang tua biologis atau dua ? Arti moral dari kedwiartian kedwiartian ini terletak pada kenyataan bahwa dalam banyak masyarakat, termasuk diri kita sendiri, garis keturunan (nasab) menentukan tanggung jawab. Secara tipikal, orang tua, bukan saudara kandung, adalah bertanggung jawab atas anak anak namun jika tak satupun secara jelas sebagai orang tua, sehingga kekhawatiran dapat terus berlanjut, siapa yang bertanggung jawab terhadap Si kloning ? sepanjang identitas sosial didasarkan pada ikatan ikatan biologis, bukankah indentitas ini akan kabur atau kacau ?
Beberapa teknologi reproduktif bantu telah menimbulkan pertanyaan pertanyaan serupa menyangkut nasab dan identitas. Seorang donor sperma anonim dipikirkan mempunyai tak ada kewajiban (tanggung jawab) orang tua terhadap anak biologisnya, Seorang ibu pengganti dapat diminta melepaskan semua klaim orang tua terhadap anak yang dilahirkannya. Dalam kasus kasus ini, penentuan sosial dan hukum tentang “siapa sebagai orang tua” tampaknya akan berlanjut dalam tantangan fakta fakta biologis yang sangat, dan untuk menumbangkan kasih sayang sayang yang kita sebagai suatu masyarakat biasanya kukuh menjunjung tinggi. Jadi, sementara maksud teknologi reproduktif bantu adalah untuk memungkinkan orang menghasilkan atau menghadirkan seorang anak terhadap mana mereka secara biologis terkait, teknologi teknologi demikian juga dapat meliputi penciptaan ikatan ikatan sosial yang diizinkan untuk menolak teknologi teknologi biologis.
Dalam kasus kloning, tapi, nasab yang dwiarti tampak akan menjadi kurang problematik, tepatnya karena tak satupun yang diminta untuk melepaskan klaim pada seorang anak terhadap mana mereka mungkin sebaliknya mengakui suatu keterkaitan biologis. Lalu, apa yang ditakutkan para pengeritik ? tampak tidak masuk akal bahwa seseorang yang akan mempunyai klonannya sendiri dan kemudian menyerahkan si anak ke orang tuanya, dengan mengatakan “Rawat dia ! Dia putrimu!” Juga tidak mungkin sekali demikian, jika indivudu kloning membesarkan anak, dia akan tiba tiba menolak membayar uang sekolah bahwa ini bukan suatu tanggung jawab saudara permpuan. Tentu saja, para pembuat kebijakan harus memperhatikan setiap kebingungan dalam penugasan tanggung jawab sosial dan hukum yang timbul dari kloning. Namun ada beberapa alasan untuk berpikir bahwa ini akan tidak terlalu sulit dari pada dalam kasus teknologi reproduktif lain.
Dengan cara serupa, baik kita membandingkan kloning dengan rekayasa genetika, kloning mungkin terbukti yang kurang mangacau dari dua teknologi. Ini benar meskipun masa depan yang gelap terhadap mana mereka sering diduga memimpin (muncul) adalah mirip secara luas. Misalnya, sebuah artikel di Washington Post baru baru ini meninjau ketakutan ketakutan bahwa pengembangan teknologi penguatan genetika dapat “menciptakan suatu pasar dalam sifat sifat (ciri ciri) fisik fisik yang dihendaki”.
Reporter bertanya, “Mungkinkah dia membawa ke suatu masyarkat DNA berpunya dan tidak berpunya, dan penciptaan suatu kelas bawah baru yang tidak mampu mempunyai keluarga Jones yang diperkuat secara genetika ?” Demikian pula, seorang anggota NBAC mengemukakan keprihatinannya bahwa kloning dapat menjadi “suatu praktek yang paling disukai,” memberinya tempat “pada kontinum memberi yang terbaik pada putra anda.” Sebagaiakibatnya, orang tua orang tua yang memilih untuk “memainkan lotere reproduksi cara lama akan dipandang tidak bertanggung jawab.”
Namun, ketakutan ketakutan seperti itu tampak lebih terjamin terhadap rekayasa genetika ketimbang kloning. Agar menawari beberapa orang dalam senua probabilitas, anggota kalangan atas kesempatan untuk mendapatkan sifat sifat fisik tertentu melalui menipulasi genetika, rekayasa genetika dapat menghadirkan penguatan (atau pengokohan) biologis dari bagian bagian sosial yang ada. Adalah telah siap cukup keras untuk anak anak tak beruntung untuk berkompetisi dengan rekan rekan mereka yang lebih mahir, dengan adanya sumber sumber material dan kesempatan kesempatan intelektual yang sering tersedia hanya untuk anak anak istemewa. Ketetidakadilan ini hampir secara pasti akan mempersulit jika mampulasi genetika hadir sebaliknya, kloning tidak membawa :perbaikan” dalam genome : dia agaknya, suatu menduplikasi genom dengan semua ketidaksempurnaannya (cacatnya. Dia tidak akan membolehkan kelompok orang orang tertentu untuk tetap mendapatkan yang makin lebih baik sepanjang beberapa dimensi bernilai.
Bagi beberapa pengeritik, tak dapat disangkal, perbedaan ini tampak tidak akan penting sekali. Ahli teologi Gilbert Mei Laender, Jr, keberatan keberatan terhadap kloning dengan dasar bahwa anak anak yang diciptakan melalui teknologi ini akan “didesain sebagai sebuah produk “ketimbang” disambut sebagai anugrah”. Kenyataannya bahwa proses desain akan lebih selektif dan berbeda sedikit dalam kasus rekayasa genetika, dari sudut pandang ini, tak akan mempunyai signifikansi moral. Pada tingkat bahwa keberatan ini mencerminkan suatu keprihatian tentang komodifikasi kehidupan manusia, kita dapat menunjuknya sebagai bila kita meninjai

6
ALASAN ALASAN KLONING
_______________________________

Daerah akhir pasangan dalam debat kloning ini adalah bersifat psikologi dari pada ilmiah atau filosofis. Apakah teknologi kloning aman dan dapat tersedia secara luas, untuk penggunaan apa ?. Alasan apa mereka harus terlibat dalam kloning ?
Dalam laporannya untuk Presiden, Komisi membayangkan beberapa situasi dimana orang Dapat mengambil manfaat dari kloning. Dalam satu skenario, seorang suami dan isteri yang ingin memperoleh anak adalah keduanya pembawa suatu gen resesif letak :
Daripada mengambil resiko satu dalam empat kesempatan (kemungkinan) mengandung seorang anak yang akan menderita kehidupan yang singkat dan menyakitkan, pasngan tersebut mempertimbangkan alternatif alternatif : memutuskan untuk tidak membesarkan anak, mengadopsi; menggunakan diagnosis pra lahir dan penggunaan selektif; menggunakan gamet gamet donor bebas dari sifat sifat resesif; atau menggunakan sel sel dari salah satu orang dewasa dan mengupayakan pengklonan seorang anak. Untuk menghindari gamet gamet donor dan penggunaan selektif, sementara untuk memelihara (mempertahankan) ikatan genetika pada anak mereka, mereka memilih kloning.
Pada skenario lain, para orang tua dari anak yang menderita penyakit yang menyebabkan kematian diberitahu bahwa hanya dengan transplantasi sumsum tulang yang dapat menyelamatkan jiwa si anak. “Dengan tak adanya donor yang tersedia, para orang tua berusaha mengklon seorang manusia dari sel anak yang akan mati (sekarat). Jika berhasil, anak baru akan menjadi pasangan sempurna bagi transplantasi sumsum tulang, dan dapat digunakan sebagai donor tanpa resiko berarti atau tidak menyenangkan. Akibat akhir : dua anak yang sehat, yang di cintai oleh kedua orang tuanya, yang menjadi kembar identik namun berusia beda.
Komisi teristimewa terkesan oleh contoh yang kedua. Skenario itu, sebagaimana laporan del NBAC, “memungkinkan apa yang boleh jadi merupakan kasus yang paling mungkin bagi kloning manusia, sebagaimana dimonstrasikan bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk tujuan tujuan penyelematan jiwa manusia”. Memang, laporan tersebut memperingatkan bahwa akan merupakan suatu tragedi untuk membiarkan seorang anak sakit mati hanya karena keberatan moral/politik terhadap kloning. Meskipun demikian, kita harus mengingatkan (memperhatikan) bahwa banyak orang secara moral tidak akan tenang tentang penggunaan seorang anak kecil (bayi) sebagai donor, tak pandang apakah anak itu sebagai hasil kloning. Meskipun jika kegelisahan ini berhak ditolak oleh keprihatinan keprihatinan, skenario transplantasi mungkin tidak menghadirkan suatu kasus yang lebih memaksakan terhadap kloning dari pada terhadap pasangan kurang subur yang telah putus harapan mendapatkan seorang anak biologis.
Banyak pengritik, kenyataannya menolak untuk meminta spesifik spesifik dari situasi situasi tragis demikian (dan mungkin jarang). Malahan, mereka mendukung kasus mereka dengan membayangkan skenario skenario yang lain. Pengguna pengguna potensial teknologi tersebut, mereka berdalih, adalah orang orang yang tergila gila terhadap diri sendiri atau orang sinting orang orang yang akan menganggap putra putra mereka bukan sebagai pribadi pribadi yang orsinil dan bebas tetapi sebagai produk produk yang dimaksudkan untuk memenuhi kurang lebih spesifikasi spesifikasi yang kaku (tertentu) meskipun jika orang orang itu bukanlah termasuk orang orang determinis genetika, jalan lain mereka terhadap kloning akan mengindikasikan suatu keinginan mendesakan semua pengaruh yang mungkin terhadap jenis anak yang mereka hasilkan.
Peringatan para pengritik pada proses ini mempunyai andil, seperti kita lihat, terhadap keprihatian keprihatian tentang beban beban psikologis seperti keinginan yang akan memaksakan kloning. Namun hal itu juga mencerminkan suatu keprihatian yang lebih luas tentang nilai nilai yang diungkapkan. Dipromosikan, oleh kebijakan reproduktif masyarakat. Para pengkritik berargumen bahwa satu masyarakat yang membolehkan orang orang untuk mengklon dirinya sendiri dengan demikian menyokong suatu alasan yang paling narsistik (mencintai diri sendiri) untuk mendapatkan anak mengabadikan diri sendiri di lalui pengulangan genetika. Kepalsuan determinisme genetika yang dapat dipertunjukkan (didemonstrasikan) dapat mengurangi sedikit atau jika tidak sama sekali kuatnya motiv ini. Apakah pengklonan akan mempunyai keluhan (keberatan) terhadap para orang tua untuk memproduksi anak anak dengan motivasi ini/tidak, keterlibatan masyarakat atau kebiasaan terhadap motivasi itu adalah tidak benar dan berbahaya. Namun dapat di argumentasikan para pengkritik telah tidak memahami secara sederhana pengertian sosial suatu kebijaksanaan yang akan membolehkan orang untuk mengklon diri mereka bahkan pada ketidakhadiran keadaan darurat yang menyyat hati (memilukan) seperti yang dijelaskan dalam laporan NBAC negri ini telah membangun komitmen kuat bagi otonomi reproduktif. Komitmen ini hadir untuk menanggapi sejarah eugenetika yang suram sejarah yang kadang kadang meminta dukungan pengetatan terhadap kloning (pembatasan terhadap kloning). Dengan kekecuali terhadap praktek praktek yang menghadirkan resiko penggunaan paksa dan ekspletasi terutama penjualan bayi dan penyewaan kandungan secara komersial kita tidak mencapuri kebebasan penduduk untuk menciptakan dan menghadirkan dengan cara apapun yang mereka sukai, untuk suatu alasan tertentu kebijakan ini tidak mencerminkan kebebasan pogmatik. Agaknya, untuk merupakan pengakuan pentingnya kepribadian yang luar biasa dan karakter yang bersifat pribadi tentang keputusan keputusan reproduktif, tahankan kebijakan itu juga mencerminkan suatu pengakuan komplek sitas moral terhadap pengorang tuaan. Misalkan, kita mengetahui bahwa orang orang yang bermotivasi telah menghadirkan seorang anak kedunia tidak menentukan cara dimana mereka meumbuhkannya. Meskipun bila para orang tua memulainya sebagai orang orang narsisis (yang mencintai dirinya secara berlebihan), pengalaman membesarkan anak kadang kadang akan mentranformasi infus infus awal mereka, membuat mereka peduli (perhatian), menghargai, bahkan pengorbanan diri. Melihat putera putera mereka tumbuh berkembang, mereka mengetahui bahwa dia tidak semata mata suatu perpanjangan diri mereka. Tentu saja, beberapa orang tua tidak pernah menemukan penemuan; yang lainnya, yang telah malakukan demikia, tidak pernah memaafkan anak mereka untuk itulangkah dan tingkat pengembangan moral diantara para orang tua (tidak kurang dari diantara para anak) adalah variabel secara tak berhingga. Masih, kita membenarkan dengan mengatakan bahwa mereka yang terlinat dalam kloning tidak akan, berdasarkan fakta ini, kebal terhadap efek efek transformatif dari ke orang tua an bahkan jika demikian halnya (tidak itu tidak akan selalu) bahwa mereka memulainya dengan motiv motiv yang lebih problematik dari pada mereka yang terlibat dalam lotip genetika.
Bahkan lebih pada itu tambahan pula, sifat motivasi ke orang tua an itu sendiri adalah lebih kompleks dari pada yang sering dibolehkan oleh narsisisme adalah suatu perbuatan jahat tidak dianjurkan, kita kekurangan suatu pendangan yang jelas tentang dimana kebanggaan seorang anak berakhir dan narsisisme berawal. Bila, misalnya itu tidak tampak untuk bersenag senang dalam kemenangannya memperoleh anak ? bayangkan seorang juara senam yang menyenangi (merasa senang) terhadap kejagoan putrinya. Kini bayangkan bahwa seorang anak sesungguhnya di klon dari salah satu sel somatik tukang senam akankah kita harus merevisi kajian moral kita tentang kesenangannya terhadap keberhasilan purtinya ? atau seorang lelaki ingin di klon dan memberi anaknya kesempatan kesempatan yang dia sendiri tidak pernah menikmati dan andaikan bahwa benar atau salah, seorang pria mengambil keberhasilan seorang anak sebagai ukuran potensial yang luar biasa darinya suatu indikasi kehidupan yang gemilang yang mungkin ia peroleh. Apakah sentimen ini dapat di salahkan? Dan apakah semua yang berbeda dari apa yang banyak orang tua alamiah rasakan?
7
KESIMPULAN
________________

Hingga sekarang, ada sedikit pembicaraan pembicaraan etika, sosial, ataupun hukum tentang kloning manusia melalui tranplatasi nuklir, karena konsesus ilmiah,adalah suatu prosedur yang tidak mungkin secara biologis. Dengan kemunculan dolly, situasinya menjadi berubah. Namun meskipun kini tampak lebih mungkin meragukan bahwa praktek tersebut akan hadir dalam penggunaannya yang luas. Saya beranggapan bahwa itu tidak akan, namun alasan alasan saya tidak akan menawarkan banyak kesenangan bagi pengkritik kloning. Sementara teknologi transplatasi nuklir berlanjut, teknologi teknologi lain terutama teknologi rekayasa genetika juga akan mengalami kemajuan rekayasa genetika manusia akan dapat diterapkan terhadap suatu variasi yang luas dari sifat sifat fisik; itu akan lebih berdaya guna dari pada kloning, dan dengan demikian lebih atraktif bagi banyak orang. Dia juga akan, sebagaimana saya telah anjurkan, menimbulkan pertanyaan pertanyaan yang lebih mengganggu dari pada prospek kloning yang telah dimiliki sedemikian jauh. (Yaziz Hasan/dari berbagai sumber)

Posted Oktober 6, 2010 by saintifika indonesia in Uncategorized

Mengapa Bill Gates berinvestasi di energi nuklir?   Leave a comment

Seperti dilansir oleh situs Seattlepi.com pertengahan tahun lalu, Bill Gates, pendiri perusahaan raksasa peranti lunak Microsoft dan raja peranti lunak dunia, telah menyatakan komitmennya untuk menanamkan modalnya di dalam proyek pengembangan teknologi reaktor nuklir maju untuk pembangkitan listrik. Bill Gates telah berbicara banyak tentang segala sesuatunya dengan Nathan Myhrvold, mantan eksekutif teknologinya di Microsoft¸dan pendiri Intellectual Ventures LLC (IV). Menurut Myhrvold, Gates akan berinvestasi dalam proyek yang dikerjakan oleh IV, yang akan mengembangkan jenis reaktor nuklir baru yang akan menggunakan bahan bakar selain uranium diperkaya, termasuk bahan bakar bekas reaktor yang ada.
Gagasannya adalah menciptakan suatu reaktor nuklir yang lebih sederhana dan lebih murah daripada reaktor-reaktor yang saat ini beroperasi, dan menghasilkan daya secara bersih tanpa adanya masalah sampah dan ketakutan proliferasi, kata Myhrvold. Hanya masalahnya, bagi investor tradisional, proyek tersebut tidak akan segera dapat dinikmati. Perlu waktu sedikitnya 30 tahun atau lebih.
Selama kariernya, Bill Gates telah mencapai beberapa prestasi luar biasa, termasuk kekayaaan pribadi sekitar $ 58 miliar. Dia menjadi manusia terkaya di planet ini selama 13 tahun berturut-turut. Sepanjang kariernya, fokus bisnisnya berkaitan dengan peranti lunak, jasa dan solusi. Pria kelahiran Seattle, Washington, 28 Oktober 1955, ini mampu membangun Microsoft dari titik nol menjadi perusahaan dengan penjualan sebesar US$ 51,12 miliar pada 2007.
Melalui payung Microsoft ia mampu menampung 78 ribu tenaga kerja yang tersebar di 105 negara dan mendominasi pasar peranti lunak dunia.
Dengan prestasi yang sedemikian hebat, tidak mengherankan jika kedatangannya di Indonesia Mei tahun lalu disambut meriah. Tampil mengenakan batik karya Iwan Tirta, dia memberikan kuliah umumnya berjudul ‘Second Digital Decade’ di Plenary Hall Jakarta Convention Center, dihadiri 2.500 orang, mulai dari presiden, menteri kabinet, pengusaha, profesional hingga mahasiswa. Sementara ribuan lainnya lagi terpaksa gigit jari karena kehabisan tiket untuk mengikuti kuliah umum itu.
Setelah pensiun dari Microsoft, dia lebih banyak mendedikasikan waktunya dan sibuk berkecimpung di dunia filantropis melalui Yayasan “Bill and Melinda Gates” yang didirikannya tahun 2000 dengan tujuan membantu proyek-proyek peningkatan kesehatan, pengurangan kemiskinan, dan proyek yang memperluas akses masyarakat kepada teknologi. Melalui yayasannya tersebut, dia telah berupaya untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan, khususnya di negara-negara berkembang.
Salah satu aksi sosial terbarunya adalah membantu pendanaan proyek mobile banking bagi orang miskin di negara berkembang. Bill Gates telah menyatakan setuju untuk menyumbang dana $ 12.5 juta bagi proyek-proyek besar yang berlaitan dengan online banking. Proyek-proyek yang disasar adalah layanan online perbankan yang memungkinkan para pengguna ponsel bisa mentransfer uang melalui ponsel atau perangkat genggam mereka.
Bill Gates adalah seorang yang memiliki banyak rencana besar untuk masa depan. Sejak memulai perusahaannya ketika masih berusia belasan dan berada di pucuk pimpinan hanya untuk lebih dari 30 tahun, dia memiliki banyak tahun produktif potensial.
Kini dia akan fokus pada ide-ide yang berhubungan dengan kefilantropiannya, dan juga akan menghabiskan banyak waktunya dengan staf Ph.D dan para penemu di IV dalam diskusi pengembangan teknologi nuklir bagi pembangkitan listrik.
“Saya tidak akan membuat perusahaan,” Gates bertekad. “Yayasan merupakan prioritas utama. Tetapi ada beberapa hal-hal lain yang mungkin saya akan membantu. Diskusi ilmiah dengan kelompok Nahtan telah menuntun ke arah permulaan energi nuklir baru, dan saya penyokong dana dan penasihat untuk hal itu. Itu tidak perlu waktu yang lama, tetapi yang penting, energi murah ramah lingkungan merupakan sebuah terobosan yang lebih penting bagi masyarakat miskin dibanding orang kaya. Dan masyarakat miskin perlu pupuk, bibit unggul, dan juga pertanian lebih baik. Mereka tidak harus mengurangi biaya makan mereka, karena itu artinya kelaparan. Karena itu saya tertarik dalam investasi nuklir tersebut, ” demikian katanya seperti dikutip Fortune.
Bill Gates tidak saja mengakui bahwa energi murah dan mudah diakses sangat penting bagi pembangunan manusia dan pengentasan orang-orang yang miskin, yang lebih rentan daripada orang kaya bila biaya energi dan dampak lingkungan meningkat, tetapi ia juga telah mengambil langkah-langkah untuk menginvestasikan sebagian besar kekayaannya di energi nuklir sebagai salah satu sumber yang memiliki potensi untuk memecahkan tantangan yang ada.
IV telah mulai mengungkapkan rincian tentang apa yang oleh Myhrvold disebut “proyek paling ambisius” perusahaannya – jenis reaktor nuklir baru yang lebih aman dan lebih murah.
Konsep yang telah dipresentasikan dihadapan Perhimpunan Nuklir Amerika tersebut akan mengurangi kebutuhan uranium diperkaya dan daur ulang yang sangat mahal, mengurangi risiko proliferasi senjata nuklir. Perusahaan memiliki tim yang terdiri dari 30 teknisi dan ilmuwan sedang menyempurnakan konsep tersebut.
IV lebih dikenal sebagai kolektor paten teknologi dan diskusi-diskusinya untuk menghasilkan gagasan penerapan paten tersebut.
“Kami sangat serius dan datang dengan konsep yang akan memungkinkan Anda untuk menerapkan energi nuklir tanpa diperlukan pengayaan,” kata John Gilleland, manajer program nuklir di IV. “Kami memiliki kesempatan tidak biasa untuk memimpin sesuatu dengan cara yang akan memberikan dunia banyak manfaat.”
Gates telah ikut serta dalam sesi diskusi pada topik tersebut dan menyediakan sejumlah dana untuk proyek nuklir. Dia tertarik dengan reaktor nuklir sebagai sumber pembangkit listrik yang murah bagi masyarakat miskin di dunia, yang cocok dengan misi kesehatan global dari yayasan filantropisnya.
Saat ini, semua reaktor nuklir komersial adalah reaktor air ringan yang beroperasi pada uranium diperkaya. Model reaktor IV hanya akan membutuhkan sejumlah kecil uranium diperkaya saat pengoperasian awal, tetapi kemudian dapat beroperasi dengan uranium alam dan tidak dikayakan atau uranium deplesi, produk limbah pengayaan, yang berarti dapat mendatangkan jauh lebih banyak dan lebih murah pasokan bahan bakar .
Perusahaan itu juga menyelidiki thorium sebagai sumber bahan bakar reaktor. Thorium, logam radioaktif, memiliki keunggulan bahwa yang lebih banyak daripada uranium.
Dengan mengurangi kebutuhan pengolahan uranium dan transportasi, teknologi reaktor ini, secara teori, akan menurunkan risiko kecelakaan dan proliferasi senjata nuklir.
Pembangkit tenaga listrik nuklir, tidak seperti fasilitas batu bara dan gas alam, tidak menghasilkan emisi karbon, dan para penasehat di bidang kebijakan energi dan lingkungan melihatnya sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa depan tanpa menimbulkan pemanasan global.
Jon Phillips, direktur di Laboratorium Nasional Pacific Northwest, Richland, mengatakan energi nuklir “akan memainkan peran besar jika manajemen karbon menjadi isu pokok di masa depan.”
Tetapi Phillips berkata memperkenalkan desain reaktor baru, terutama yang beroperasi pada prinsip-prinsip yang berbeda dengan reaktor-reaktor yang sudah ada, merupakan usul penuh tantangan.
“Setiap kali seseorang mengemukakan ide baru dalam desain reaktor nuklir, mereka harus memahami bahwa keengganan pasar dan konteks peraturan pasar tersebut adalah besar,” kata Phillips. Regulator “berusaha untuk menghindari kecelakaan nuklir dan karenanya sangat telaten dalam proses tersebut.”
Katanya desain reaktor baru cenderung merupakan perubahan evolusioner dari model yang ada. Perlu bertahun-tahun untuk mendapatkan sertifikasi dan lisensi dari badan pengawas, serta perlu beberapa tahun untuk mengumpulkan dana dan melakukan konstruksi, ujarnya.
“Saya berharap mereka berhasil,” ujar Phillips. “Ini bukan seperti datang dengan paket perangkat lunak.”
Bagaimanapun proyek tersebut merupakan salah satu langkah paling visioner yang sangat diperlukan. Tentu saja, tidak perlu menunggu sampai teknologi tersebut hadir sebelum membangun PLTN-PLTN baru. Saat ini telah dimiliki pengetahuan yang cukup untuk menyimpan bahan bakar bekas secara aman untuk waktu yang sangat lama, hingga kelak reaktor-reaktor jenis baru tersebut siap menggunakannya sebagai bahan bakar dengan sumber yang melimpah. (Yaziz Hasan/dari berbagai sumber)

Posted Oktober 6, 2010 by saintifika indonesia in Uncategorized

Rusia bangun PLTN pertama Belarusia   Leave a comment

Duta besar Rusia untuk Belarusia mengatakan bahwa Moskow akan mendanai dan membangun PLTN pertama Balarusia awal tahun ini, demikian AP memberitakan.
Alexander Surikov mengatakan proyek US$ 5 miliar tersebut akan memanfaatkan syarat-syarat kredit maksimal yang menguntungkan dan akan dibangun oleh BUMN Rusia, Atomstroiexport.
Namun para pengeritik mengatakan bahwa PLTN tersebut akan meningkatkan kebergantungan Minsk pada Moskow. Juga para aktivis marah bahwa PLTN itu dibangun dekat perbatasan Lithuania di suaka alam yang merupakan tempat liburan.
PLTN ini diharapkan beroperasi sepenuhnya pada tahun 2020, ketika ia harus memberikan sepertiga dari kebutuhan energi negara berpenduduk 10 juta orang tersebut.
Sebagaimana diketahui, Belarusia selama ini sangat bergantung pada pasokan minyak dan gas bumi Rusia yang murah. (Yaziz Hasan/AP)

Posted Oktober 6, 2010 by saintifika indonesia in Uncategorized

Iran segera operasikan PLTNnya   Leave a comment

Iran tampaknya akan segera mengoperasikan PLTNnya yang pertama setelah lama tertunda, dengan melakukan uji coba operasi pada hari Rabu, 25 Februari, kata sumber di badan energi atom Iran.
“Pengoperasian tahap pilot pembangkit tenaga listrik akan mulai pada hari Rabu,” juru bicara badan atom Iran Mohsen Delaviz kepada kantor berita negara pada hari Minggu, sebagaimana diberitakan AP.
Dia menambahkan bahwa tahap awal operasi akan berlangsung selama kunjungan Sergei Kiriyenko, kepala ROSATOM, badan nuklir Rusia.
Reaktor air ringan 1000 megawat yang telah lama dinantikan tersebut, dibangun di bagian selatan Iran di pelabuhan Bushehr dengan bantuan Rusia melalui kontrak US$ 1 miliar, sebelumnya dijadwalkan untuk beroperasi pada musim dingin 2008. Sebanyak 700 insinyur Iran telah dilatih di Rusia untuk mengoperasikan PLTN.
Namun, juru bicara Rosatom Sergei Novikov mengatakan tidak ada tonggak utama berarti dalam persiapan penyalaan PLTN Bushehr yang diharapkan selama kunjungan Kiriyenko tersebut.
Novikov mengatakan bahwa Rosatom berharap itu “hanya kunjungan kerja biasa” seperti sebelumnya, penyalaan fisik reaktor diharapkan pada akhir tahun. “Semuanya telah terjadwal,” katanya.
“Ini adalah pertemuan rutin di tapak, antara organisasi Rusia dan Iran yang bekerja pada proyek,” kata Novikov.
Dia mengatakan tidak bisa lebih spesifik tentang kapan reaktor dapat diaktifkan, dengan mengingat ketidakpastian proses integrasi mengenai apa yang telah dibangun baru-baru ini dan fasilitas yang ada di tapak tersebut.
Novikov mengatakan itu mungkin “operasi tahap uji coba,” sebagaimana dijelaskan oleh Delaviz, dapat merujuk ke titik ketika reaktor mulai menghasilkan listrik untuk penggunaan sendiri secara terbatas selama masa “pra-komisioning”, yang katanya sudah berjalan. Ini biasanya terjadi beberapa bulan sebelum penyalaan reaktor, katanya.
PLTN tersebut bermula di tahun 1974, ketika Iran menandatangani perjanjian untuk membangun reaktor dengan perusahaan Jerman Siemens, yang menarik diri dari proyek tersebut setelah revolusi Islam1979 menumbangkan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang pro-Barat.
Pada tahun 1992, Iran menandatangani perjanjian dengan Rusia untuk menyelesaikan proyek tersebut dan mulai bekerja pada tahun 1995.
Reaktor seharusnya telah selesai 1999, namun terganggu oleh penundaan-penundaan.
Amerika Serikat telah lama menentang proyek itu, dengan mengemukakan kekhawatiran bahwa itu dapat membantu Teheran mengembangkan senjata nuklir, tetapi kemudian memperlunak posisinya setelah Iran sepakat untuk mengembalikan bahan bakar nuklir bekasnya ke Rusia – langkah yang bertujuan untuk memastikan tidak ada ekstrak plutonium untuk membuat bom atom.
Rusia mengatakan tidak ada bukti bahwa Iran sedang mengusakan senjata nuklir dan bergabung dengan Cina dalam melemahkan sanksi Barat yang didukung Dewan Keamanan PBB, dengan berargumentasi bahwa menekan Teheran terlalu keras karena kegiatan nuklirnya akan kountraproduktif.
Amerika Serikat dan sekutunya menuduh Iran menggunakan program nuklirnya sebagai tameng untuk pengembangan senjata. Iran menolak keras tuduhan itu, seraya mengatakan program pengayaan uraniumnya hanya ditujukan untuk menghasilkan listrik.
Dewan Keamanan PBB telah meloloskan tiga sanksi terhadap Iran atas program pengayaan uranium-nya, yang dapat digunakan baik untuk memproduksi bahan bakar nuklir dan bahan untuk senjata.
PLTN Bushehr akan menggunakan uranium diperkaya yang diimpor dari Rusia, bukan bahan bakar yang diproduksi dalam negeri. Pengiriman bahan bakar dimulai sejak 2007.
Iran juga berencana untuk membangun PLTN 360-megawat di Darkhovin, di provinsi Khuzestan barat daya yang akan menggunakan uranium diperkaya produksi lokal. (Yaziz Hasan/dari berbagai sumber)

Posted Oktober 6, 2010 by saintifika indonesia in Uncategorized

Perjanjian Internasional Ketenaganukliran Pada Penggunaan Nuklir Tujuan Damai   Leave a comment

1. PENDAHULUAN

1.1 Sifat Internasional Nuklir

Dari permulaan, pengembangan energi nuklir telah bersifat internasional, lahir dari laboratorium-laboratorium riset yang tersebar luas, sebagai gagasan dan hasil kerja para ilmuwan di satu negara yang memicu rekan-rekannya di lain negara.
Pada 1920-an dan 1930-an fisikawan dan kimiawan terkemuka Eropa dan AS secara gradual menyingkap struktur unsur-unsur dan dinamika inti atomnya dan partikel-partikel subatomik.

1.2 Pengontrolan Nuklir

Pada 15 November 1945, Presiden AS H. Truman, PM Inggris Atlee, PM Kanada Mackenzie King, bertemu di Washington dan menghasilkan suatu persetujuan ”Three Nation Agreed Declaration on Atomic Energy” yang mengindikasikan kerelaan mereka memberikan informasi nuklir untuk tujuan damai kepada pihak lain dengan syarat menerima safeguard terhadap penggunaan bukan untuk tujuan damai. Mereka menyarankan kepada PBB yang baru saja lahir untuk menangani masalah nuklir. Segera setelah itu, pada 27 Desember 1945, pada pertemuan Dewan Menlu di Moskow, AS dan Inggris mengusulkan dan Uni Soviet menyetujuinya, bahwa suatu Komisi Tenaga Atom PBB (UNAEC) harus dibentuk untuk menangani masalah-masalah yang timbul dari penemuan tenaga atom dan masalah yang terkait dengannya. Soviet menekankan bahwa kerja UNAEC harus atas dasar arahan Dewan Keamanan, AS dan Inggris menerima syarat itu.
Pada 1945 hanya satu negara yang memiliki infrastruktur industri yang masif, kekayaan, bahan dan konsentrasi keahlian ilmiah dari Eropa dan AS yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir. Namun keunggulan ini akan tergerus waktu dan negara lain juga bergerak memasuki era nuklir.
Pada September 1949, Soviet melakukan uji coba ledakan nuklir yang pertama, sesuatu yang mengejutkan pejabat AS termasuk Jenderal Leslie R. Groves, penggerak utama Proyek Manhattan. Mereka sebelumnya mengira perlu 20 tahun bagi Soviet untuk menjadi negara bersenjata nuklir kedua di dunia.
Inggris menjadi yang ketiga pada Oktober 1952.
Sekali terobosan ilmiah dan teknis pada senjata nuklir dicapai dan menjadi milik publik, replikasi peranti tersebut sebagian besar hanya masalah rekayasa belaka. Dan negara-negara lain berlumba mengembangkan teknologi tersebut, yang lebih banyak karena pertimbangan politik, ketimbang teknis semata.

1.3. Atoms for Peace

Akhir monopoli nuklir AS, jalan buntu di PBB dan peningkatan ketegangan Perang Dingin akhirnya memupuskan harapan adanya dunia yang bebas dari senjata nuklir. Namun, Eisenhower ditakdirkan untuk menawarkan jalan keluar dari situasi tanpa harapan tersebut.
Pada Januari 1953, Eisenhower menggantikan Truman dan pada 5 Maret 1953 Stalin wafat. Saat itu monopoli AS terhadap penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan sipil dan militer mulai tersaingi dan perusahaan-perusahaan AS khawatir kehilangan pasar kepada Inggris dan Kanada. Para pembuat kebijakan di AS dan sekutunya juga menyimpulkan perlunya melanjutkan pembicaraan perlucutan senjata nuklir.
Kekhawatiran memuncak ketika 12 Agustus 1953 Soviet meledakkan apa yang diyakini AS sebagai bom hidrogen. Kekhawatiran ini mengubah kebijakan nuklir AS, selain dorongan privatisasi nuklir di kalangan internal AS sendiri.
Itu terjadi pada September 1953 ketika Eisenhower sampai pada gagasan yang menjadi inti dari pidato ’Atoms for Peace’-nya di depan MU PBB pada 8 Desember tahun itu, bahwa bahan-bahan fisil negara-negara bersenjata nuklir hendaknya dikumpulkan dalam suatu lumbung bersama yang akan digunakan oleh semua bangsa untuk tujuan damai. Gagasan lumbung (atau bank) bersama tersebut dipandang sebagai pendekatan baru dan evolusioner terhadap perlucutan senjata, sebagai alat pembangun kepercayaan antara blok Timur dan Barat, dan sebagai jalan menuju adanya suatu badan internasional yang akan mempromosikan pemanfaatan nuklir tujuan damai (sipil).
Pada permulaan Desember 1953, Eisenhower bertemu Churchill di Bermuda dan memperlihatkan draf pidato tersebut kepadanya, yang disambut hangat Churchill. Dan saat disampaikan dihadapan Majelis, pidato tersebut disambut secara antusias. Setahun kemudian, pada 4 Desember 1954, disahkanlah secara bulat pendirian badan baru.

1.4. Pembentukan IAEA

Setelah melalui serangkaian perundingan baik bilateral maupun multilateral proses perumusan, berlangsung selama 1954 sampai 1956, Statuta (sebanyak 23 pasal) akhirnya dapat difinalisasi dan ditandatangani oleh 81 negara, termasuk Indonesia, pada Oktober 1956 di New York. Setahun kemudian pada Juli 1957, Statuta tersebut dinyatakan mulai berlaku efektif, setelah proses ratifikasi beberapa negara dan dinyatakan sebagai hari lahirnya IAEA. Indonesia meratifikasinya dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1957.
Selama bertahun-tahun, Indonesia telah menjadi mitra suportif dan penerima bantuan IAEA.
Tujuan IAEA sebagaimana dinyatakan dalam Statutanya adalah mempercepat dan memperbesar sumbangan tenaga atom pada perdamaian, kesehatan dan kemakmuran di seluruh dunia. Sejauh disanggupi, perlu dijamin bahwa bantuan yang diberikan atau dimintakan atau di bawah pengawasan atau kontrolnya tersebut tidak digunakan untuk tujuan militer.
Secara ringkas, Statuta IAEA menggariskan tiga pilar: Safeguards & Verification, Safety & Security dan Kerja sama Internasional Tranfer Teknologi.

2. PERJANJIAN INTERNASIONAL KETENAGANUKLIRAN

2.1 Infrastruktur untuk mendukung Program Nuklir

Bagi negara yang ingin masuk arena nuklir, tantangan terbesar sering terkait dengan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung program tersebut.
Infrastuktur yang diperlukan, sesuai panduan IAEA, antara lain meliputi partisipasi pada traktat dan konvensi internasional, dan kerangka legal nuklir dan regulasi nuklir nasional.
Introduksi program nuklir memerlukan komitmen jangka panjang, baik secara nasional maupun internasional. Kerangka waktu sedikitnya 100 tahun haruslah diperhitungkan, dengan 10-15 tahun perioda implementasi awal. Poin-poin kunci yang harus dipahami dalam rangka komitmen tersebut antara lain meliputi perlunya jaminan keselamatan, keamanan dan non-proliferasi bahan nuklir, perlunya bergabung dengan traktat dan konvensi internasional yang sesuai serta perlunya mengembangkan kerangka legal yang komprehensif yang mencakup semua aspek hukum nuklir tentang keselamatan, keamanan dan pertanggungan ganti rugi nuklir serta aspek legislatif, pengawasan dan komersial.
Kerangka instrumen internasional yang relevan dengan maksud tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1

Table 1. Instrumen Internasional Relevan

Comprehensive Safeguards Agreement (INFCIRC/153 Corr.)
Additional Protocol pursuant to INFCIRC/540 (Corr.)
Convention on Early Notification of a Nuclear Accident (INFCIRC/335)
Convention on Assistance in the Case of a Nuclear Accident or Radiological Emergency (INFCIRC/336)
Convention on Nuclear Safety (INFCIRC/449)
Joint Convention on the Safety of Spent Fuel Management and on the Safety of
Radioactive Waste Management (the ‘Joint Convention’), INFCIRC/546
Convention on the Physical Protection of Nuclear Material (INFCIR/274) dan Amendmentnya
Vienna Convention on Civil Liability for Nuclear Damage (INFCIRC/500)
Joint Protocol Relating to the Application of the Vienna Convention and the Paris Convention, INFCIRC/402
Protocol to Amend the 1963 Vienna Convention on Civil Liability for Nuclear Damage
Convention on Supplementary Compensation for Nuclear Damage
Revised Supplementary Agreement concerning the provision of Technical Assistance by the IAEA

3. SISTEM SAFEGUARD
3.1 Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir
Sejak 1960-an, sistem safeguard (pengawasan) internasional IAEA merupakan komponen sentral dalam mengontrol penyebaran nuklir. Di bawah ketentuan-ketentuan dari persetujuan-persetujuan yang dicapai IAEA dengan negara-negara penandatangan, para inspektur (pengawas) IAEA secara teratur mengunjungi fasilitas-fasilitas nuklir untuk memverifikasi rekaman-rekaman yang dilakukan otorita negara bersangkutan tempat di mana bahan nuklir berada, mencek peralatan dan perlengkapan pengawasan yang dipasang IAEA, dan mengkonfirmasi penyimpanan fisik bahan-bahan nuklir. Mereka kemudian membuat laporan-laporan rinci kepada negara yang ditinjau dan kepada IAEA.
Safeguard merupakan peraturan teknis verifikasi yang sesuai dengan kewajiban-kewajiban legal yang relevan dengan penggunaan energi nuklir tujuan damai. Tujuannya adalah politis, yaitu untuk menjamin masyarakat internasional akan sifat damai kegiatan nuklir yang disafeguard dan untuk menghalangi penyimpangan atau penyalahgunaan bahan-bahan atau fasilitas-fasilitas yang disafeguard melalui deteksi dini.
Persetujuan-persetujuan legal merupakan basis safeguard IAEA, yang antara lain secara popular banyak dikenal sebagai persetujuan-persetujuan skop-penuh (full-scope agreements) karena mencakup pada semua aktivitas dan bahan-bahan nuklir tujuan damai di negara terkait. Ini terutama terkait dengan Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan Traktat Pelarangan Senjata Nuklir untuk kawasan regional seperti Traktat Tlateloco (Amerika Latin), Traktat Rarotonga (Pasifik Selatan) dan Traktat Bangkok (ASEAN).
Indonesia menandatangani persetujuan safeguard dengan IAEA dalam kaitan dengan NPT pada 14 Juli 1980, dua tahun setelah Pemerintah Indonesia meratifikasi NPT melaui UU No. 8 Tahun 1978.
Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons-NPT) merupakan traktat internasional yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan teknologi senjata nuklir, mendorong perkembangan penggunaan energi nuklir untuk maksud damai, dan memajukan tujuan mencapai perlucutan secara umum dan menyeluruh. Traktat menetapkan suatu sistem pengamanan (safeguards system) di bawah tanggung jawab IAEA, yang juga memainkan peran sentral di bawah Traktat dalam bidang-bidang transfer teknologi untuk maksud-maksud damai.
Traktat ini diadopsi tanggal 12 Juni 1968 di New York, dan mulai berlaku efektif pada 5 Maret 1970. Indonesia menandatangani Traktat ini pada 2 Maret 1970 dan meratifikasinya pada 25 Nopember 1978. Telah 187 negara yang menjadi negara pihak dalam NPT.

3.2 Additional Protocol to Safeguards
Perkembangan lebih lanjut dalam energi nuklir dan adanya beberapa negara yang menyimpang dari ketentuan safeguard (seperti Irak dan Korea Utara) telah mendorong perlunya penguatan dan penyempurnaan sistem safeguard dengan dihasilkannya Additional Protocol terhadap persetujuan safeguard. Indonesia, yang telah menjadi negara pihak pada Persetujuan Safeguard dengan IAEA, kemudian menandatangani Addional Protocol ini pada 29 September 1999. Dengan telah ditandatanganinya Additional Protocol tersebut, Indonesia mempunyai kewajiban untuk membuat laporan triwulan dan laporan tahunan kepada IAEA tentang fasilitas, potensi tambang, kegiatan dan program nuklirnya.

4. HIKMAH PERISTIWA CHERNOBYL

Sejak promosi nuklir tujuan damai, pengembangan nuklir berpacu dalam laju yang cepat, banyak negara mulai meluncurkan program litbang nuklirnya untuk kepentingan pembangunan nasional masing-masing, termasuk Indonesia, yang sedari awal telah berpartisipasi dan mengikutinya dengan membentuk badan serupa pada level nasional, Lembaga Tenaga Atom (kelak pada 1965 menjadi Badan Tenaga Atom Nasional [BATAN]) pada 1958.
Antusiasme begitu tinggi terhadap nuklir hingga akhir 1980-an dan perkembangan tampaknya memasuki masa-masa keemasan. Namun peristiwa Three Mile Island 1979 dan Chernobyl 1986, telah membawa keadaan stagnan di Barat, laju pembangunan pembangkit listrik mengalami pelambatan, kecuali di Asia.
Peristiwa Chernobyl yang terjadi 25-26 April 1986 telah memicu suatu tindakan segera yang berkelanjutan dan komprehensif dari masyarakat Internasional yang menghasilkan sejumlah instrumen internasional baru yang ditujukan untuk menghindari atau mengatasi kelemahan rezim hukum internasional pra-1986 yang terbukti tidak berjalan efektif:
26 September 1986: adopsi the Convention on Early Notification of a Nuclear Accident;
26 September 1986: adopsi the Convention on Assistance in the Case of Nuclear Accident or Radiological Emergency ;
21 September 1988: adopsi the Joint Protocol Relating in the Application of the Vienna Convention and the Paris Convention;
17 Juni 1994: adopsi the Convention on Nuclear Safety;
5 September 1997: adopsi the Joint Convention on the Safety of Spent Fuel Management and the Safety of Radioactive Waste Management;
12 September 1997: adopsi the Protocol to Amend the 1963 Vienna Convention on Civil Liability for Nuclear Damage;
12 September 1997: adopsi the Convention on Supplementary Compensation for Nuclear Damage;
12 Februari 2004: adopsi the Protocol to Amend the Convention on Third Party Liability in the Field of Nuclear Energy of 29 July 1960, as Amendedby the Additional Protocol of 28 January 1964 and by the Protocol of 16 November 1982;
12 Februari 2004: adopsi the Protocol to Amend the Convention of 31 January 1963 Supplementary to the Paris Convention of 29 July 1960 on Third Party Liability in the Field of Nuclear Energy, as Amended by the Additional Protocol of 28 January 1964 and by the Protocol of 16 November 1982;
8 Juli 2005: adopsi the Amendment to the Convention on the Physical Protection of Nuclear Material.

Semua traktat yang diterakan di atas adalah instrument internasional multilateral dan bersifat mengikat, yang hampir semuanya telah berlaku efektif, dengan kekecualian Convention on Supplementary Compensation for Nuclear Damage 1997; Protocols to Amend the Paris and the Brussel Conventions 2004 dan Amendment to the Convention on the Physical Protection of Nuclear Material 2005. Kendati Amendment to the Convention on the Physical Protection of Nuclear Material 2005 mungkin tidak harus dikualifikasikan sebagai reaksi langsung terhadap peristiwa Chernobyl karena dia dirancang untuk mengantisipasi peningkatan ancaman terorisme, instrumen ini tetap dihitung dalam pengertian ini. Ada bidang antarmuka antara keselamatan dan keamanan yang memerlukan perhatian. Langkah-langkah proteksi fisik, sebagai efek samping, memperkuat keselamatan nuklir dan sebaliknya. Sebagai akibatnya, Convention on the Physical Protection of Nuclear Material merupakan bagian dari apa yang disebut Keluarga Konvensi Keselamatan Nuklir, anggota lainnya adalah the Convention on Early Notification of a Nuclear Accident; the Convention on Assistance in the Case of Nuclear Accident or Radiological Emergency, the Convention on Nuclear Safety, dan the Joint Convention on the Safety of Spent Fuel Management and the Safety of Radioactive Waste Management.
Di samping traktat internasional yang mengikat tersebut di atas, berbagai instrumen internasional tidak mengikat juga telah dikembangkan sejak 1986, sebagai kelanjutan usaha yang telah ada sejak pendirian IAEA dan organisasi kompeten lainnya. Khususnya, berupa rekomendasi-rekomendasi teknis dalam bidang keselamatan nuklir, proteksi radiasi dan transportasi dengan memperbarui rekomendasi yang telah ada atau yang sama sekali baru dikembangkan. Ini dikembangkan oleh kelompok ahli INSAG dan dipublikasikan oleh IAEA.
Salah satu yang terpenting adalah ”Code of Conduct on the Safety of Research Reactors” yang diadopsi Dewan Gubernur IAEA pada 8 Maret 2004. Lingkup aplikasi Konvensi Keselamatan Nuklir 1994 diketahui terbatas hanya untuk PLTN sipil yang berada di darat dan sebagai akibatnya, sebagian besar reaktor riset di seluruh dunia tidak dicakup di dalamnya. Pengecualian ini bersifat politis, salah satunya karena reaktor-reaktor riset sering berfungsi ganda (dual-purpose). Instrumen Code of Conduct tidak mengikat menawarkan kompromi untuk juga menarik negara-negara agar sudi menjadikan reaktor-reaktor riset mereka sebagai subyek rezim internasional yang mengikat. Kode tersebut merupakan komplemen penting terhadap Convention on Nuclear Safety.
Code of Conduct lainnya adalah ”Code of Conduct on the Safety and Security of Radioactive Sources” yang disetujui oleh Dewan Gubernur IAEA pada 8 September 2003. Sumber-sumber radioaktif bukan merupakan bagian dari daur bahan bakar nuklir, yang berarti tidak ada kaitan langsung dengan peristiwa Chernobyl. Di lain pihak sumber-sumber radioaktif secara berulang telah dimasukkan dalam kecelakaan radiasi utama, yang paling terkenal adalah peristiwa Goiania (Brazil) 1987. Skenerionya mirip dengan skenario setelah Chernobyl meski pada level risiko lebih rendah. Karena, terkait dengan sumber radioaktif, masih ada ketimpangan dalam rezim legal pada level nasional dan internasional, situasi ini juga memerlukan tindakan internasional. Code of Conduct ini merupakan respons terhadap tantangan ini.

5. TANGGAP DARURAT INTERNASIONAL

5.1. Pemberitahuan Dini

Convention on Early Notification of a Nuclear Accident (Konvensi Pemberitahuan Dini Terjadinya Kecelakaan Nuklir) menetapkan suatu sistem pemberitahuan dini atas terjadinya kecelakaan nuklir yang mempunyai potensi pelepasan bahan-bahan radioaktif yang melintasi batas-batas Internasional antar negara yang mempunyai dampak keselamatan radiologis bagi Negara lain. Konvensi mewajibkan Negara yang mengalami kecelakaan nuklir untuk melaporkan waktu, lokasi, tingkat pelepasan radiasi, dan data esensial lainnya guna keperluan pengkajian situasi. Pemberitahuan diberikan kepada Negara-negara yang bakal terkena dampak yang dapat disampaikan secara langsung atau melalui IAEA, dan kepada IAEA itu sendiri. Pelaporan adalah wajib bagi setiap kecelakaan nuklir yang meliputi fasilitas dan aktivitas berikut: setiap reaktor nuklir di manapun berada; setiap fasilitas daur bahan bakar nuklir; setiap fasilitas pengelolaan limbah radioaktif; transportasi dan penyimpanan bahan bakar nuklir atau limbah radioaktif; manufaktur, penggunaan, penyimpanan, pembuangan dan transportasi radioisotop bagi keperluan pertanian, industri, kedokteran, dan penelitian serta ilmiah yang terkait; dan penggunaan radioisotop untuk pembangkitan daya di wahana-wahana ruang angkasa. Pemberitahuan dan Informasi juga harus diberikan dalam hal terjadi kecelakaan nuklir selain yang dinyatakan di atas, guna meminimalkan konsekuensi-konsekuensi radiologis.
Lima negara bersenjata nuklir (Amerika, Cina, Inggeris, Perancis dan Rusia) semuanya telah menyatakan kerelaan mereka untuk melaporkan setiap kecelakaan nuklir yang melibatkan senjata dan uji coba senjata nuklir.
Konvensi ini diadopsi tanggal 26 September 1986 di Wina, Austria, dan mulai berlaku efektif pada 27 Oktober 1986. Indonesia menandatangani Konvensi ini bersamaan dengan tanggal diadopsinya Konvensi dan meratifikasinya pada 1 September 1993.

5.2. Bantuan Kedaruratan

Convention on Assistance in the Case of Nuclear Accident or Radiological Emergency (Konvensi Pemberian Bantuan dalam Hal Terjadinya Kecelakaan Nuklir atau Kedaruratan Radiologis) merupakan saudara kembar dari Convention on Early Notification of a Nuclear Accident. Konvensi menetapkan suatu kerangka kerja internasional bagi kerja sama di antara Negara-negara Pihak dan dengan IAEA untuk memfasilitasi bantuan dan dukungan segera dalam peristiwa kecelakaan nuklir ataupun kedaruratan nuklir. Negara-Negara Pihak wajib memberitahu IAEA tentang ketersediaan ahli (expert), perlengkapan, dan bahan-bahan lain yang mereka miliki guna pemberian bantuan. Atas permintaan, tiap Negara Pihak memutuskan apakah ia dapat menyumbang bantuan yang di minta juga lingkup dan syarat-syaratnya. Bantuan dapat ditawarkan tanpa biaya yang diperhitungkan antara lain keperluan negara-negara berkembang dan khususnya keperluan negara-negara tanpa fasilitas nuklir. IAEA bertindak sebagai pusat koordinasi (focal point) bagi kerja sama tersebut dengan cara meneruskan/menyalurkan informasi, usaha-usaha bantuan/dukungan, dan memberikan jasa-jasa yang ada.
Konvensi ini diadopsi tanggal 26 September 1986 di Wina, Austria, dan mulai berlaku efektif pada 27 Oktober 1986. Indonesia menandatangani Konvensi ini bersamaan dengan tanggal diadopsinya Konvensi dan meratifikasinya pada 1 September 1993.

6. KESELAMATAN NUKLIR

Dalam pengertian sempit keselamatan nuklir merujuk pada penanganan yang berkaitan dengan daur bahan bakar nuklir, dan keselamatan radiasi berkaitan dengan risiko-risiko yang mungkin timbul dari penggunaan radiasi pengion, termasuk penggunaan radioisotop dan radiasi dalam kedokteran, industri dan berbagai bidang lainnya. Manajemen limbah secara serupa berkaitan dengan risiko-risiko yang timbul dari limbah radioaktif termasuk penyimpanan dan pembuangannya. Namun dalam konteks ini ’keselamatan nuklir’ digunakan sebagai payung yang mencakup semua aktivitas tersebut.
Dari permulaannya, fungsi IAEA terkait dengan keselamatan nuklir dan radiasi serta manajemen limbah nuklir dan radioaktif lainnya, yang menurut Statutanya, menjangkau kategori luas berikut:

Dukungan terhadap litbang (misalnya, efek radiasi dan perilaku radionuklida pada lingkungan);

Menetapkan standar, regulasi, petunjuk pelaksanaan, panduan, dan lain-lain yang berkaitan dengan daur bahan nuklir dan limbah radioaktif secara komprehensif;

Membantu negara anggotanya, khususnya negara berkembang, memperkuat infrastruktur nasionalnya yang berkaitan dengan keselamatan nuklir, keselamatan radiasi dan pengelolaan limbah radioaktif;

Mempromosikan konvensi-konvensi Internasional yang mengikat tentang keselamatan nuklir, pemberitahuan dini terjadinya kecelakaan nuklir, pemberian bantuan pada peristiwa kedaruratan nuklir/radiologis, pengelolaan limbah radioaktif, pertanggungan pihak ketiga dalam kasus terjadinya kecelakaan nuklir, pertanggungan operasi kapal-kapal nuklir, dan proteksi fisik bahan dan fasilitas nuklir dari tindakan kriminal.

6.1. Internasionalisasi Hukum Nuklir

Salah satu ciri hukum nuklir adalah tingkat ’internasionalisasi’nya yang kental, yang berarti kewajiban internasional, rekomendasi, standar dan instrumen internasional lainnya harus diperhitungkan dalam proses perumusan hukum nasional atau mempengaruhi hukum nuklir nasional dalam beberapa cara. Para legislator nasional terikat dalam berbagai bentuk kerja sama nuklir internasional dan terikat oleh berbagai kewajiban internasional di bidang nuklir. Pendekatan tersebut membutuhkan adanya aproksimasi atau harmonisasi rezim legal nasional, demi keuntungan para pemangku kepentingan penggunaan energi nuklir dan radiasi pengion, khususnya mempertimbangkan potensi yang berakibat lintas batas antar negara. Prinsip kerja sama internasional diidentifikasikan sebagai salah satu konsep dasar atau fundamental hukum nuklir.

6.2. Keselamatan Nuklir—Masalah Kepekaan Nasional

Pada level internasional, IAEA dalam program NUSS-nya yang diluncurkan pada 1974, memberikan definisi keselamatan nuklir sebagai berikut:
”Tercapainya syarat-syarat pengoperasian yang benar, pencegahan kecelakaan atau mitigasi akibat-akibat kecelakaan, yang mengharuskan perlindungan personel tapak, masyarakat umum dan lingkungan dari bahaya radiasi yang tidak diinginkan”.
Peristiwa Chernobyl telah menciptakan kesadaran pada level politis bahwa keselamatan nuklir tidak dapat sepenuhnya diletakkan pada filosofi keselamatan masing-masing individual negara. Seluruh daur bahan bakar nuklir dan khususnya seluruh usia hidup fasilitas nuklir harus dicakup dalam langkah-langkah keselamatan sebagaimana mestinya yang diterima secara internasional. Ini perlu diwujudkan dengan pemantapan suatu ’konvensi keselamatan nuklir.’
Setelah melalui perundingan yang sulit secara politis, Convention on Nuclear Safety dan the Joint Convention on the Safety of Spent Fuel Management and the Safety of Radioactive Waste Management akhirnya diadopsi. Kedua konvensi mendapatkan pijakan baru, untuk pertama kalinya prinsip-prinsip dasar tertentu keselamatan nuklir dibuat wajib di dalam kerangka teknik pengembangan aspek hukum.

6.3 Konvensi Keselamatan Nuklir
Convention on Nuclear Safety (Konvensi Keselamatan Nuklir) diadopsi di Wina pada 17 Juni 1994. Konvensi dirumuskan selama serangkaian pertemuan tingkat ahli dari 1992 hingga 1994 dan merupakan kerja menonjol oleh Pemerintah-pemerintah, Badan-badan otorita keselamatan nuklir nasional dan Sekretariat IAEA. Tujuannya untuk melibatkan secara legal partisipasi Negara-negara Pihak yang mengoperasikan PLTN untuk menjaga keselamatan tingkat tinggi dengan menetapkan standar-standar (benchmarks) internasional yang harus dianut Negara-negara Pihak. Kewajiban-kewajiban Negara Pihak didasarkan pada sejumlah besar prinsip-prinsip yang terkandung dalam dokumen Pokok-pokok Keselamatan IAEA “The Safety of Nuclear Installations”. Kewajiban-kewajiban itu mencakup misalnya tapak, desain, konstruksi, operasi, ketersediaan finansial dan sumber daya manusia, pengkajian dan verifikasi keselamatan, jaminan mutu dan kesiapan kedaruratan. Konvensi merupakan suatu instrumen pendorong. Dia tidak dirancang untuk menjamin pemenuhan kewajiban-kewajiban oleh Negara-Negara Pihak melalui kontrol dan sanksi namun didasarkan pada kepentingan bersama mereka untuk mencapai tingkat-tingkat keselamatan yang lebih tinggi yang akan dikembangkan dan dipromosikan melalui pertemuan-pertemuan regular Para Pihak. Konvensi mewajibkan Para Pihak untuk menyampaikan laporan-laporan tentang implementasi kewajiban mereka untuk ‘penilaian kelompok ahli (peer review)’ dalam pertemuan-pertemuan Para Pihak yang diselenggarakan di IAEA. Mekanisme ini merupakan elemen inovatif yang utama dan dinamis dari Konvensi.
Konvensi ini diadopsi tanggal 17 Juni 1994 di Wina, Austria, dan terbuka untuk ditandatangani 20 September 1994 serta mulai berlaku efektif pada 24 Oktober 1996. Indonesia menandatangani Konvensi ini pada tanggal 22 September 1994 dan meratifikasinya pada 4 Oktober 2001.

6.4. Konvensi Gabungan

The Joint Convention on the Safety of Spent Fuel Management and the Safety of Radioactive Waste Management (Konvensi Gabungan tentang Keselamatan Pengelolaan Bahan Bakar Bekas dan Keselamatan Pengelolaan Limbah Radioaktif) diadopsi pada Konferensi Diplomatik 5 September 1997 dan terbuka untuk ditandatangani pada Konferensi Umum IAEA 29 September pada tahun yang sama. Konvensi ini menjadi instrumen internasional pertama yang mengatur masalah keselamatan manajemen dan penyimpanan limbah radioaktif di negara-negara baik yang mempunyai program nuklir maupun yang tidak. Konvensi ini secara signifikan memperluas rezim keselamatan nuklir IAEA dan mempromosikan standar-standar Internasional untuk mengelola suatu isu yang menjadi kepedulian utama masyarakat. Konvensi berlaku pada keselamatan manajemen bahan bakar bekas, didefinisikan sebagai “semua aktivitas yang berhubungan dengan penanganan atau penyimpanan bahan bakar bekas.” Juga berlaku pada keselamatan manajemen radioaktif, didefinisikan sebagai “semua kegiatan, termasuk kegiatan dekomisioning, yang berhubungan dengan penanganan, pra-treatment, treatment, conditioning, penyimpanan, atau pembuangan limbah radioaktif”. Konvensi juga mencakup keselamatan manajemen bahan bakar bekas atau limbah radioaktif yang berasal dari program militer atau pertahanan jika dan kapan material-material tersebut ditransfer secara permanen dan dikelola di dalam program-program sipil eksklusif, atau kapan dinyatakan sebagai bahan bakar bekas atau limbah radioaktif untuk tujuan Konvensi.
Salah satu tujuan Konvensi, adalah untuk menjamin bahwa selama semua tahap dari manajemen bahan bakar bekas dan limbah radioaktif ada suatu cara pertahanan efektif terhadap bahaya potensial sedemikian hingga semua individu, masyarakat dan lingkungan terlindungi dari efek-efek berbahaya radiasi pengion, sekarang dan nanti.
Konvensi menetapkan suatu sistem pelaporan yang mengikat bagi Negara Pihak untuk mengatur semua langkah-langkah yang diambil oleh masing-masing negara untuk mengimplementasikan kewajiban-kewajiban di bawah Konvensi. Ini meliputi pelaporan terhadap timbunan-timbunan nasional limbah radioaktif dan bahan bakar bekas.
Konvensi ini telah berlaku efektif sejak 18 Juni 2001, setelah Irlandia negara ke-25 yang mendeposit instrumen ratifikasinya pada 20 Maret 2001 di Markas IAEA, Wina, Austria. Indonesia telah menandatangani Konvensi Gabungan ini pada 6 Oktober 1997, namun belum meratifikasinya.

7. KEAMANAN NUKLIR

7.1 Konvensi Proteksi Fisik

Tujuan untuk mencapai tingkat keselamatan nuklir yang tinggi di seluruh dunia harus digandakan dengan tujuan mencapai tingkat keamanan nuklir yang tinggi seluruh dunia. Keamanan nuklir akan diperkuat oleh pengembangan dan penerapan langkah-langkah yang memadai proteksi fisik terhadap pencurian atau penyimpangan bahan nuklir dan terhadap sabotase fasilitas nuklir. Proteksi fisik merupakan hal yang menjadi perhatian nasional dan internasional sejak lama, dan kepatuhan yang menyeluruh pada Convention on the Physical Protection of Nuclear Material (Konvensi Perlindungan Fisik Bahan Nuklir) memberi bukti kesungguhan negara-negara menerima kewajiban internasional di bidang ini. Penguatan terhadap keamanan nuklir menjadi fokus setelah keruntuhan Uni Soviet, ketika terjadi sejumlah kasus penyeludupan bahan nuklir dan munculnya kegiatan terorisme internasional, seperti peristiwa 11 September 2001. Ini mendesakkan perlunya penguatan rezim internasional keamanan nuklir, dengan membangun budaya keamanan sebagai aspek utama.
Konvensi ditandatangani di Wina dan New York pada 3 Maret 1980, mewajibkan Negara-negara Pihak untuk menjamin selama transportasi nuklir internasional memberikan perlindungan bahan nuklir di dalam wilayah teritorial mereka atau di atas kapal-kapal mereka atau pesawat-pesawat udara mereka.
Konferensi Peninjauan Ulang pertama diselenggarakan di Wina dari 29 September hingga 1 Oktober 1992 dan dihadiri oleh 35 Negara Pihak, dengan suara bulat menyatakan dukungan penuhnya terhadap Konvensi dan mendesak semua Negara untuk mengambil tindakan guna menjadi negara pihak pada Konvensi. Negara-negara Pihak memandang, teristimewa, bahwa Konvensi tersebut memberikan suatu kerangka kerja yang sangat sesuai bagi kerja sama internasional dalam perlindungan (proteksi), pemulihan dan pengembalian bahan nuklir yang hilang/tercuri dan dalam penerapan sanksi-sanksi kriminal terhadap orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan kriminal yang melibatkan bahan nuklir.
Konvensi ini diadopsi tanggal 26 Oktober 1979 di Wina, Austria, dan mulai berlaku efektif pada 8 Februari 1987. Indonesia menandatangani Konvensi ini pada tanggal 3 Juli 1986 dan meratifikasinya pada 5 November 1986.
Pada 8 Juli 2005 Konvensi diamendemen, namun hingga saat ini Amandemen tersebut belum berlaku efektif seperti disebutkan di depan.

8. PERTANGGUNGAN KERUGIAN NUKLIR

Pada saat peristiwa Chernobyl, Vienna Convention on Civil Liability for Nuclear Damage 1963 (Konvensi Wina tentang Pertanggungan Perdata Kerugian Nuklir) telah berlaku sejak 1977 dan Paris Convention 1960/1964/1982 berlaku sejak 1968 dan 1985. Namun kedua rezim pertanggungan tersebut tidak dapat digunakan untuk memberi kompesasi pada para korban. Uni Soviet bukan negara pihak pada salah satu konvensi, dan belum mempunyai legislasi pertanggungan nuklir nasionalnya. Hikmah yang didapat dari peristiwa itu adalah bahwa menetapkan rezim hukum pertanggungan nuklir tidaklah cukup. Perlu usaha-usaha politis tambahan untuk meyakinkan negara-negara untuk mengadopsinya. Hingga saat ini masih tampak bahwa negara-negara belum sepenuhnya memahami pelajaran ini karena rezim pertanggungan nuklir global belumlah tercapai secara penuh.
Peristiwa kecelakaan dapat tidak hanya berdampak di negara bersangkutan, tapi dapat juga pada negara tetangga bahkan yang lebih jauh, sehingga memicu pembicaraan seluruh dunia tentang kepantasan skema pertanggungan nuklir yang ada.
Dalam periode dari 1988 hingga 2004, perundingan-perundingan berlangsung untuk mempertimbangkan pengalaman Chernobyl dan untuk memperkuat hukum pertanggungan nuklir internasional. Dimulai dengan perumusan dan pengadopsian the Joint Protocol Relating in the Application of the Vienna Convention and the Paris Convention, dilanjutkan dengan perumusan dan pengadopsian Revision Protocol to the Vienna Convention dan Convention on Supplementary Compensation dari 1989 hingga 1997 di Wina, serta perumusan dan pengadopsian Revision Protocols to the Paris Convention dan Brussels Supplementary Convention dari 1998 hingga 2004 di Paris.
Dalam bulan September 1997, pemerintah mengambil langkah maju yang sangat berarti dalam penyempurnaan rezim pertanggungan kerugian nuklir. Pada Konferensi Diplomatik di Markas Besar IAEA, Wina, 8-12 September 1997, delegasi dari lebih 80 negara mengadopsi Protocol to Amend the 1963 Vienna Convention on Civil Liability for Nuclear Damage (Protokol untuk Amandemen Konvensi Wina 1963 tentang Pertanggungan Perdata Kerugian Nuklir) dan juga mengadopsi Convention on Supplementary Compensation for Nuclear Damage (Konvensi tentang Kompensasi Pelengkap untuk Kerugian Nuklir). Protokol menetapkan batas ganti rugi yang mungkin oleh operator tidak kurang dari 300 juta SDR (Special Drawing Right) (kurang lebih setara dengan 400 juta dollar Amerika). Sementara Konvensi tentang Kompensasi Pelengkap untuk Kerugian Nuklir menetapkan jumlah tambahan yang harus disediakan melalui kontribusi Negara-negara Pihak yang didasarkan pada kapasitas nuklir terpasang dan nilai kajian PBB.
Konvensi merupakan suatu instrumen terhadap mana semua negara harus mematuhinya tanpa memandang apakah mereka merupakan negara pihak pada konvensi pertanggungan nuklir yang ada atau mempunyai instalasi nuklir di dalam wilayah kedaulatan mereka atau tidak. Protokol mengandung antara lain suatu definisi yang lebih baik tentang kerugian nuklir (kini juga mencakup konsep kerusakan lingkungan dan langkah-langkah pencegahan), memperluas cakupan geografis Konvensi Wina, dan memperpanjang periode selama mana klaim dapat dilakukan atas kehilangan jiwa dan cacat yang diderita.
Konvensi juga melengkapi yurisdiksi negara-negara pantai terhadap tindakan-tindakan yang mendatangkan kerugian nuklir selama transportasi. Dilakukan secara bersama, kedua instrumen tersebut secara substansial hendaknya memperkuat kerangka kerja global terhadap kompensasi lebih baik dari yang diperkirakan oleh Konvensi-konvensi sebelumnya.
Sebelum aksi September 1997, rezim pertanggungan internasional diatur terutama dalam dua instrumen, yaitu: Konvensi Wina 1963 dan Konvensi Paris 1960 yang disatukan oleh Protokol Gabungan (the Joint Protocol) yang diadopsi pada 1988. Konvensi Paris kelak diperkuat dengan Konvensi Brussels 1963 tentang Pelengkap (the 1963 Brussels Supplementary Convention). Konvensi-konvensi ini didasarkan pada konsep hukum perdata dan menganut prinsip-prinsip utama berikut, antara lain:
a. Pertanggungan secara ekslusif disalurkan ke operator instalasi nuklir.
b. Pertanggungan operator adalah mutlak, yaitu operator harus memikul pertanggungan tanpa memandang kesalahan.
c. Pertanggungan adalah terbatas dalam jumlah.
d. Pertanggungan adalah terbatas dalam waktu.
e. Operator harus menjaminkan suatu asuransi.
f. Yurisdiksi atas tindakan secara eksklusif berada pada pengadilan Negara Pihak yang mempunyai wilayah di mana kecelakaan nuklir terjadi.
g. Non-diskriminasi korban atas dasar kebangsaan, domisili, dan tempat tinggal.
Menyusul kecelakaan Chernobyl, IAEA memprakarsai pekerjaan pada semua aspek pertanggungan nuklir dengan suatu pandangan untuk menyempurnakan Konvensi-konvensi dasar dan menetapkan suatu rezim pertanggungan yang komprehensif. Pada 1988, sebagai hasil usaha bersama IAEA dan OECD/NEA, sebuah Protokol Gabungan yang Menghubungkan Aplikasi Konvensi Wina dan Konvensi Paris (the Joint Protocol Relating to the Application of the Vienna Convention and the Paris Convention) berhasil diadopsi. Protokol Gabungan menetapkan suatu hubungan (link) antara Konvensi-konvensi tersebut yang menggabungkan mereka kedalam satu rezim pertanggungan yang diperluas. Pihak pada Protokol Gabungan diperlakukan seakan-akan mereka adalah Pihak pada kedua Konvensi dan pilihan aturan hukum disediakan untuk menentukan yang mana dari dua Konvensi tersebut yang harus berlaku dengan mengenyampingkan yang lain dalam hal kecelakaan yang sama.
Konvensi Wina tentang Pertanggungan Perdata Kerugian Nuklir diadopsi tanggal 21 Mei 1963 di Wina, Austria, dan mulai berlaku efektif pada 12 November 1977. Indonesia pada tanggal 6 Oktober 1997 telah menandatangani Protokol dan Konvensi yang terkait dengan Konvensi Wina ini, yaitu: Protocol to Amend the 1963 Vienna Convention on Civil Liability for Nuclear Damage dan Convention on Supplementary Compensation for Nuclear Damage (Konvensi tentang Kompensasi Pelengkap untuk Kerugian Nuklir) setelah keduanya terbuka ditandatangani pada 29 September 1997, namun belum meratifikasi keduanya.

9. PENUTUP

Peristiwa Chernobyl merupakan pukulan pada promosi pembangkitan listrik dengan nuklir. Namun, peristiwa itu juga membawa perubahan-perubahan besar dalam pendekatan terhadap keselamatan nuklir, termasuk pengembangan apa yang dinamakan dengan ‘budaya keselamatan nuklir’ internasional yang didasarkan pada review dan perbaikan secara konstan, analisis ketat pengalaman pengoperasian, dan saling membagi praktek terbaik secara konsisten. Budaya keselamatan ini telah ditunjukkan keefektifannya selama dua dasawarsa terakhir.
Sebagaimana halnya dengan teknologi penerbangan, rekayasa genetika atau teknologi maju lainnya, teknologi nuklir tidak hadir dengan jaminan keselamatan mutlak. Apa yang terpenting adalah pemahaman secara jelas terhadap risiko dan manfaatnya.
Peristiwa tersebut membangunkan masyarakat nuklir internasional dan membawa pada era baru kerja sama nuklir internasional. Masyarakat internasioanal dalam usahanya menyembuhkan kekhawatiran umum dan dunia politik terhadap penggunaan atom sebagai sumber energi yang layak, berupaya membangun kembali kepercayaan dalam keselamatan energi nuklir, terutama melalui IAEA, dengan mengkaji kelemahan-kelemahan yang ada di dalam kerangka legal internasional yang ada.
Isu paling kritis adalah dukungan masyarakat, yang merupakan kunci bagi masa depan nuklir. Pemahaman masyarakat atas kontribusi Iptek Nuklir bagi kemanusiaan telah terbukti sebagai faktor krusial bagi nasib baik tenaga nuklir. Namun masih banyak kekurangpahaman masyarakat dan kurangnya pengetahuan tentang radiasi dan iptek nuklir. Hal ini tidaklah mengherankan, karena iptek nuklir merupakan subyek yang kompleks. Meskipun demikian, kompleksitas tersebut hendaknya tidak berakibat adanya salah persepsi yang berkelanjutan. Pemahaman masyarakat merupakan syarat bagi penerimaannya. Dan penerimaan masyarakat merupakan kunci yang akan memungkinkan nuklir mewujudkan apa yang oleh pengamat yang telah terdidik melihatnya sebagai potensialnya yang luar biasa. Kunci terhadap proses ini adalah budaya baru tentang keterbukaan, transparasi dan obyektivitas.
UU No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran bahwa pemanfaatan tenaga nuklir terkait erat dengan kemaslahatan kehidupan dan keselamatan manusia yang ditujukan sepenuhnya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang dilaksanakan secara tepat dan hati-hati serta untuk tujuan damai.
Sifat damai dan mulia dari pemanfaatan tenaga nuklir juga tertuang secara jelas dalam Anggaran Dasar Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan dijabarkan dalam berbagai perjanjian internasional berupa Traktat, Konvensi, Protokol dan Perjanjian Internasional lainnya sebagai instrumen/dasar hukum bagi setiap kegiatan dan tindakan yang berkaitan dengan penggunaan tenaga nuklir untuk tujuan damai.
Keberadaan instrumen Internasional tersebut telah mendorong percepatan dan promosi penggunaan tenaga nuklir dalam berbagai bidang aplikasi dewasa ini untuk perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.
Pemahaman yang utuh pada promosi nuklir tujuan damai hendaknya meliputi semua aspeknya berupa aspek teknis, aspek legal, aspek geostrategi (geopolitik & geoekonomi), aspek filosofi kesejarahan, dimana pemahaman ini selanjutnya dapat dikomunikasikan kepada semua pemangku kepentingan agar promosi pemanfaatan nuklir tujuan damai mencapai sasaran sesuai harapan.
Untuk itu hendaknya Iptek nuklir dapat dikomunikasikan dan disosialisasikan sesuai paradigma tersebut dengan semua aspeknya termasuk di dalamnya aspek perjanjian Internasional yang mengaturnya. (Yaziz Hasan)

Posted Oktober 6, 2010 by saintifika indonesia in Uncategorized

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.